
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Jangan lupa bekalnya dibawa loh Mas dan dimaem ,” kata Dinda dan kebetulan itu didengar oleh Meliana yang lewat depan kelas si kembar.
“Ayah bakal abisin kok. Tenang aja nanti Ayah juga bilang sama kakek kalau nggak dihabisin di jewer sama Bunda,” mereka berdua tertawa.
“Assalam’ualaikum Bun, Ayah berangkat ya,” pamit Adit.
“Wa’alaykum salam hati-hati. Inget anak-anak nunggu Ayahnya pulang dengan selamat, bukan pulang cuma nama,” jawab Dinda
“Iya Bun. Ayah bakal hati-hati dan enggak ngebut.”
Adit langsung naik taksi untuk menuju ruko Dia tidak punya aplikasi ojek online.
‘Sampai segitunya orang kayak mereka aja bawa bekal ke kantor. Benar-benar dia sangat memperhatikan suami dan mertuanya. bagaimana lah aku yang enggak bisa masak,’ batin Meliana sambil berjalan ke ruangan nya.
Sejak kecil dia sudah berkecukupan sehingga tak pernah mau terjun ke dapur. Dia merasa pekerjaan dapur hanya buat perempuan berkekurangan atau perempuan tak punya pekerjaan seperti dia atau perempuan yang rendah dibanding dirinya.
Padahal kalau urusan harta, hartanya Dinda lebih banyak dari harga Meliana. Sejak kecil memang Dinda bukan orang kaya dan orang tuanya memang mengajarkan kesederhanaan walau mereka tidak berkekurangan. Dinda bukan orang susah.
‘Bagaimana aku mau memisahkan anak-anak dan ayahnya sedang ditinggal kerja aja di Fari merasa takut kalau Ayahnya kembali menghilang dari kehidupannya. Sedang aku masih trauma untuk menjalin hubungan dengan Mas Adit lagi. Aku tak pernah membencinya tapi aku tak suka dengan kelemahannya terhadap perempuan.’ kata Dinda dalam hatinya.
Dinda terus mengamati kedua putranya belajar sambil terus membayangkan langkah apa yang harus dia tempuh untuk masa depan kehidupannya berumah tangga dengan Adit.
‘Kalau aku seperti ini terus, yaitu pura-pura baik depan anak-anak sampai seberapa lama aku bertahan? Aku juga tak bisa menutup kemungkinan Mas Adit mungkin mau punya istri lagi karena dia butuh kegiatan biologis.’
‘Masalahnya kalau Mas Adit enggak mau bagaimana?’ pikir Dinda bimbang.
‘Apa aku harus kembali rujuk demi anak-anak?’
‘Rujuk juga enggak apa-apa sih. Aku juga tidak membenci mas Adit, daripada aku tersiksa dengan cinta terpaksa.’
‘Atau aku dapat orang yang betul-betul mencintaiku tapi tak cinta anak-anak seperti yang Mas Adit rasakan, atau aku mendapatkan cinta tetapi anak-anak mengalami kesedihan karena berpisah dengan ayahnya.’
‘Aku tak ingin anak-anak jadi korban keegoisanku.’ pikiran Dinda terus menerawang berkaitan tatapan mata Ghifari saat akan berpisah dengan ayahnya tadi.
Dinda takut anaknya akan mengalami trauma sejak dini bila dia egois memisahkan mereka.
‘Harusnya aku enggak perlu mengenalkan mereka dengan sosok ayah kandungnya agar tak seperti ini yang Ghifari rasakan.’
“Ayah harus bagaimana Nak? Bundamu enggak mau terima Ayah lagi,” kata Adit bicara sendirian saat melajukan mobilnya ke arah kantor.
Sepanjang perjalanan menuju kantor Adit memang berpikir berulang-ulang, Adit ingat tatapan Ghifari yang tak ingin ditinggalkan. Adit sudah sejak dulu bertekad tak ada perempuan lain selain Dinda. Tapi apa mau di kata dia selalu terjebak dengan belenggu orang-orang yang tak diinginkannya seperti Shalimah dan kemarin Merrydian.
Terlebih Merrydian tak ada hubungan apa pun, tapi Dinda salah paham sehingga membuat perceraian. Itu kejadian fatal yang tak ingin kembali Adit rasakan.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok