
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Sebelum anak-anak bangun kalian semua kumpul di teras belakang. Tidak ada yang tidak ke sana. Tutup pintu pagar biar satpam juga ikut masuk. Saya mau bicara pada semua. Penting!” kata Eddy pada Mbok Siti minta dipanggilkan semua pegawainya saat itu juga.
Maksudnya bangun itu bukan bangun tidur karena tentu saja Adit dan Dinda sejak subuh juga sudah bangun. Maksudnya bangun adalah mereka keluar bersama anak-anak. Karena biasanya Ayah dan Bunda itu pasti ngurusin anak-anak dulu sampai mereka siap baru keluar kamar bersama, semua sudah rapi. Tak ada anak keluar kamar pagi-pagi belum rapi walau tak sekolah seperti pagi ini.
“Baik Pak,” jawab Bu Siti yang langsung bergerak menyuruh semua rekan kerjanya berkumpul pagi ini.
“Ada apa ya Bapak tumben manggil kita semua sebelum Mbak Dinda dan Mas Adit keluar?” mbok Marni bertanya pada mbok Asih.
“Mana saya tahu. Kita kan dari tadi bersama menyiapkan sarapan,” jawab Asih.
“Sudah matikan kompor sebelum kita terlambat ke belakang dan bikin tuan marah,” Marni meletakkan lap yang dia pegang untuk membersihkan piring yang akan di atur di meja makan pagi ini.
“Bagus, sudah semua ya?” Eddy memperhatikan semua pegawainya.
“Sudah Pak. Kami sudah kumpul semua,” kata Bu Siti yang tadi bertugas memanggil semua pegawainya Pak Eddy.
“Saya minta semua mendukung saya. Kalian tahu kan Dinda itu punya tiga anak balita Ghifari dan Ghibran berumur 4 tahun serta Ghaidan berumur 1 tahun.”
“Tadi malam saya baru dapat berita soal kesehatannya Dinda.”
“Ada apa Pak dengan mbak Dinda? Apa mbak Dinda sakit?” tanya Asih cepat tanggap dan spontaan menyela. Dia tak ingin kalau kesehatan majikannya yang baik itu bermasalah.
“Dengar dulu jangan putus pembicaraan saya. Saya nanti lupa,” tegur Eddy.
“Alhamdulillah,” kata semua pegawai Eddy.
“Dokter memang kemarin mengatakan bahwa Dinda pusing karena dia sedang hamil lagi. Dan sekarang Dinda butuh dukungan kita karena dia sama sekali tak mau berhenti bekerja padahal dia harus memberi ASI pada Ghaidan.”
“Kemungkinan bayinya kembar lagi itu yang membuat Dinda agak takut menerima kehamilan ini. Dinda takut dia tidak kuat karena sudah mulai tinggi usianya. Juga takut repot karena dia tidak mau berhenti memberi ASI pada Ghaidan.” Sampai sini Eddy berhenti bicara sejenak. Dia ingat Dinda takut menerima kehamilannya kali ini.
Dinda takut tak sanggup mengasuh 5 anak. Dan Dinda maupun Adit sudah memantapkan diri sehabis ini mereka akan mengikuti progarm KB. Karena setelah Adit normal bibitnya sangat tokcer.
“Keputusan Dinda masih tetap akan memberi ASI sampai Ghaidan-nya menolak. Untuk itu dia minta kita mendukung dia jangan sampai Ghaidan rewel atau minta gendong atau apa pun itu. Dinda sama sekali tidak boleh mengangkat berat karena kondisi kejiwaannya lemah. Itu bisa berpengaruh atas kandungannya.”
“Baik Pak, kami akan menjaga Ghaidan supaya tidak minta gendong bundanya,” kata mbok Asih bersungguh-sungguh.
“Dan perhatikan kalau dia bawa apa-apa pulang dari sekolah atau dari kantor jangan biarkan dia bawa yang berat sama sekali,” Eddy meminta para satpam atau pembantu memperhatikan ketika Adinda mulai turun dari mobil.
“Jangan bikin dia kesal itu tidak baik, perhatikan keamanan jangan ada lantai basah atau mainan anak-anak yang bikin dia tergelincir,” Eddy sangat takut Dinda terpeleset mengingat kejadian pada Ina almarhum istrinya dulu.
“Iya Pak, kami akan perhatikan,” kata semua pegawai. Tentu khabar bahagia ini membuat semua menjadi bersemangat pagi ini.
Baru mereka selesai bicara terlihat Adit menggendong keluar Ghaidan dan kembar berlari ke arah kakeknya. Mereka semua sudah mandi dan bersiap sarapan. Hari ini Dinda sudah memberitahu bahwa sarapannya adalah mie goreng dan kwetiau goreng yang tadi malam dia beli jadi para mbok tak perlu masak lagi tinggal menghangatkan saja di microwave sebentar sampai siap saji.
Waaaaah, ternyata itu yang bikin Dinda dan Adit kemarin bingung. Akan dapat anak kembar lagi.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok.