
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Kamu serius?” tanya Velove di telepon siang ini.
“Seriuslah, itu makanya aku tadi bilang aku batal belanja ke Bangkok dalam bulan ini. Mungkin nanti setelah bayiku lahir. Paling sekarang ya pesan yang di Singapura atau Sydney. Karena sudah jelas, sudah pernah lihat. Kalau yang di Bangkok aku belum berani pesan secara online kalau belum lihat secara langsung toko dan kelengkapannya,” kata Dinda pada Velove.
“Tadi aku kasih tau Puspa juga, dia kaget ketika mendengar aku kembali hamil dan kembar lagi,” ucap Dinda.
“Padahal aku kepengen banget punya bayi kembar,” kata Velove dengan penuh damba.
“Masalahnya adikku kandungku itu kembar, lalu keturunan dari Mas Adit kakaknya kandungnya juga kembar. Jadi gen kembar kami memang sangat kuat. Mungkin kalau hanya salah satu yang kembar tidak terlalu kuat. Tapi kami sama-sama gen kembar yang sangat kuat sehingga anakku kembar lagi,” kata Dinda.
“Yang penting kamu sehat dan kuat ya, terlebih kamu enggak ingin nyapih Ghaidan.”
“Iya. Terima kasih doaanya. Dan ingat ya 4 hari lagi semua bawa anak-anak ke rumahku pagi aja jam 10.00. Jadi kita nanti acaranya makan siang.”
“Iya, aku ingat. Ulang tahun Ghaidan kan?”
“Iya ulang tahun Ghaidan. Enggak ada tiup lilin loh yang penting kita kumpul aja berdoa untuk kesehatan Ghaidan,” kata Dinda.
“Siap Ibu Bos. Kami pasti datang, ada kebutuhan yang kamu inginkan untuk aku siapkan?” tanya Velove.
“Aku kepengen pesan arum manis dalam gelas itu buat anak-anak tapi gelasnya kecil-kecil aja jadi enggak terlalu banyak. Kemarin aku lihat online gelasnya besar-besar. Terlalu banyak aku enggak mau.”
“Kalau begitu kamu harus pesan. Jadi pesan size kecil,” kata Velove.
“ Iya aku juga maunya seperti itu, tapi belum ketemu yang dekat dengan rumahku jadi kayaknya masih belum sreg aja.”
“Bagaimana kalau aku yang pesenin? Satu blok belakang rumahku ada penjual arum manis. Nanti aku pesan dimasukkan di gelas kecil.”
“Oke kalau kamu bisa,” jawab Dinda senanag.
“Mau pesan berapa banyak?”
“Empat lusin aja lah. Dia jualnya puluhan ya? Kalau puluhan ya beli 40 aja.” kata Dinda.
“Oke aku pesankan 40 cup ya,” ujar Velove.
“Eh jangan 40 deh. 50 aja kali ya? Takut ada yang mau bawa dobel.”
“Memang berapa anak yang datang?”
“Kamu tuh gimana sih? Sudah aku belikan 100 aja nanti kalau sisa kita bisa bagikan ke sekolah atau tempat lain keesokan harinya. Kalau tidak sekalian makan tuh enggak kebanyakan koq,” kata Velove.
“Ya sudah pesankan 100 cup aja,” jawab Dinda.
“Kamu enggak kepengen rujak serut dekat rumahku seperti waktu hamil Ghaidan?”
“Enggak aku yang ini enggak kepengen rujak serut,” jawab Dinda.
“Oh ya sudah. Kalau butuh apa-apa kamu kabari aku. Nanti aku siapkan.”
“Iya nanti aku pasti bilang ke kamu kalau butuh sesuatu,” jawab Dinda.
“Besok aku masakin ya?” janji Dinda.
“Yang penting belikan bahannya dulu. Atau nanti aku minta Mbok Marni beli bahannya lalu langsung aku masakkan.” ucap Adinda.
“Aku lagi kepengen yang sudah jadi, selain ayam aku juga pengen kalkun panggang merah,” jawab Adit.
“Kamu kan janji enggak ngidam,” protes Dinda.
“Enggak ini enggak ngidam. Kepengen aja ayam dan kalkun panggang merah. Tadi aku lihat di tempat yang aku lewati kebetulan jual potongan babi merah digantung-gantung. Mas kok jadi langsung kepengen ayam atau kalkun bumbu charsiu,” kata Adit.
“Ayah dimasakin enggak mau. Kalau kalkun ya aku enggak tahu nyari bahan dasarnya di mana.”
“Makanya Mas mau beli aja nanti pulang kantor Mas akan cari dan beli yang masih glundungan baik kalkun maupun ayamnya. Mas akan search dulu di mana yang jual.”
“Kalau search langsung minta kirim aja. Ngapain kamu datangin?”

“Iya juga ya, mending suruh antar aja ke rumah,” kata Adit.
“Sekarang search dan pesan aja masing-masing satu. Kalau cocok, bisa pesan banyak pas ulang tahun Ghaidan.”
Adit langsung search penjual ayam dan kalkun panggang merah
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX HUSBAND yok.