GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
BUKAN RUJUK



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Please dengar Mas sebentar,” pinta Adit.



“Kita sudah punya dua anak, tak mungkin aku berpaling. Kamu tahu dulu aku dengan Shalimah saja tak pernah mencintainya. Mas bertahan disebelah dia hanya demi Bram.”



“Kalau saja Bram itu anak aku. Mas tetap akan mempertahan dia apa pun caranya, walau pun kami tetap berpisah. Mas tetap akan mempertahankan Bram kalau dia darah dagingku karena tak mungkin karena ada daging itu dibuang.”



“Jadi walau Shalimah sudah menikah dengan orang lain, pasti akan aku urus Bram. Mungkin aku tetap akan memberinya nafkah atau apa pun pada Bram bila dia anak aku.”



“Tapi kenyataannya kan bukan. Jadi walau pun aku menyayangi dia selama 1 tahun sejak kelahirannya, aku bisa dengan mudah melepas karena dia bukan anak aku.”



“Selama ini ternyata aku sayang Bram karena mengira dia anak aku, bukan karena sayang seorang ayah seperti aku menyayangi Ghibran dan Ghifari. Rasa sayangnya sangat beda.”



“Maaf Mas mengungkit luka lama, saat Shalimah hamil tak pernah satu kali pun aku mengantarkan dia ke rumah sakit. Tak pernah aku menyentuh Bram saat di perut, sama seperti saat anak-anak bergerak saat di perutmu.”



“Mangkanya kamu tanya kenapa kok aku baru tahu saat mereka bergerak di perutmu kamu ingat itu?” kata Adit.



Dinda tentu ingat bagaimana Adit sangat excited merasakan pergerakan bayi di dalam perutnya dulu.



Dinda juga tahu bagaimana mata bahagianya Adit saat melihat pergerakan anak-anak di layar monitor USG, mata bahagia yang tak bisa ditipu oleh apa pun.



Sejak pulang dari rumah sakit Dinda mengetahui bagaimana teladannya Adit menggantikan diapers anak-anak. Dinda sering melihat saat tengah malam Adit tidak membangunkan dirinya. Dinda tahu itu.




“Baik Mas aku bertekad memulai PENDEKATAN awal dengan kamu dari nol. Dengan catatan tak boleh ada lagi kesalahpahaman. Tak boleh ada lagi apa pun mengganggu baik dari pihak Mas atau pun pihak aku. Bila pendekatan ini berhasil, mungkin kita bisa melangkah ke jenjang serius selanjutnya,” akhirnya Dinda memberi keputusan final tentang kelanjutan hubungan mereka berdua.



“Apa dari pihak kamu ada seorang yang memberatkanmu?” tanya Adit. Mereka berpisah hampir satu tahun, tentu ada beberapa orang yang mendekati mantan istrinya yang sangat bersinar itu.



“Dari aku banyak Mas. Bohong besar kalau aku bilang tak ada yang mencoba mendekatiku,” jelas Dinda pasti.



“Tapi ada dua yang serius, yaitu Wahid yang waktu itu aku kenalkan di ruko. Dia beberapa kali melamar aku. Dia bujangan, pengusaha sebenarnya usaha grosirnya itu hanya kamuflase agar dia bisa sering dekat dan bertemu dengan aku. Dia lebih banyak usaha di pom bensin, dia pengusaha pompa bensin. Aku enggak tahu dia punya tiga atau empat, kalau usaha grosir itu hanya usaha adiknya yang dia modalin,” jelas Dinda. Adit tak menyangka kompetitornya seorang pengusaha muda sukses bukan seperti dirinya.



“Lalu yang kedua adalah adik dari pengacara perceraianku, dia seorang duda satu anak yang ikut dengan dia, anaknya perempuan berusia 4 tahun istrinya selingkuh. Dia seorang dokter spesialis.”



“Aku berkenalan ketika pengacaraku kebetulan dijemput oleh dia karena mereka mau ke sebuah acara,” kata Dinda.



Adit tahu Dinda sudah jujur.



Akhirnya Adit dan Dinda sepakat bahwa mereka akan memulai pendekatan dari awal. Jadi bukan langsung proses rujuk, mereka akan berproses seperti awalnya mereka baru berkenalan mereka akan penjajakan lagi.



Tadi Adit sudah bertanya akan berapa lama penjajakan itu, tapi Dinda tak berani memastikan. Dinda hanya menjawab bisa sehari, dua hari, satu bulan atau satu tahun bahkan lebih. Aku enggak tahu, begitu jawaban Dinda tadi.



Tentu saja itu membuat Adit sangat putus asa karena merasa Dinda hanya memberi harapan palsu. Adit merasa seperti digantung oleh Dinda saat ini.



Tapi apa mau dikata, daripada Dinda sama sekali tak punya wacana untuk mereka kembali rujuk Adit pun menerima.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok