GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
DISKUSI ENAM CEO CILIK



Akhirnya enam kurcaci itu ngeriung mereka membuka tabel yang dari Dinda. Ada dua spidol di sana.


“Ini kita putuskan dulu masing-masing mau jenis apa? Karena ayah bilang kita jangan bikin hybrid. Harus sesuai ras saja,”  ucap Ghifari.


“Kita bahas per item saja jangan ngacak,” ucap Ghaidan.


“Sekarang ayam dulu saja,” Fari memberi arahan.


“Kayaknya serama bagus deh. Dia lebih pendek dari ayam kate,” kata Ghifari. Mereka memang tidak mau bikin peternakan ayam biasa karena ayam produksi banyak dan tak spesial untuk di rawat di green house mereka.


“Tapi kate-nya juga lucu,” kata Ghaylan.


“Dan kate lebih mudah didapat tidak seperti serama,” ucap Ghaidan.


“Ya sudah. Pokoknya pilihannya dua itu. Antara serama atau kate. Tapi benar-benar kita harus cari yang galur murni. Jadi kalau kate ya kate. Seramah ya serama. Jangan dicampur,” kata Ghifari.


“Jadi besok kita lihat di lapangan adanya apa. Kalau mudah kita dapatkan, pilihan lebih ke serama ya,” ucap Ghaylan. Dia yang ingin serama, tapi tadi sempat ragu ingin kate juga.


“Ini marmut bagaimana? Aku nggak ngerti soal marmut. Kamu yang tulis marmut kan Ghaz?” ucap Fari pada Ghazanfar.


“Kemarin aku lihat lucu, marmut itu cepat beranak terus dia kecil-kecil. Tapi marmut jenis sekarang itu dia bulunya panjang. Bukan yang lokalan,” jelas Ghazanfar sambil menggeser cursor untuk mencari info tentang marmut bulu panjang atau GUINEA PIG.


“Oke berarti cari yang satu jenis ini saja ya. Jangan dicampur sama yang lokal,” kata Ghifari yang saat ini menjadi pemimpin diskusi.


“Ini kelinci bagaimana ini banyak banget modelnya,” Mereka pun melihat laptop yang memang ada di situ disiapkan oleh Dinda satu laptop untuk ada di lokasi untuk mereka googling pelajaran jadi tidak bawa laptop dari rumah tiap hari.


“Ah sama dengan holland lop juga pendek bulunya, cuma telinganya ke bawah. Kalau yang English angora ini kan dia telinganya kecil ke atas,” kata Ghibran.


“Ah aku jadi bingung enaknya yang mana. Kalau English anggora itu bulunya nggak terlalu panjang tetapi dia telinganya lucu ke atas matanya sering ketutup bulu,” kata Gathbiyya.


“Holland lop juga lucu. Jadi kita mau ambil yang mana? fuzzy lop. Holand lop atatu English angora?”


“Menurut aku sama seperti ayam saja yang mana yang kita temui duluan jenis itu yang kita pilih jadi untuk berikutnya kita cari jenis itu,” kata Ghaylan si bungsu.


“Oke jadi ini kita tentukan tiga pilihan ya bisa English anggora maupun holand lop atau fuzzy lop. Kalau jenis lain yang kita lihat duluan itu nggak termasuk seleksi. Jadi tidak kita pilih,” kata Ghifari.


Dari jauh Dinda, Eddy dan Adit memperhatikan mereka diskusi dengan serius.


“Lalu ini burung bagaimana? Mau Nuri atau betet? Atau yang lain? Karena ayah kepengennya kakak tua,” Fari melempar soal pembahasan jenis burung setelah masalah kelinci mereka dapat kata sepakat.


“Kayaknya kalau burung itu apa pun bisa deh kita beli saja sepasang- sepasang nanti mereka akan berbaur kok. Kita nggak bisa tutupin mereka karena kan mereka terbang,” ucap Gathbiyya.


“Sepertinya burung nggak perlu tambah juga,” kata Ghifari.


“Itu parkit dan lovebirdnya sudah banyak, terus jenis berkicaunya sudah banyak mau tambah apa lagi? Kecuali kakak tua seperti kemauan ayah. Kalau kakak tua biarin saja ayah yang cari,” ucap Ghifari.


“Terus bagaimana dengan hamster ini permintaannya Ghaidan, hamster bagaimana?”


“Kayanya nggak usah deh hamster. Sudah ada kelinci dan marmut kalau hamster itu tidak bisa dilepas. Dia ditaruh di akuarium gitu tempatnya nggak usah batalkan saja permintaanku sudah yang ada saja,” kata Ghaidan.