GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
ISTRI SAYA TERCINTA



Five little star bersama pasangan juga keluarganya sudah hadir lebih dulu daripada semua peserta. Keluarga Dinda juga sudah datang lebih dulu karena Dinda sebagai pemilik perusahaan tidak mau kalau dia datang terlambat dan kebetulan anak-anak serta pak Eddy dan para mbok juga selalu ready menemani Dinda ke mana pun Dinda beraktifitas.


Eddy senang dibawah pimpinan Dinda ada acara seperti ini. Hal ini berguna untuk silaturrahmi antar semua anggota.


“Seperti biasa kalian nggak boleh nakal karena Bunda di sini juga kerja mengawasi semua peserta. Kalian sama mbok dan kakek ya. Kalau ada apa-apa bilang mbok dulu nanti mbok bilang ke Bunda,” kata Dinda pada keenam anaknya.


“Siap Bos,” jawab anak-anak kompak.


Hari ini di family gathering di cabang Ajeng, dari tim arsitek yang ikut adalah keluarga Gultom serta 2 arsitek lainnya. Tidak semua arsitek ikut karena dibagi beberapa cabang.


“Ini istrinya pak Gultom?” tanya Dinda pada Gultom.


“Iya Bu, ini istri saya tercinta,” jawab Gultom.


Dinda pun berkenalan dengan perempuan bernama Sondang Kristin.


“Anaknya berapa Pak Gultom?”


“Anak kami 2 Bu, sudah kelas 6 dan kelas 4 SD,” kata Sondang.


“Dan ini ibunya siapa? ibunya Pak Gultom atau ibunya Bu Sondang?” tanya Dinda tak ingin salah duga.


“Ini mertua saya Bu, ibunya Pak Gultom,” kata Sondang lagi memperkenalkan mertuanya dengan ramah.


“Selamat ya Ibu, bergabung di sini. Kalau untuk arsitek tidak semuanya sekaligus ikut di tiap family gathering, dibagi sesuai dengan cabang terdekatnya,” jelas Dinda.


“Inang sudah senang bisa ikut kegiatan seperti ini,” kata ibunya Pak Gultom.


“Jadi kalau ada sesuatu di keluarga anggota, kami sering saling bantu. Bukan ingin menghakimi tapi mencari kebenaran juga keadilan,” kata Dinda. Kalau yang tahu pasti mengerti bahwa ini adalah sindiran. Tapi rupanya tak ada yang sadar itu sindiran telak dari Dinda.


“Ibu sudah masuk di daftar anggota keluarga karyawan belum?” tanya Dinda pada Sondang.


“Belum Bu,” kata Sondang.


“Ibu Puspa, tolong deh,” Dinda memanggil Puspa yang kebetulan melintas.


“Iya Bu Dinda,” jawab Puspa sambil mendekat.


“Tolong masukkan ibu Sondang ke daftar anggota pasangan karyawan ya.” Dinda menyebut pasangan karena ada karyawan perempuan tentu pasangannya laki-laki bukan istri kan?


“Masukan ke Bu Sondang ke daftar anggota pasangan karyawan sama nomor telepon. Juga ibu kandungnya Pak Gultom masukkan.”


Baik Bu,” jawab Puspa. Puspa langsung minta nomor telepon Sondang dan ibunya Pak Gultom.


“Saya tinggal ya, silakan berhubungan dengan Puspa. Dia juga salah seorang istri dari karyawan di sini. dia nanti yang akan hubungi kalau ada sesuatu.”


“Baik Ibu terima kasih,” kata Sondang. Dia tak menyangka hubungan antar anggota keluarga di perusahaan suaminya juga sangat baik.


Dinda beralih ke orang tua lainnya seperti ibunya Puspa dan ibu lainnya karena biasanya para ibu yang tidak ikut kegiatan mereka hanya memandang atau ikut tertawa memandang anak atau cucu mereka.


Atau banyak juga para ibu yang ikut menyiapkan makanan untuk para peserta, mereka turun tangan tanpa diminta oleh para panitia. Kesadaran sendiri saja, hanya tinggal mengatur juga mendistribusikan. Semua benar-benar satu keluarga tanpa berpikir untung rugi.