
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Gerimisnya cukup besar Yah, sebaiknya Ayah ambil payung dulu sekalian taruh makanan yang kita beli. Ada dua payung di belakang,” kata Dinda. Dia tak ingin mereka semua demam atau flu karena kehujanan.
“Ayah ambil payung dulu ya, kalian sama Bunda dulu,” kata Adit pada kedua putranya. Dia pun berlari ke mobil untuk mengambil payung dan menaruh makanan yang mereka beli. Adit mengerti tentu Dinda melarang anak-anak kena gerimis nanti bisa pilek atau sakit kepala.
“Sini Abang sama Mamas gendong Ayah kita jalan bertiga, kalian pegang payung ya. Bunda pakai satu payung ini,” kata Adit memberikan satu payung kepada Dinda dan mengangkaat kedua putranya untuk dia gendong.
“Hati-hati ya Bun, licin jalannya,” Adit masih sempat mewanti-wanti istrinya.
“Iya,” jawab Dinda dengan senang hati atas atensi suaminya.
Begitu Adit berlalu membawa kedua putranya Dinda tak ikut mengembangkan payung miliknya, dia kembali masuk ke dalam resto.
“Mbak tadi katanya mau cerita tentang hubungan kamu sama Mas Adit. Mau ngomong apa?” tanya Dinda to the point pada Syahnaz.
Syahnaz sangat gelagapan ditanya Dinda seperti itu. Dia tentu tak siap. Tadi hanya gertakan saja pada Adit agar diberi nomor teleponnya Adit.
“Mbak mau cerita ke semua orang di sini kalau mbak dulu itu saat SMA suka tidur sama semua teman-teman lelaki Mbak?” suara Dinda cukup keras untuk didengar semua yang sedang makan di situ. Semua pengunjung menoleh melihat seorang perempuan yang sedang hamil berkata keras pada perempuan yang sedang duduk dengan teman ABG nya.
“Lalu sekarang Mbak mau ngancam suami saya akan mengatakan semua rahasia itu pada saya seakan-akan saya tidak tahu? Semua orang tahu kok Mbak itu WC umum. Jadi semua lelaki bisa buang ****** semaunya di badan Mbak. Maaf suami saya sudah cerita semua kebusukan Mbak. Jadi enggak perlu mbak cari-cari masalah untuk nyamperin saya. Semua orang di sini biar tahu siapa perempuan ini,” kata Dinda. Dia lalu berbalik arah dan akan meninggalkan resto. Emosi Dinda meluap-luap suaminya diancam Syahnaz agar memberi nomor telepon.
“Oh ya hubungi Angelica tanya apa yang saya perbuat sama dia kalau mbak bagaimana saya bertindak. Saya akan buat mbak seperti Angelica,” kata Dinda lagi.
Syahnaz tak percaya istrinya Adit demikian berani menegur dan mengata-ngatai dia di depan banyak pengunjung rumah makan tersebut dan banyak juga yang membuat video.
Sesunggungnya Syahnaz sama seperti Meliana, dia mencintai Adit sejak SMA. Dia mencintai dalam diam karena sadar diri reputasinya sudah buruk di mata Adit. Tak mungkin Adit mau pacaran dengannya yang memang sejak SMA telah bekerja menjanjakan apem.
Dengannya Adit kehilangan keperjakaannya. Dan itu membuat Syahnaz sangat bahagia. Walau sudah punya janji dengan bis besar, bila Adit memanggilnya dia akan pending kencan dengan hasil besar. Dia lebih memilih yang free dengan Adit. Tapi sejak dulu Adit bahkan tak peduli padanya.
Adit menunggu Dinda dia gelisah mengapa lama. Adit takut istrinya kenapa-kenapa. Tapi dia tak mungkin meninggalkan kedua anak lelakinya di mobil.
“Kok bunda lama ya?” Kata Adit gelisah.
“Bunda tadi masuk ke dalam dulu,” jawab Fari yang memang sempat menengok dulu pada bundanya saat digendong Adit.
“Astagfirullah mau apa dia?” tanya Adit tak sadar.
“Paling bunda pipis,” jawab Iban.
“Aku yakin bunda bukan pipis, pasti nemuin tante Syahnaz tadi,” jawab Fari tanpa ragu.
‘Benar juga, pasti Dinda nemuin Syahnaz,’ kata Adit dalam hatinya membenarkan dugaan Fari yang memang sangat perasa.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.