
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
“Kalian cari referensi untuk buat ruang day care baby hingga 2 tahun. tonjolkan keamanan dan kenyamanannya itu dua aspek yang harus di perhatikan lalu juga buat desain yang sangat bagus tidak harus menjurus pada perempuan atau laki-laki seperti pada umumnya. Jadi warnanya nggak boleh menggunakan warna yang sudah melekat di masyarakat umum yaitu pink dan biru . kasih warna netral yang lembut dan tidak mencolok.” Adit meminta para arsitek membuat rancangan untuk program yang dia inginkan.
“Oke Pak, terus apalag lagi?”
“Sementara itu dulu. Nanti kalian ajukan aja harganya sesuai dengan standar tidak usah terlalu tinggi, tapi juga tidak terlalu rendah. Saya tidak mau kita rugi, tapi tidak usah cari keuntungan besar.”
“Saya minta cepat ya, 3 sampai 5 hari maksimal semua sudah selesai. Lalu kita meeting lagi minggu depan. Jadi pas hari ketujuh kan kita meeting lagi itu sudah fix,” pinta Adit.
”Anda harus sebutkan kapasitas nya. Ruangan yang tersedia sebaiknya optimal untuk berapa bayi atau balita,” Kata Adit.
“Baik Pak, akan kami pikirkan semua itu,” jawab team arsitek.
“Kalau bisa lebih cepat, 3 hari kita sudah selesai dan hari kelima sudah bisa meeting,” pinta Adit.
“Jangan seperti itu Pak. Bapak pastikan saja mau berapa hari sehingga kami sesuaikan dengan jadwal. Kalau Bapak minta 3 hari ya tentukan 3 hari. Jadi hari kelima kita langsung bisa meeting,” kata arsitek yang akan membuat desain pesanan Adit.
“Oke kita tentukan hari Jumat kita meeting dan semua bahan sudah siap,” tegas Adit.
“Nah begitu, lebih pasti kami mengejar pembuatan,” balas pembuat design.
“Hari Jumat habis jumatan, jangan sebelum. Jadi kita nggak keburu-buru atau kepotong waktu salat Jumat,” kata Adit.
\*\*\*
Adit sangat berharap proposal ini mendapat respon dari beberapa orang pemilik yayasan atau pemilik baby class. Tapi yang terpenting adalah dia mempunyai kesempatan mencari kedua anak kembarnya. Itu tujuan utama membuat proposal pengadaan ruang main dan rawat bayi.
“Good luck,” ucap Eddy. Dia juga sangat berharap banyak pada proyek putranya ini. Proyek mencari cucu-cucunya.
“Iya Pa, terima kasih. Aku juga berharap kita segera mendapatkan info tentang keberadaan mereka,” jawab Adit juga penuh harap.
“Bila sudah melihat Dinda atau anak-anak tunggu sampai beberapa kali bertemu ‘*tanpa sengaja*’. Kamu jangan langsung datangi mereka. Jadi Dinda tidak merasa dikejar atau dibuntuti. Biarkan dia melihat aktivitasmu sedang melakukan kerja di sana bukan mencari Dinda ingat it,” kata Eddy. Dia tahu kalau melihat Dinda atau si kembar tentu Adit tak akan bisa menahan perasaannya.
“Ya Pa, aku akan ingat nasehat Papa itu,” jawab Adit lagi. Adit sadar memang seharusnya seperti itu, sehingga Dinda tidak merasa bahwa Adit sedang mencari dirinya melainkan sedang negosiasi dengan orang yayasan.
\*\*\*
Adit tiba di yayasan pertama. Dia lihat day care sepi. Hanya ada beberapa mobil.
“Maksud Bapak untuk apa?” tanya recepsionis.
“Saya ingin mengajukan kerjasama pengajuan pembangunan ruang day care atau renovasi Bu,” jawab Adit.
“Tapi saya lihat sekolah kosong. Apa sedang libur?” tanya Adit penasaran.
“Sekolah hanya ada dari jam 08.00 hingga jam 10.00 atau jam 11.00 Pak. Kalau sudah jam 11 lewat seperti sekarang memang sudah sepi. Yang belajar hingga jam 11 saja hanya kelas yang di atas 3 tahun.” jawab resepsionis.
“Maaf ada panggilan masuk,” Adit pura-pura ada panggilan masuk. Percuma dia mencari di sekolah ini saat ini. Tak akan melihat siapa pun karena siswa dan orang tuanya sudah pada pulang.
“Wah, saya akan kembali besok atau lusa saja Bu. Ada keperluan mendadak dari kantor,” Adit pun tak jadi menemui pengurus yayasan.
‘*Aku lupa, jam belajar bayi hanya maksimal 2 jam. Berarti aku harus berangkat habis salat subuh, maksimal jam 05.30 lah*,’ batin Adit. Dari rumahnya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan ke Bekasi memang terlalu jauh. Kalau pagi walau lewat tol pasti macet karena banyak pabrik daerah Bekasi sehingga jalur pasti padat.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI yok