
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
Tak ada acara formal ulang tahun misalnya bernyanyi lagu ulang tahun atau tiup lilin dan potong kue. Anak-anak hanya dibiarkan bermain bersama tanpa ada batasan. Para bapak ngerumpi dengan para bapak dan para ibu ngerumpi dengan para ibu. Untuk hari ini Adinda memang menugasi 2 mbok menjaga putra-putranya. satu orang menjaga Ghifari dan Ghibran dan satu orang khusus menjaga Ghaidan.
Five little star dan Shindu adalah undangan khusus yang datang tanpa buah hati. Semua masih bujang. Boro-boro anak, pasangan saja mereka belum punya. Tapi Dinda dan Adit memang khusus mengundang mereka.
Ternyata kemarin Dinda salah hitung. Yang punya anak balita ada 47 anak. Untung dia pesan harum manis 100 cup. Makanan bukan masalah, semua cukup dan tak kekurangan. Eddy juga menyediakan hadiah mainan 100 pc dan Adit memesan pasang tenda untuk para orang tua ngerumpi karena anak-anak dibiarkan berkumpul di dalam rumah yang semua barang sudah di kosongkan.
Ada badut dan hiburan buat anak-anak.
“Ibu ini banyak banget bawaannya,” kata ibunya Puspa melihat yang dibungkusin oleh Dinda untuk dibawa pulang sangat banyak. Dinda memang menyiapkan box ayam panggang merah untuk para ibu. Setiap yang datang dibawakan separuh ayam utuh yang memang sudah Dinda pesan dikemas kotak tempat usah ayam panggang merah tersebut. Selain juga kue dan harum manis.
Ada juga mainan dari Eddy untuk semua anak. Anak perempuan dan anak laki-laki diberi hadiah sama berupa puzzle. Puzzle untuk anak di bawah 5 tahun karena semua undangan memang harus anak di bawah 5 tahun tidak boleh lebih.
Eddy membelikan banyak puzzle dengan gambar hewan sehingga semua rata dibagi. Setiap anak walau anak masih kecil di bawah 1 tahun tetap dapat jatah itu di bingkisan yang Dinda siapkan.
Jam 03.00 semuanya selesai, para tamu mulai pulang sejak jam 02.00 tadi. Tamu terakhir adalah Velove dan Puspa karena selain mereka berkunjung mereka juga membuat laporan pekerjaan.
Puspa sekarang sudah punya agen dia sekarang setara dengan Velove sama-sama menjadi agen. Mereka berdua sudah punya sub agen.
Puspa sekarang sudah packing sendiri seperti Velove, dia sudah mulai bisa mengirim sendiri karena anak-anak sudah besar dan pengiriman biasanya juga diambil di rumah. Tak perlu dia keluar rumah.
Ibunya Reinaldy tak percaya Puspa bisa survive setelah berpisah dengan anaknya. Padahal mereka sekarang yang terpuruk karena harus menanggung beban utang dan membayar angsuran akibat kelakuan Reinaldy. Mereka berhutang dan mengangsur agar Reinaldy bisa dapat keringanan hukuman.
Orang tua Reinaldy malah malu karena tak pernah bisa memberi nafkah pada kedua cucunya. Semua ditanggung penuh oleh Puspa tanpa pernah mengeluh, bahkan orang tua Reinaldy sekarang tahu Puspa sudah bisa membeli motor padahal tidak pernah bekerja. orang tua Reinaldy hanya tahu sering ada orang ekspedisi ngambil barang ke rumah Puspa atau orang ekspedisi nganter paket besar ke rumah Puspa. Akhirnya orang tua Reinaldy tahu bahwa Puspa menjadi marketingnya Dinda.
Mereka sedikit tenang, setidak cucu mereka tidak kelaparan walau tetap saja malu.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE yok.