GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
NIAT LICIK



“Cepat kamu perbaiki rumah tanggamu. Saya tahu tidak semua janda itu buruk. lihat Puspa, dia tidak pernah mau pergi dengan siapa pun atau didatangi oleh siapa pun. Sampai usia perceraian 3 tahun baru dia mulai ada pendekatan lagi setelah dulu pendekatan ditolak oleh calon mertua,” jelas Adit.


Memang Puspa sekarang sedang didekati oleh salah satu team five little star yang bernama Ilham. Karena sering pertemuan waktu aqiqahannya triplet maka mulai terjalin kedekatan antara mereka berdua.


“Saya yakin saya dan Puspa juga Velove tahu tidak semua janda itu buruk. Karena Dinda juga pernah jadi janda ketika cerai dengan saya sementara. Tapi kalau seorang janda mau diajak ikut mobil orang terus-terusan tiap pagi itu berarti bukan orang yang baik. Seorang janda pasti harus menjaga nama baik dirinya agar tidak tercoret harga dirinya.”


“Untung kamu belum menjadi bahan gunjingan di perumahan. Kamu pikir, orang numpang mobil mengapa sengaja buang sampah sembarangan? Apa memang tak ada tempat sampah? Mengapa tak dia pegang dulu sampai dia turun bila tak ada tempat sampah di mobil?”


“Dia memang sengaja membuang tissue dengan noda lipstik itu agar Velove melihatnya. Ingat kelicikan perempuan seperti itu,” Bagas kaget mendengar pemaparan jitu Adit yang langsung bisa pada inti niat janda itu.


“Pasti Velove juga berpikiran seperti itu ya Pak?” Bagas mengerti sekarang mengapa Velove naik pitam. Rupanya dia tahu janda itu meninggalkan jejak karena ingin berperang dengan istrinya memperebutkan Bagas.


“Enggak Pak, saya sekarang sudah tidak mau lagi berhenti membawa dia walaupun pernah dia menunggu mobil saat gerimis. Saya tetap tak mau berhenti. Terlebih Velove sudah memperlakukan saya seperti ini.  Saya tahu pengorbanan Velove sangat besar buat saya.”


“Kamu ada di posisi pengganti Reynaldi. Aku tidak mau kejadian seperti dia terulang, hati-hati,” kata Puspa pada Ilham sebagai kepala keuangan saat ini.


“Kalau sekarang, kemungkinan tergelincir akan sedikit sulit karena kan setiap tahun di rotasi. Tidak seperti waktu zaman Pak Reynaldi. Lagi pula walaupun tidak di rotasi niat orang itu kan enggak sama. Kalau Rey kan memang sejak sebelum menikah dengan kamu aja dia sudah main perempuan, sehingga dia butuh lebih banyak uang buat memenuhi kebutuhannya itu.”


“Semua tergantung keimanan. Insya Allah aku bisa amanah,” kata Ilham yang sekarang sedang dekat dengan Puspa.


Orang tua Ilham sudah mengetahui Ilham sedang mendekati seorang janda beranak dua tetapi kedua orang tuanya sama sekali tidak melarang apalagi menghujat Puspa.


 Ilham bukan dari orang yang kekurangan dia dari golongan menengah tapi tidak juga berlebih. Orang tuanya moderat, mereka memperbolehkan anak tunggalnya itu mencintai seorang janda.


Orang tua Ilham sudah tahu latar belakang Puspa dari keterangan yang Ilham berikan.


Bahkan Ilham cerita kepada kedua orang tuanya selama menjanda baru dua kali ini Puspa berdekatan dengan lelaki. Yang pertama dulu mereka sudah akan tunangan tetapi orang tua lelaki melarang anaknya mendapat janda beranak dua, sehingga Puspa tak mau memperjuangkan cinta yang hanya menggebu itu. Puspa memilih lebih baik mundur daripada memisahkan seorang anak dengan orang tuanya.


Tentu saja prinsip Puspa itu menjadi poin khusus buat ibunya Ilham. Ilham bercerita lelaki tersebut sangat kaya tetapi Puspa tetap tidak mau memperjuangkan cintanya itu. Karena harta buat Puspa bukan segalanya.


“Bahkan dia juga tak dapat harta sedikit pun saat berpisah dengan Reynaldi karena semua harta Reynaldi disita perusahaan. Puspa juga berjuang untuk hidup dan makan kedua anaknya serta ibunya sendirian Bu,” demikian cerita Ilham pada sang ibu.


Tentu saja ibunya trenyuh mendengar cerita tentang kehidupan Puspa yang harus jungkir balik menghidupi diri sendiri juga dua anak dan seorang ibu. Orang tua Ilham kagum atas kemandirian Puspa dan mereka juga kagum atas jiwa besarnya Dinda yang masih mau menolong mantan istri dari orang yang merugikannya sampai miliaran.