
‘Saat ini Santi sedang berada di rumah sakit, info terakhir tadi dari pak Ajat melalui pak Adit, sekarang dia sudah pembukaan 7. Mohon doa untuk semuanya dan sesuai dengan perintah Ibu Dinda maka kunjungan sengaja dibuat jadwal agar tidak overlapping. Semua datang lalu semuanya kosong. Jadi lebih baik dibuat jadwal agar tiap saat ada orang yang berkunjung.’
‘Jadwal tertera di bawah ini kalau yang ingin tukar mohon langsung tukar pada yang bersangkutan. Admin tidak mau mengatur penukaran bikin ribet! ~gua nggak dapat bayaran jadi admin ~’ itu tulis Ajeng di group IBU REMPONG.
Tentu saja Sondang tertawa dan dia senang karena dia sudah masuk grup ibu rempong di perusahaan.
Anggota group ibu rempong beda dengan young moms. Young moms hanya ada Ajeng, Santi dan Wika saja. Kalau group ibu rempong terbentuk di green house yaitu Ajeng, Santi, Wika, Dinda, Sondang, Ratih, Puspa, Velove dan Sondang. Tidak ada laki-laki di grup itu.
Adinda pun masuk di jadwal kunjungan tapi tentu dia bisa mengatur sesuai dengan kesibukan dia dan anak-anak.
Dinda dibuat jadwal pagi jadi sekalian berangkat dari rumah menuju kantor mampir dulu ke rumah sakit. Itu yang Ajeng buat sehingga Dinda tak protes dan hari ini pulang kantor dia akan beli kado sekalian beli sate sesuai dengan keinginannya tadi.
Sejak tengah malam tadi Santi memang mulai merasakan mulas tapi dia tahan. Jam 04.00 pagi dia sudah tak kuat lalu dia membangunkan Ajat emang sengaja dia buat Ajat istirahat dulu agar tidak terlalu lelah saat menemaninya nanti.
“Pi, anak kita mau lahir,” bisik Santi. Tentu saja Ajat langsung melompat. Baru kali ini ada istri yang membangunkan dia saat anaknya mau lahir. Dulu Monica mamanya Mischa dan mamanya Farouq tak pernah membangunkan dirinya.
“Kok nggak bilang dari tadi? Kenapa baru sekarang bilangnya,” kata Ajat panik.
“Dari malam sudah kerasa banget, cuma nanti kamu nervous, Mami pikir lebih baik kamu sudah tidur baru kamu bawa nyaman mobil. Yuk kita berangkat,” ajak Santi. Tas pakaian yang akan dibawa ke rumah sakit sudah siap di mobil. Jadi tidak perlu lagi mereka panik belum siap. Sudah jauh-jauh hari Ajat dan Santi mempersiapkannya, begitu mereka masuk rumah sakit pakaian sudah ada.
Saat jam 07.00 tadi masih baru pembukaan 4, Ajat memang belum ngirim pesan pada Adit. Jam 10.00 sudah bukaan 7. baru Ajat mengirim pesan sehingga akhirnya pesan tersebut tersebar di grup ibu rempong ALKAVTA.
Ajat dan Santi sudah sepakat tak mau mengetahui jenis kelamin bayi pertama mereka, agar mereka ada kejutan. Benar-benar mereka tak tahu apa jenis kelamin bayi tersebut bahkan untuk peralatan di kamar bayi semua masih belum ada warna.
Ajat dan Santi beli cuma tinggal pilih warna lalu dikirim begitu bayi lahir. Itu memang sudah kesepakatan Ajat dan Santi saja. Mereka sudah memilih bentuk desain dan ukuran, tinggal memilih warna saja. Begitu hari kelahiran mereka akan beritahu toko tinggal kirim barangnya.
Kalau untuk baju bayi mereka memilih warna netral tidak biru atau pink mereka memilih warna selain dua warna itu. Jadi baju memang beda yang belum ada paling rok-rok untuk bayi baby born bila anak mereka nanti perempuan seperti harapan Santi.