
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Ada keluhan apa Bu Dinda?” kata dokter membaca nama pasien di map rekam medisnya.
“Saya sih tadi ngeluhnya kepala saya pusing tadi pagi waktu bangun tidur. Terus sama suami didaftarkan ke penyakit dalam karena dia takut kepala saya ini sakit akibat benturan saat saya kecelakaan 5 tahun lalu.”
“Tadi saya juga sudah CT Scan Dokter. Lalu dokter ahli penyakit dalam merujuk ke sini, makanya itu saya dan suami bingung karena kami tidak berpikir sampai ke mana-mana. Saya hanya berpikir sakit kepala aja. Karena masih menyusui ingin obat yang aman bagi putra kami.
“Baik Ibu, tidak apa-apa. Semoga aman semua ya. Sekarang cek semua ya. Ayo ibu ke bed pemeriksaan,” kata dokter meminta suster membantu Dinda bersiap di bed sementara dia meneruskan membaca rekam medis di tangannya. Terlihat kernyit di dahinya membaca data di sana. Dan Adit melihat ekspresi itu.
Adit menemani istrinya naik ke bed pemeriksaan dia memegangi saat Dinda naik ke bed walaupun juga tetap dibantu oleh suster.
“Dari data Ibu terlihat lonjakan tensi. Kenapa? Apa yang Ibu rasa?” dokter melihat tensi Dinda begitu habis dari dokter penyakit dalam ke poli yang dia pegang terjadi lompatan.
“Serius jujur saya nervous Dok. Maaf, disuruh CT Scan saja saya sudah ketakutan. Terlebih dapat rujukan ke sini,” jawab Dinda jujur dan Adit merasa makin ketakutan.
“Saya sangat takut mungkin itu yang membuat tensi saya menjadi naik,” ucap Dinda.
Adit baru sadar mengapa suster di depan tadi bilang tetap harus ukur tensi lagi karena nanti pasti banyak berubah. Kondisi psikis dari pasien itu membuat tensi cepat naik turun.
“Lihat ini hasil dari CT Scan -nya tidak ada gangguan, walau saya bukan dokter saraf, tapi saya tahu lah tidak ada gangguan di sana. Jadi tenang aja Bu. Yang penting Ibu tenang. Ibu sehat. Kalau Ibu berpikirnya nervous nanti berbahaya bagi seluruh keluarga besar. Karena Ibu akan cepat emosi, Ibu akan cepat marah dan itu tidak baik buat kondisi psikis Ibu. Sekali lagi Ibu harus tetap tenang ya.”
“Kalau tidak salah di data rekam medis Ibu, Ibu baru punya anak umur 1 tahun?”
“Ya Dok. Umur baby kami 1 tahun,” jawab Adit.
“Kakek, kenapa Bunda lama banget?” tanya Fari.
“Barusan ayah bilang ayah dan bunda baru aja masuk ke ruang periksa. Jadi mungkin masih lama. Kan tadi bunda sudah bilang suruh bobo. Ayo kita bobok aja enggak usah tunggu. Cepat Kakek temani kalian berdoa,” kata Eddy yang sudah berada di ruang tidur sepasang kembar itu.
Kedua bocah kembar itu memang sudah masuk kamar tidur, sedang si bungsu Ghaidan sedang dinina bobokan di ruang tengah, nanti akan dipindah kalau sudah tidur. Dia tidak mau suruh tidur di kamar. Kedua orang tuanya belum ada, jadi dia tidur di karpet ruang main mereka.
“Bunda sakit apa?” tanya Iban pada Eddy.
“Bunda enggak sakit apa-apa kok, cuma periksa kepala aja,” balas Eddy.
“Artinya kepalanya sakit kan? Kalau tidak sakit tidak mungkin diperiksa. Koq Kakek bilang enggak sakit apa-apa? Bagaimana sih Kakek ini?” protes Fari.
“Iya maksudnya seperti itu, tadi pagi bunda kalian itu pusing makanya kan enggak urus kalian. Sekarang dibawa ayah ke dokter biar sembuh. Kalau sudah sembuh kan bisa urus kalian lagi,” kata Eddy dengan pelan.
Dia memang salah ucap, anak-anak ini tidak bisa salah ucap. Tadi dia bilang tidak sakit tapi periksa bagian kepala yang pusing. Itu kan dua hal yang bertolak belakang.
“Jelas ya Bapak, Ibu. Tak perlu takut. Sekarang kita kembali ke meja pemeriksaan,” ajak dokter setelah selesai dengan memeriksa Dinda. Dinda dan Adit hanya berpegangan dan saling pandang tak percaya dengan hasil yang barusan dokter paparkan.
Ada yang penasaran Mbak Dinda nya sakit apa? Atau malah ada yang sudah bisa menduga? Bisikin eyank ya. Sambil bisik-bisik mesra kita ngopi yuk. Kirim kopinya ke Eyank. Salam manis dari Sedayu ~ Jogjakarta.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.