
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Kamu harus bawa mobil sendiri loh Gas,” pinta Adit.
“Karena kami nanti langsung ke Bekasi. Walau kamu ikut mobil kami enggak apa apa karena kami juga akan ketemuan dengan istrimu, tapi nanti mobilmu bagaimana?”
“Ya sudah aku bawa mobilku saja biar nanti istriku pulang sama aku,” balas Bagas.
“Kalau begitu kamu kabarin istrimu, jadi dia nanti enggak bawa motor.”
“Aku akan langsung bilang pada dia, sehingga dia tidak berangkat naik motor dari rumah,” kata Bagas.
“Kita berangkat sesudah aku antar anak-anak ya,” kata Adit. Pagi ini sebelum berangkat ke sekolah Adit menghubungi Bagas juga Shindu dan yang lain agar bersiap mempersiapkan MOU-nya. Jadi pas saat dia datang langsung berangkat ke Bekasi untuk makan siang. Adit memang minta mereka bertemu jam 13.00, untuk makan siang.
“Selamat siang Pak Adit,” kata wakil dari PT Sentosa Sejahtera.
Dinda memperhatikan sekretaris Sentosa Sejahtera dengan saksama. Adit sudah memperkenalkan siapa dirinya, tapi sekretaris itu hanya menyapa Adit, bahkan Bagas pun tak disapa.
“Ini MOU-nya,” kata Adit menyerahkan satu map berisi draft MOU.
“Cek dulu apakah sudah sesuai dengan data di email itu atau ada kecurangan yang saya ubah,” kata Adit dengan sabar.
“Tak perlu kami cek kembali, kami yakin pak Adit jujur dan tak akan mencurangi kami,” jawab seorang wakil yang lebih tua.
‘*Dia bisa seyakin itu? Sungguh tindakan bodoh. Bagaimana bisa MOU ditanda tangani tanpa dibaca ulang di detik terakhir*?’
Dinda memperhatikan 3 orang klien yang bertemu dengan suaminya kali ini. Sejak awal Dinda tak pernah ikut pertemuan, hanya Bagas dan Shindu yang ikut dan selama ini laporan mereka lancar saja.
Sosok pertama adalah yang mereka sebut CEO PT Sentosa Sejahtera, seorang ibu cantik dan modis berumur 50 tahunan. Bernama bu Rahma.
Sosok kedua, sekretarisnya masih sangat muda baru usia sekitar 20 sampai 25 tahun dengan pakai kerja yang terbilang super sexyy dan sosok ketiga juga gadis muda yang di perkenalkan sebagai putri bungsu nya baru lulus kuliah dan ingin mulai belajar bisnis.
Bu Rahma bilang dia selalu mengajak putrinya untuk bertemu klien. Tapi tadi bu Rahma baru memperkenalkan putrinya pada Radite dan Bagas, artinya selama pembahasan putrinya itu tak dia ajak.
“Alasan khusus Ibu membawa putrinya saat bertemu klien untuk tanda tangan MOU apa Bu?” tanya Dinda penasaran.
“Ya kan dia biar belajar untuk mengerti bagaimana bisnis ini berjalan karena dia yang akan menggantikan saya kelak. Saya pikir CEO dan putranya akan hadir siang ini. Sejak minggu lalu saya sudah minta agar beliau berdua datang sehingga saya juga membawa putri saya,” jawab bu Rahma.
“Kalau untuk belajar seharusnya dia di tempa sejak awal bargaining bukan saat tanda tangan MOU. Kalau tanda tangan MOU kan tinggal tanda tangan tak perlu lagi ada diskusi yang memerlukan olah otak. Bagaimana cara kita membuat program itu supaya closing. Saya yakin putri Anda baru datang kali ini karena baru Anda perkenalkan pada pak Bagas dan pak Adit,” kata Dinda.
‘*Seperti biasa, pandangan bu Dinda sangat tajam. Memang putrinya baru dibawa kali ini*,’ batin Bagas. Adit hanya memperhatikan istrinya.
“Wah hebat ya Ibu Dinda ini pemikirannya sangat jauh ke depan.”
“Namanya juga saya pegawai kantor, ya berpikirnya harus maju Bu. Kalau tidak saya tak akan diperlukan oleh atasan saya. Beda dengan pemilik, tak perlu hati-hati atau berpikir maju dia tetap pemilik kan?” Dinda memberi alasannya dengan lugas.
“Mengapa yang datang bukan CEO-nya? Satu minggu ini saya sudah minta pada sekretaris CEO untuk bertemu dengan CEO dan putra tunggal CEO perusahaan Anda,” protes bu Rahma tak suka pada kebernasan cara berpikir Dinda.
“Sejak awal Ibu bertemu dengan Pak Adit kan sebagai marketing Manager. Mengapa ingin bertemu dengan CEO kami? Biasanya CEO kami memang jarang bertemu klien kok Bu,” kata Dinda dengan sabar.
‘Suatu prestasi yang patut aku beri apresiasi melihat kesabaran Dinda kali ini disaat dia sedang labil karena kehamilannya,’ Adit tersenyum memperhatikan istrinya.
“Saya baru tahu loh kalau wakil CEO-nya perempuan, dan bukan anak atau kerabat CEO.”
“Iya saya kebetulan menjadi wakil CEO, tapi cuma nama kok Bu,” kata Dinda merendah.
“Itu yang saya bingung kenapa tidak anaknya yang dijadikan wakil CEO. Mengapa malah pegawainya? Apa tidak aneh?”
“Mungkin yang jadi pertimbangan kemampuan bu Adinda,” Adit mulai ikut bicara. Dari nada bu Rahma, dia seakan menuduh Dinda ada main dengan CEO sehingga diangkat jadi wakil CEO.
“Sejak lulus kuliah bu Dinda ini cumlaude, jadi pemikirannya selalu digunakan sebagai acuan perusahaan. Itu yang saya tahu sih Bu,” jelas Adit.
“Padahal saya ingin sekali bertemu dengan CEO dan atau anaknya. Saya dengar dia punya putra tunggal yang masih muda,” kata Bu Rahma lagi. Ada nada penyesalan harapannya tak terwujud.
“Kenapa Bu? Ibu mau besanan begitu?” pancing Bagas santai. Dia tahu pasangan suami istri itu mulai panas.
“Kalau bisa why not? malah jadi enak ‘kan besan sekalian rekanan?” bu Rahma memberikan senyum manisnya. Membuat wajahnya bertambah manis.
“Oh itu sebabnya ibu bawa putri Ibu, karena sejak kemarin Ibu minta CEO-nya yang datang ya Bu. Seharusnya Ibu kemarin langsung bilang pada pak Shindu, jadi yang dikirim siang ini bukan kami Bu,” kata Dinda.
“Iya. Sebenarnya saya berniat seperti itu. Saya ingin supaya anak saya bisa menjadi menantunya CEO Anda.”
“Menurut Ibu, putra tunggal CEO kira-kira mau enggak ya Bu di jodohkan dengan putri Ibu?” kata Dinda ramah sambil memandang wajah cantik putri bu Rahma. Putrinya tersenyum manis dan terkesan tak ada penolakan. Sepertinya dia senang saja akan dijodohkan dengan anak pak Eddy walau sejak dia datang selalu memandangi Bagas dengan penuh damba.
“Wajah anak saya teramat cantik seperti ini, dia lulusan S2 luar negeri. Tidak mungkin lah anaknya CEO Anda menolak putri cantik saya ini,” jawab bur Rahma dengan percaya diri. Dan putrinya juga tersenyum manis tak terkesan dipaksa akan di jodohkan dengan orang yang belum pernah dia kenal.
Kira-kira apa jawaban Dinda atau Adit? Eyank tunggu komen manisnya yaaa
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.