GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
MALAM PENGANTIN



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Terima kasih ya Pa,” kata Dinda ketika mereka tiba di kamar hotel.



“Selamat ya buat kalian berdua. Papa sudah nggak ngerti deh sama perjodohan kalian. Sudah dua kali kalian bercerai, semoga yang kemarin adalah perceraian terakhir. Jangan main-main dengan perceraian,” kata Eddy menasehati Dinda.



“Ya Pa, kami berupaya untuk berubah menjadi yang baik, makin baik dan menjadi yang terbaik,” kata Dinda pasti. Dua kali memang dia yang memutuskan perceraian. Keduanya berdasar emosi semata, tak dipikir masak-masak.



“Ya sudah, Papa balik ke kamar ya,” pamit Eddy.



“Nanti aja Pa, bareng sama Mas Adit,” tahan Dinda.



“Wong Adit sudah pindah ke sini dari tadi siang sebelum kalian berangkat ke KBRI kok,” jawab Eddy.



“Loh, aku malah enggak perhatiin tuh Pa,” kata Dinda.



“Tadi habis bukain pintu kamu langsung masuk karena belum jagain anak-anak pakai bantal,  kan Adit masuk sudah bawa kopernya,” jelas Eddy.



“Aku malah enggak perhatiin Pa,” kata Dinda.



“Jadi gimana? Besok kita maunya ke mana?” tanya Eddy.



“Besok kita jalan-jalan ke mall atau ke mana aja deh Pa, tadi sore sampai malam kan kami abis tinggalin anak-anak. Masa besok seharian kita jalan ninggalin lagi buat belanja.” Adit mengemukakan pendapatnya.



\*‘Dia selalu mementingkan anak-anak di atas segalanya,’ \*pikir Dinda.



“Ya sudah kita besok iseng-iseng muterin kota aja,” kata Eddy.



“Ya Pa, kita bikin-bikin foto-foto aja, makan siang lalu pulang,” jawab Dinda.



“Mungkin kalau kalian mau belanja yang sore bisa sebentar,” saran Eddy.




“Ya enggak apa apa sama aja, kalau pas kamu kerja di Jakarta kan mereka ditinggal sama Si Mbok,” kata Eddy menepis rasa bersalah Adit.



“Ya sudah deh,” jawab Adit.



“Di sini kan waktunya terbatas, enggak seperti di rumah. Sudah enggak apa-apa kamu harus terbiasa,” jawab Eddy lagi.



“Papa tahu kan, hidup aku memang buat mereka. Sejak aku tahu keberadaan mereka di perutnya Dinda dulu, fokus hidup aku memang buat mereka enggak ada yang lain,” jawab Adit.



Dinda makin bergetar hatinya mengetahui isi pikiran suaminya tentang fokus hidupnya demi anak-anak mereka.



Eddy pun pamit, Adit yang mengantar sampai pintu kamar sekalian dia mau ke kamar mandi untuk ganti baju tidur.



“Mas tahu dari mana kami di sini?” tanya Dinda dalam pelukan Adit. mereka baru saja selesai melaksanakan malam pengantin.



“Kamu ingat Yank saat anak-anak ketemu dengan Mas? Mereka langsung aku kasih gelang dan kamu enggak melarang pemberian gelang atas nama mereka,” kata Adit.



“Enggak mungkin kan aku larang gelang buat mereka. Pertama gelang itu dari ayahnya, kedua gelang itu atas nama mereka. Kalau sudah seperti itu masa aku larang,” kata Dinda.



“Sejujurnya gelang itu ada chips untuk mendeteksi keberadaan mereka. Dalam gelang itu ada alat pelacak GPS. Mas takut mereka hilang tercecer atau diculik. Jadi kalau sesuatu terjadi pada mereka aku bisa melacaknya dengan cepat,” jelas Adit.



“Kamu berpikir menggunakan child safety walking, kalau Mas berpikir pakai gelang dengan chips, tujuan kita sama. Buat keselamataan anak-anak kan? Mas takutnya mereka tercecer saat kita lengah. Itu niat awal, bukan mau kuntit kamu. Tapi akhirnya chips itu berguna.”



“Papa tadinya ragu nyusul karena sampai saat ini papa enggak tau bagaimana Mas bisa tahu keberadaanmu. Wong cari kamu di Bekasi aja enggak ketemu kalau enggak karena order Meliana,” ucap Adit.



“Iya Mas, memang harus seperti itu, kalau enggak bisa bahaya buat keselamatan anak-anak. Banyak ibu-ibu yang ngatain aku kok tega pakai rantai buat anak dengan alat seperti itu.”



“Mereka enggak ngerasain bagaimana ribetnya kita bawa dua anak, satu lari ke kanan, satu lari ke kiri.”



“Biarin aja mereka ngomong apa, yang penting anak-anak kita aman,” kata Adit sambil melakukan serangan kedua.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.