GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
LEMBARAN LUKA AWAL BAHAGIA



“Kok anak-anak enggak telepon ya Mas, mereka juga nggak tanyain kita sama sekali,” kata Dinda. Malam ini adalah malam pertama Iban dan Fari menginap di Bogor bersama kakek.


“Mungkin mereka terlalu lelah, sehingga habis makan malam langsung tidur,” jawab Adit. Ini memang pengalaman pertama Dinda ditinggal menginap oleh anak-anak. Mereka pernah beberapa kali terpisah, tapi biasanya Dinda yang meninggalkan anak-anak.


“Tadi sih Mas tanya papa mereka benar-benar sangat bahagia dan exciting dengan liburannya.” Adit menjelaskan pembicaraannya dengan Eddy tadi.


“Iya, aku juga tahu Mas telepon saat aku lagi ngurusin anak-anak. Aku pikir Mas akan kasih kesempatan buat aku bicara sama papa,” Adit lupa membiarkan istrinya bicara dengan Dinda.


“Nggak papa tadi bilang telepon itu lagi nunggu tukang bajigur ngasih pesanan ke mereka. Tadi papa lagi beli bajigur sama aneka rebusan di tukang dorongan depan villa.”


“Tentu pengalaman menarik buat mereka ya jajan di tukang dorongan begitu,” kata Dinda.


“Papa tadi bilang waktu menuju ke kolam pemancingan anak-anak mengamati kebun di terasnya para penduduk. Mereka lihat ada pohon kacang panjang sedikit, pare sedikit, labu siam dan segala macamnya hanya satu dua pohon saja. Mereka tanya kenapa nggak dibikin seperti ladang aja sehingga bisa dijual. Kakek bilang itu memang hanya untuk dikonsumsi sendiri jadi memang hanya beberapa pohon saja bukan untuk skala komersial.”


“Wah iya memang, untung kakek sudah terbiasa mendengar penjelasan kita saat anak-anak bertanya, sehingga ketika anak-anak bertanya kakek siap menerangkan,” jawab Dinda.


“Betul anak-anak kita memang beda dengan anak-anak seusianya. Mereka harus selalu bersama orang yang siap jawaban secara real, bukan hanya asal menjawab,” kata Adit.


“Alhamdulillah aku bersyukur mempunyai kamu,” kembali Adit mensyukuri nikmat jodohnya. Benar-benar dia merasa sangat beruntung mempunyai Dinda sebagai istri dan ibu anak-anaknya.


Dinda memeluk Adit dan dia ingin tidur dengan kehangatan cintanya. Dinda juga tak menyangka dia bisa melewati kerikil-kerikil tajam.


Dinda ingat gemetar tangannya saat membuat video kebahagiaan Adit, itu benar-benar menyakitkan.


Sekarang semuanya hanya kepingan gambar dalam album hidupnya. Di halaman berikutnya dia punya kepingan yang utuh dan bahagia bersama 6 anak mereka.


“Mas, selesai anak-anak dapat raport, kita semua menginap di villa ya. Bersama semua mbok seperti ketika di Solo dulu. Kita bikin camping juga. Trus kita bikin api unggun juga menu bebakaran,” ucap Dinda yang punya ide buat liburan MEWAH keluarga mereka. Mewah buat Dinda dan Adit bukan soal besarnya biaya, tapi besarnya kebahagiaan mereka yang bisa berkumpul dengan semua anggota keluarga dalam suka cita.


Hari ini keputusan kasus sidang Lucas akan dibacakan. Secara personal Lucas sudah minta maaf pada Radit dan Dinda didampingi oleh pengacaranya waktu itu.


Lucas juga minta agar perkara dicabut tetapi Dinda tidak mau mencabut perkara karena trauma yang dialami Iban itu tak sebanding dengan kerugian yang Lucas derita. Perusahaan Lucas sampai pailit pun tak bisa membayar goresan luka di hati Iban.


Secara tertulis Dinda memang menyatakan tidak akan pernah mencabut perkara tersebut dan Dinda juga mengatakan akan memberi keringanan pada Lucas untuk tidak perlu menjalani hukuman penjara. Tetapi vonis tetap harus dijatuhkan agar tahu resiko dari perbuatannya. Jadi kalau harus dipenjara 1 tahun atau berapa waktu, tetap vonisnya ada hanya tidak ada eksekusinya.


Konsekuensinya bila itu terjadi lagi maka tanpa perlu pengadilan Lucas langsung dieksekusi.


Charles juga mulai berubah dia tidak lagi berpikir hal negatif karena Fanny terus membimbingnya agar melupakan hal-hal yang belum seharusnya dia lakukan sebagai anak-anak.


Fanny terus membimbingnya juga dalam hal pelajaran, dalam hal mental dan juga membawanya berinteraksi dengan anak-anak sebayanya.


Fanny dan Lucas telah menikah. Mereka hanya menikah di gereja tanpa resepsi tetapi semua keluarganya datang sehingga bukan pernikahan diam-diam hanya tidak ada resepsi untuk umum.