GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
FIVE LITTLE STARS



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Semua tamu akhirnya pulang termasuk para polisi, auditor, juga pengacara perusahaan. Saat itu yang berada di ruangan adalah Adit Shindu, Eddy Dinda dan 5 orang pegawai baru binaan Dinda yang bernama Ajeng, Fahrul, Ilham, Wika dan Santi.



“Kalian saya sebut sebagai FIVE LITTLE STARS. Saya ingin kalian menjadi BIG STAR suatu saat nanti."



“Perhatikan ya saya tidak pernah main-main kapan pun kejadiannya akan saya cari sampai lubang semut. Saya tidak mau tahu, kejadian Merrydian itu memang memukul saya. Saat itu saya baru selesai dari koma selama 5 bulan lalu suami saya terlibat perselingkuhan. Bisa bayangkan kalutnya saya yang masih baby blues? Membayangkan kalau selama saya koma suami saya bebas dengan banyak perempuan padahal dari papa mertua saya dan semua bukti sudah jelas suami saya tak pernah bergeser dari sisi saya?”



“Mas bukan selingkuh Yank,” Adit meralat kata-kata istrinya. Saat itu mereka dalam lingkup kecil jadi wajar Adit berani menggunakan bahasa akrab dengan istri tercinta.



“Dalam kacamata saya saat itu yang terlihat adalah perselingkuhan, karena Merrydian sangat agresif dan suami saya tipe yang orang tidak mau membuat seorang perempuan itu merasa terluka oleh penolakannya atau merasa dilecehkan harga dirinya karena tidak diterima.”



“Suami saya itu diam, itu sebabnya saya marah mengapa suami saya tidak menepis Merrydian atau mengusirnya dengan tegas.”



“He he itu masa lalu Yank, sekarang sih enggak bakalan. Siapa pun langsung akan aku tolak, aku sudah belajar dari pengalaman.” Sanggah Adit.



“Sudah jangan putus terus, aku lagi bahas untuk anak-anak binaan aku,” protes Dinda pada Adit sambil memegang pipi kanan suaminya yang ada dalam jangkauannya. 4 tahun Adit dan Dinda menikah, 6 tahun satu kantor, baru kali ini Eddy melihat Dinda ekspresif pada Adit dimuka umum seperti saat ini.



“Nah dari situ saya selalu cari siapa dalang setiap persoalan.”



“Kemarin saya dapat foto pak Adit sedang makan malam mesra dengan seorang perempuan, begitu pun mertua saya. Yang punya nomor saya dan mertua saya siapa? Pasti orang dalam kan? Pasti pegawai sini kan?”



“Akhirnya saya cari dalang semua persoalan juga data bagaimana kejadian korupsinya Utoro serta Rizal itu juga sudah terjadi 2 tahun lalu saat saya baru sadar dari koma.”



“Dua tahun lalu, baru masuk kantor tak sampai 2 jam saya sudah bisa melihat banyak kejanggalan di masalah keuangan, marketing, juga HRD. Padahal orang di kantor enggak ada yang perhatikan kalau ada tikus berdasi di kantor ini yang enak makan keju di pantry kantor.”



“Pak Shindu, pak Eddy dan pak Adit tak teliti soal uang, HRD dan marketing tak perhatian soal kecil itu. Soal kecil yang terjadi sejak saya tak sadar, jadi total sampai saat ini hampir 3 tahun dan kerugian itu 6,8 M yang diambil Utoro dan Rizal. Utoro 2,7 M dan Rizal 4,1 M.”



“Bisa kalian bayangkan kerugian kita itu hampir mendekati 7 M tapi tak terlihat karena mereka main aman. Kalian tahu suami saya pernah merugikan perusahaan 900 juta, tanpa pandang bulu itu langsung harus dikembalikan dengan cara dipotong gaji dan dia dijadikan staff gudang tanpa gaji sama seaki oleh saya. Tidak digaji selama dia bekerja dan kalau berani kabur maka saya akan penjarakan!”



“Jadi saya tidak berat sebelah walau terhadap suami saya sekali pun. Karena itu pada kalian anak-anak baru, saya hanya berpesan kerja baik-baik. Selama kalian bekerja baik saya akan mengapresiasi keringat anda.”



“Saya pernah beritahukan kalau anda mencubit saya, saya akan balas dengan memberi tamparan keras di pipi anda! Kalau anda berbuat curang pada saya resikonya seperti Pak Utoro dan Pak Rizal kalau dia kabur orang tuanya kedua orang tuanya yang akan jadi pengganti.”




“Kalau keluarga besar tahu, anda tahu kan bagaimana reaksi mereka? Mereka tentu tak akan terima dijadikan tumbal pengganti. Maka semua pasti akan ribut dan akan membiarkan kalian membusuk di penjara.”



“Dan saya yakin kedua orang tua Rizal dan Utoro sekarang sedang depresi. Kalian mau orang tua kalian depresi? Bagaimana cara mencari pengembalian uang 3 M selama 2 minggu sedang aset yang mereka miliki itu tidak sampai 1 M dan itu pun tidak cepat terjual?”



“Kalau 3 M itu tidak kembali, mereka harus membayar denda agunan 6 M jadi jumlah totalnya yang harus mereka bayar 9 M. Kenapa agunannya dua kali lipat dari yang harus dibayar? Semua itu terkait dengan kebebasan sebagai manusia.”



“Kebebasan itu tak ternilai harganya sama dengan kesehatan seperti tadi dikatakan Bu Untari. Kita baru merasakan sehat itu berharga ketika kita sakit.”



“Sama juga, kita baru merasakan kebebasan itu sangat berharga ketika kita harus masuk penjara!”



“Mulai besok kalian akan menempati posisi baru, saya akan menggodok posisi kalian dan kalian tetap harus waspada karena kemungkinan besar banyak oknum yang akan menyodok kalian dengan berbagai cara.”



“Di pos baru nanti kalian harus hati-hati dengan makanan minuman dan bahasa dari kata-kata yang keluar dari mulut kalian.”



“Para penjahat itu akan menggunakan kata-kata kita atau apa pun agar bisa menjatuhkan kalian.”



“Ada persoalan apa pun, ada ganjalan apa pun, ada kecurigaan apa pun ceritakan pada Pak Shindu dan saya. Hanya pada Pak Shindu dan saya! Tidak untuk diskusi dengan sesama teman karena bisa didengar oleh orang lain. Di kantor ini hanya ruangan saya dan ruangan Pak Shindu yang kedap suara.”



“Tentu termasuk ruangan Pak Eddy. Tapi maksudnya kan kalian tidak akan menghadap ke Pak Eddy untuk bercerita.”



“Itu pesan saya hari ini, kalau masih ada yang ingin ditanyakan silakan. Kalau tidak ada kalian bisa keluar karena saya masih ingin diskusi dengan Pak Eddy dan Shindu.”



“Tidak Bu, kami tidak ada pertanyaan,” jawab Ilham mewakili semua rekannya.



“Oke, silakan keluar. Besok Surat Tugas kalian akan diberikan oleh Pak Shindu.”



“Baik Bu, terima kasih,” jawab lima kandidat muda itu. Mereka  baru mendengar tentang masalah Pak Adit yang harus mengganti kerugian 900 juta padahal pak Adit adalah anak dari Pak Eddy.



Mereka benar-benar merasa salut pada ketegasan Bu Dinda sebagai istri juga sebagai menantu Pak Edy yang benar-benar tak pandang bulu.



Mereka harus belajar tentang itu semua dan tidak mau mengulang kesalahan seperti Utoro dan Rizal yang harus mengembalikan 9 M bila tak mau tanda tangan dan orang tuanya terluka, padahal kerugian yang mereka buat hanya berkisar di angka 3 M.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.