GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
MENGATUR JADWAL KUNJUNGAN



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Lagi sibuk apa Yank?” tanya Adit melihat Dinda sibuk dengan laptopnya



“Aku sedang search destinasi wisata kita minggu depan Yah. Kalau hanya kita berdua, banyak tempat wisata di sana. Tapi buat anak-anak kuil, pantai, snorkeling dan mall serta wisata dewasa lainnya itu tidak menambah wawasan mereka. Anak di usia 4 dan 1 tahun tak menegeri apa itu temple, museum atau wisata yang buat anak SD kelas 5 an. Kita harus cari destinasi seperti saat di Australia dulu,” kata Dinda memperlihatkan apa yang dia sedang cari di laptop saat ini.



“Tunda dulu ya. Kita makan siang dulu yuk. Kasihan papa kalau kelamaan nunggu,” ajak Adit pada Dinda.



“Oke ayo,” jawab Dinda. Dia menonaktifkan layar laptopnya tapi tidak dia matikan. Lalu mengambil satu tas bekal makan siang. Dan bersiap menuju ruangan Eddy.  Tentu sebelumnya dia kunci dulu ruangannya agar tidak ada yang masuk dan mencuri data miliknya.  Walau ada CCTV tetap saja kalau ada barang yang hilang nanti akan sulit kalau sudah bocor data yang Dinda miliki.



Sehabis makan siang Adit dan Dinda kembali ke ruangan Dinda. Mereka ingin diskusi destinasi yang penting mereka kunjungi.



“Ingat Yah, waktu anak-anak bermain itu 3 hari. 2 hari kita pakai buat belanja dagangan,” jelas Dinda saat mereka mulai membahas apa saja yang akan mereka lakukan mereka akan libur selama 5 hari di Bangkok.



“Kenapa kita tidak 1 hari saja belanjanya? Kamu atur 2 hari karena tidak full seharian belanja, kalau kita jadikan itu 1 hari saja full, 1 hari sisanya bisa untuk anak-anak,” usul Radite.



“Itu gampang kita sesuaikan di lapangan Yah. Sekarang kita atur 2-3 dulu. Dua untuk belanja dan tiga untuk wisata. Nanti kalau bisa 1-4 ya Alhamdulillah,” jawab Dinda.



Agar tidak banyak waktu terbuang mereka berdebat saat sudah di Bangkok, tentu Adit dan Dinda harus mematangkan jadwal sejak di Jakarta. Dulu di Sidney kan yang punya planning libur hanya Dinda jadi tak ada diskusi.



Saat akan liburan lagi, Dinda hamil dan Adit melarang bepergian ke luar negeri. Jadi baru sekarang mereka akan kembali berlibur. Tidak semua destinasi bisa mereka kunjungi. Untuk itulah mereka harus benar-benar berdiskusi yang mana yang hendak mereka kunjungi di sana nanti.




“Apa Yah?” Dinda menoleh pada suaminya.



“Semoga aja liburan ini bikin kamu jadi hamil kayak waktu di Sydney.”



“Aaamiiin,” jawab Dinda tanpa protes. Mereka ingin punya banyak anak karena sama-sama anak tunggal. Tiga anak memang sudah banyak, tapi mereka masih butuh satu lagi. Kali aja yang terakhir ini dapat perempuan.



Mereka berjanji kehamilan selanjutnya adalah kehamilan terakhir. Dapat perempuan atau laki  tetap harus berhenti. Itu sudah keputusan mereka.



“Ini bagus Yank, sama seperti di Sidney. Adit menunjuk destinasi SEA Life Bangkok! Ini  akuarium kelas dunia ada  lebih dari 400 spesies laut yang bisa ditemukan di tempat wisata di Bangkok ini, dan lebih dari 30 ribu ikan yang hidup di akuarium ini,” usul Adit.



“Oke, aku catat. Nanti kita harus atur jadwal sedemikian rupa biar enggak buang waktu. Kita juga sewa mobil saja karena kita enggak bisa bawa tiga anak dan satu lansia naik turun taksi apalagi naik MRT atau perahu. Belum waktunya kecuali buat makan malam. Aku sudah atur kita makan malam di kapal agar anak-anak ada kenangan soal kapal,” Dinda memperlihatkan makan malam di atas sungai Chao Phraya.



“Kalau ini bagaimana Yank? Mamas sama Abang sudah bisa belum?” tanya Adit soal wisata Flight Experience Bangkok. Di sini anak-anak akan berperan untuk menjadi pilot atau pramugari untuk merasakan langsung pengalaman di dunia penerbangan!



“Bisa banget Mas. Aku setuju,” jawab Dinda. Sampai menjelang sore mereka diskusi. Dinda pulang lebih dulu tiap jam 3 sore bersama Eddy. Adit akan pulang jam 5 sore. Dinda mulai bawa mobil sendiri sejak  mulai kerja sehabis melahirkan Ghaidan. Jadi kalau pulang sekolah mereka berangkat kerja menggunakan kendaraan masing-masing mengingat waktu kerja mereka yang tak sama.



Mereka bakal jadi ke Bangkok enggak ya? Bakal dapat ‘oleh-oleh’ Bangkok seperti saat di Sidney enggak? Jadi enggak sabar nunggu kisah perjalanan mereka.  Eyank tunggu masukannya ya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR yok.