GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
UNDANGAN FAMILY GARDEN PARTY



‘Saya tunggu kehadirannya di FAMILY GARDEN PARTY hari Sabtu jam 10.00 pagi di alamat ini,’ Velove, Puspa, Santi, Wika, Ajeng, dan Sondang serta Fahrul membaca pesan tersebut.


‘NB bawa pasangan dan anak-anak karena ini acara family.’


Begitu pesan yang mereka terima pagi ini. Hari Selasa sat pagi sebelum istirahat, dari bos besar mereka, ibu Adinda Suryani.


Shindu tak mendapat pesan tersebut karena dia dapat dari Ajeng tentunya. Begitu pun Ilham. Ilham juga tak mendapatkan karena sudah dapat dari Puspa. Bagas pun tak diberi undangan pribadi.


‘Wah saya bagaimana nih Bu, nggak punya pasangan,’ Sondang menulis itu sebagai jawaban.


‘Datang saja bersama inang dan anak-anak.’ balas Dinda.


‘Baik Bu, siap.’ balas Sondang selanjutnya.


‘Bu Dinda lagi acara apa sih?’ bisik-bisik di group whats-app five little star yang bernama TEAM INTI, tanpa Dinda tentunya.


‘Entah, tapi dia ngundangnya family garden party lho dan ini bukan di rumahnya. Walaupun satu jalan, bloknya beda dan nomornya beda yang pasti bukan rumah Bu Dinda,’ tulis Ajeng.


*‘Ya sudah kita pakaiannya santai kan? Karena ini kan lokasi di kebun. Kalau garden party kan pasti santai,’ *tulis Wika.


*‘Iyalah santai, terlebih aku yang gendut begini,’ *kata Santi disela kesibukannya mengawasi pekerja di rumah barunya. Sejak kemarin dia sudah tinggal di rumah ini. Tak jauh dari rumah Dinda sekitar 1 KM an jarak rumah mereka.


‘Oke kita siap-siap kita bawa-bawa nggak ya kalau acara seperti itu?’ tanya Wika. Maksudnya bawa makanan.


‘Bawa cemilan kali, paling kayak snack-snack buat anak-anak atau apa. Aku juga bingung nih mau bawa apa. Karena bukan ulang tahun, nggak mungkin kita bawa kado dan nggak mungkin juga kita bawa makanan.’ balas Ajeng.


‘Bukan undangan party pun kita juga ngapain bawa-bawa ke tempat Bu Dinda. Kayak nggak tahu saja, kecuali dia minta seperti waktu hamil dulu. Berapa kali dia minta sama istrinya pak Bagas, minta dibawakan rujak serut. Kalau sekarang mau bawain apa?’ kata Santi.


‘Aku bawa es krim saja, pakai cone kecil-kecil. Kan garden party banyak anak-anak,’ Santi menemukan ide akan bawa apa buat hari Sabtu nanti.



‘Ya sudah aku bawa keripik kentang,’ kata Ajeng. Dia pikir siapa pun pasti suka cemilan ini.


‘Eh bawakan aku spesial buat di rumah. Aku mau keripik kentang merk apa pun. pokoknya keripik kentang aku lagi kepengen. Bawain yang banyaaaak,’ pinta Santi. Padahal hari ini dia lagi minta keripik keju dan keripik singkong pedas dari Ajat yang langsung lari pergi beli.


‘Siap bumil, akan aku bawakan,’ balas Ajeng.


‘Yah, aku bawa apa dong?’ tanya Wika bingung.


*‘Kamu bawa rujak serut juga enak tuh. Tapi yang bikin sendiri atau kamu pesan di mana yang enak,’ *saran Ajeng.


‘Ya sudah aku bawa rujak serut saja buat tambah-tambah. Pasti kita makan sendiri kalau nggak ada yang mau makan di sana,’ balas Wika.


‘Ilham, Puspa mau bawa apa?’ tanya Ajeng.


‘Kasihan kalau dia nggak dikasih tahu kita bawa-bawa. Nanti dia nggak enak sendiri,’ Ajeng perhatian pada istri team inti.


‘Lagi kalian ngomong kayak buat perempuan saja,’ protes Ilham yang namanya dicolek Ajeng.


‘Kami di sini berdua Fahrul nggak kalian tanya mau bawa apa,’ tulis Ilham selanjutnya.


*‘Ha ha ha maaf, aku kira kita lagi ngobrol di YOUNG MOMS, ternyata kita di TEAM INTI ya?’ *tulis Wika.


‘Aku belum tanya sama istriku, dia pasti sudah dapat undangan langsung dari Bu Dinda. Nanti aku kabari apa yang istriku mau bawa yang penting aku sudah tahu kalian bawa apa saja.’


‘Wah aku bawa apa ini? Istriku nggak bisa aku tanyain,’ tulis Fahrul.


*‘Kenapa dia nggak bisa kamu tanyain? Kalian lagi perang?’ *kata Santi sambil ngunyah keripik singkong yang baru saja Ajat dapatkan. Ajat memandang berbinar melihat Santi lahap memakan apa yang dia beli. Baru kali ini dia membelikan sesuatu karena keinginan istri yang sedang hamil.


‘HP-nya barusan dibanting sama anakku, karena dia minta balon nggak dikasih.’


*‘Kenapa nggak dikasih balon?’ *tanya Ajeng.


‘Orang itu balon buat bapaknya, ibunya naruh sembarangan.’


Tentu saja emoticon ketawa ngakak rame di grup itu. Bagaimana tidak? Yang diminta anaknya Fahrul adalah balon untuk kontrasepsi!


*‘Kamu bikin aku sakit perut,’ *tulis Santi.


*‘Aku udahan, aku takut kalau ngompol.’ *kata ibu hamil itu.


‘Ya sudah Fahrul, kamu nanti kabarin aku saja bawaannya apa biar tidak overlapping.’ tulis Ilham.


‘Ya kita bahas di sini saja. Ngapain kamu berdua japrian mau adu pedang?’ balas Santi.


‘Bumil sensi nih,’ tulis Ajeng.


*‘Maklum dia jatah kurang,’ *balas Wika.


‘Ih, hamil malah jatah triple bukan double. Sudah aku mau pipis,’ tulis Santi lagi. Lalu dia pun benar-benar off karena sudah tak tahan mau pipis.