GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
KEPUTUSAN DINDA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Dinda berpikir kasihan anak-anak bila tak bisa aktivitas di alam bebas. Dinda berpikir enggak mungkin membiarkan anak-anak tanpa bergerak sama sekali,  kalau dia tetap tinggal di sini anak-anak tetap aja susah bergerak. Di ruko memang ada di halaman belakang lantai bawah. Juga halaman itu hanya kecil, ruang gerak mereka terbatas.


Dinda tidak bisa egois membiarkan anak-anak harus tersiksa tak ada ruang bergerak di alam bebas. Kemarin ada solusi yaitu bergerak alam bebasnya di sekolah, kalau sekarang kan enggak ada jadi Dinda memang harus berpikir ulang soal tinggal di ruko terus.


 ”Tunggu ya Yah, aku berpikir dulu masalahnya transisi manajemen juga harus aku lakukan. Walau aku bisa mengawasi dari jarak jauh seperti biasa tetap saja semua harus aku handle sendiri.”


“Aku akan upayakan segera membuat keputusan manajemen di sini sehingga usahaku tidak akan pernah hancur, malah akan berkembang walau aku atur dari jauh,” kata Dinda.


“Ya sudah kapan kita akan ke rumah Ayah?” tanya Adit.


Dinda tak menjawab.


Selama anak-anak tidak sekolah satu minggu ini Dinda terus bergulat dengan manajemen usahanya. Dia menunjuk Bu Tari sebagai wakil penuh untuk pengelolaan toko usahanya.


Dinda menunjuk ke Nania untuk menjadi manajer keuangan yang melaporkan semua fluktuasi uang masuk. Walau bagian pembelanjaan tetap ada di tangan Dinda. Nania hanya bertugas mengolah angka karena semua itu sudah ada di mesin kasir yang terhubung dengan data di laptopnya Dinda, sehingga selisih satu rupiah pun akan tetap ketahuan tapi secara formalitas tetap harus ada pembukuannya.


Saat ini Dinda sudah memutuskan semuanya.


“Yah, Bunda sudah mutusin. Kita balik aja ke rumah papa. Karena kasihan jagoan. Aku ngalah demi mereka,” Dinda bicara malam ini pada Adit mengenai langkah apa yang akan dia ambil mengenai kebebasan anak-anak bergerak.


Tentu saja Adit menanggapi semua keputusan itu dengan senang hati. Adit mengapresiasi semua keputusan itu.


Dinda sudah bilang pada semua karyawannya bahwa dia akan kembali ke rumah lama  karena anak-anak tidak lagi sekolah di Yayasan yang sedang viral kasusnya. Tentu saja semua pegawai di tempat usaha Dinda tahu kasus tersebut karena mereka lihat sendiri saat Adit digotong oleh 3 orang ke atas.


Para karyawan Dinda juga tahu di media sosial bagaimana Adit dilucuti pakaiannya oleh kepala yayasan tempat anak-anak sekolah. Tentu saja mereka mengerti mengapa Dinda memutuskan untuk kembali ke rumah suaminya.


“Maaf kalau kamu jadi harus berkorban demi anak-anak. Tapi izinkan aku memperbaiki semua itu. Izinkan Ayah ikut menanggung semua kesulitan yang ada. Izinkan Ayah ikut bertanggung jawab karena kejadian ini kan karena berawal dari kelakuan Ayah yang diam saat didekati oleh Merrydian,” ucap Adit. Dia mengakui tak mungkin Dinda keluar rumah bila tak ada kejadian Merrydian.


“Maafkan aku juga Mas, telah memutuskan sementara silaturahmimu dengan anak-anak,” ucap Dinda.


“Kamu enggak akan seperti itu kalau Mas bisa terbuka sejak awal,” sesal Adit.


“Ya sudah. Pokoknya sekarang kita sudah saling mengerti kalau kita akan kembali ke rumah papa demi kebebasan bergerak anak-anak Mas. Selain itu belum terpikir. Hanya itu yang sekarang bisa aku putuskan.”


Adit pun tak berani menekan. Yang terpenting sekarang Dinda sudah mau kembali ke rumah Eddy dulu saja.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK yok