
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sudah seharian keluarga Eddy berdarma wisata di kota Solo ini. Kota yang indah dan penduduknya ramah. Memang Eddy sengaja tidak memilih banyak tempat wisata. Yang penting cucu-cucunya enjoy. Satu hari ini mereka hanya ke satu lokasi. Sekalian makan siang dan menjelang magrib mereka sudah tiba di homestay
“Sudah siap semua Mbok?” tanya Dinda
“Siap,” jawab Bu Marni. Rupanya Dinda ingin membuat acara buat putra-putranya. Dia sengaja ingin membuat sosis bakar untuk putra-putranya secara langsung dia melibatkan putra-putranya masak malam ini. Tentu di bawah pengawasan dirinya dan Adit.
Keseruan tentu saja membuat mereka sangat bahagia padahal hanya sosis diberi dengan mayonaise atau saus tomat untuk anak-anak. Tapi kedua putranya suka. Padahal hanya satu tusuk yang mereka bakar. Yang lain tentu dikerjakan para mbok.
Lelah bermain juga sudah kenyang akhirnya mereka tidur dengan nyenyak, tak ada yang rewel malam ini, ketiganya tidur di kamar sebelah kamar Dinda. Dan kasur dari kamar yang tidak ditiduri digunakan untuk menjaga si kecil. Adit meletakan semua kasur di bawah ranjang anak-anaknya sebagai pencegah benturan bila salah satu jatuh. Mereka akan jatuh ke kasur, bukan ke lantai.
“Terima kasih ya Yank, kamu sudah membuat mereka sangat bahagia hari ini.”
“Apa selama ini aku enggak buat mereka bahagia? Apa hanya hari ini aja?” tanya Dinda.
‘Astagfirullah aku salah ucap,’ jawab Adit dalam hatinya tentu saja hal itu membuat Dinda terluka
“Bukan itu maksud Mas. Kamu hari ini tambah membuat mereka bahagia dengan momen masak sendiri. Mereka suka dengan acara yang kamu lakukan. ‘Kan baru kali ini kamu bikin mereka ikut masak, biasanya mereka hanya membantu saja kan?” kata Adit dengan pelan. Dia tak mau istrinya terluka dengan kata-katanya.
“Iya sih, aku baru kepikiran tadi pagi waktu mau jemur handuk anak-anak, aku lihat ada alat bakar sate di sini. Jadi aku minta tadi untuk beli sosis besar, mayonaise dan tusukan sate.”
“Aku juga suka. Mereka jadi senang dengan pengalaman baru ini. Semoga aja mereka mengingat momen bahagia ketika kecil.”
“Pasti ingatlah kalau sudah seusia Fari dan Iban. Kalau Aidan mungkin belum ingat.”
“Kita kan juga dulu mulai ingat masa kecl sesudah seperti usianya Fari dan Iban,” ucap Dinda.
Saat ini tinggal mereka berdua di belakang sesudah mereka menidurkan anak-anak. Mereka malah bakar udang dengan campuran paprika selain itu sausnya juga menggunakan saus pedas bukan saus tomat seperti yang dimakan anak-anak tadi. Tentu ada beberapa sosis bakar. Sekarang porsi makan Dinda adalah porsi jumbo.
Memang sengaja udang tadi tidak dikeluarkan buat anak-anak dan Eddy karena beli udangnya cuma sedikit. Cuma buat Adit yang lagi kepengen udang bakar. Sejak seminggu lalu memang Adit bilang kepengen udang bakar tapi baru tadi direalisasikan oleh Dinda hari ini.
“Sudah yuk, kamu istirahat. Kamu enggak boleh terlalu capek.” Ujar Adit.
“Aku enggak capek kok, kalau kayak gini cuma kalau jalan jauh memang capek,” kata Adinda.
“Ya sudah sekarang kamu minum suplemen juga vitamin dan semua yang diberikan dokter, supaya kamu enggak mudah capek. Aku enggak ingin kamu dan anak kita kenapa-kenapa.”
“Aku dan mereka enggak akan kenapa-kenapa. Tenang aja, ayahnya jangan terlalu tegang seperti itu. Kayaknya di kehamilan ini kamu sangat takut aku tidak sanggup menghadapinya.”
“Memang aku akui usiaku sudah lebih tua, tapi aku yakin kita bisa melewati ini semua. Ingat ya Mas, habis ini tanpa menunda kita langsung KB. Karena ternyata enggak bisa santai-santai seperti dulu. Ternyata setelah dipacu, kesuburanmu memang sangat pesat jadi tidak bisa kita santai lagi,” kata Dinda.
“Iya sayank, aku sadar enggak boleh sembarangan. Sekarang kita harus langsung pasang KB agar tidak nambah lagi. Kasihan anak-anak kalau perhatian kita terpecah pada saudaranya yang lain.”
“Tapi aku senang Mas, kita repot sekalian habis itu semakin anak-anak besar kita sudah langsung selesai. Kalau jaraknya jauh malah kita enggak akan pernah selesai capek. Karena baru selesai yang gede lahir lagi yang kecil begitu seterusnya.”
“Iya sih, Jawab Adit sambil mengajak Dinda untuk segera masuk kamar.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok.