
“Papa!” teriak Charles dengan sukacita.
“Papa?” tanyaLucas
“Iya kata mama Fanny sekarang panggilnya PAPA, karena kita juga mau pindah ke rumah baru nggak ada maminya,” jawab Charles polos.
“Memang kamu ikut sama Papa sama mama? Kamu tinggal di sini aja sama mamimu,” goda Lucas.
“Aku sama mama, kalau Papa yang nggak mau ikut ya udah. Papa aja sama mami,” Charles malah menyuruh agar Lucas yang bersama dengan Irene. Yang penting dia bersama dengan Fanny. Tentu saja membuat Lucas tertawa terbahak-bahak.
Lucas sejak di mobil sudah bicara dengan sopirnya karena itu sopirnya sudah mengerti
“Turunkan semua kardus dan yang tadi kita beli,” pinta Lucas.
“Dan kumpulkan semua pegawai tak ada terkecuali termasuk satpam juga bagian dapur!”
“Baik Pak,” jawab sopirnya.
“Saya tunggu 10 menit lagi di ruang depan,” ujar Lucas sebelum dia masuk ke dalam rumah.
“Ya Pak, saya mengerti.”
“Bagaimana? Kamu sudah siap?” tanya Lucas pada Fanny di dalam kamarnya.
“Sedikit lagi, barang aku kan nggak banyak. Aku kan belum pindah ke sini jadi cuma bawa sedikit. Hanya dua koper pakaian termasuk tas, sepatu dan alat make up ku,” balas Fanny sambil terus bekerja.
“Habis itu tinggal kosongin kamarnya Charles,” lanjut Fanny.
“Kalau kamar Charles semua perabotannya juga dibawa karena itu punya dia termasuk lemari dan tempat tidur, meja belajar, semua dibawa itu punya Charles,” jelas Lucas.
“Aku pikir cuma pakaiannya saja,” Fanny menghentikan pekerjaannya dan menengok pada Lucas.
“Enggak kalau punya Charles bawa aja semua. Di sini juga nggak akan dipakai. Dia nggak akan pernah mau punya anak,” jawab Lucas.
“Habis ini aku mau briefing pegawai dulu baru aku masuk ke kamarku beres-beres. Kamu nggak usah ikut ke kamarku nanti bikin ribut,” jelas Lucas.
“Barang Charles nanti biar dibantu oleh para pegawai. Ini aku mau briefing mereka untuk memberitahu kalau mulai bulan depan aku sudah tidak bertanggung jawab terhadap gaji mereka.”
“Ya sudah selesaikan aja semua urusanmu, aku ngurusin kamar Charles,” jawab Fanny. Dia kembali menekuni semua yang harus dia kerjakan.
“Apa semua sudah kumpul?” tanya Lucas melihat semua karyawannya.
“Ada yang tidak hadir hari ini?”
“Satpam bagian malam Pak yang nggak ada. Dia datang nanti jam 20.00 karena masuk kerja jam 21.00, jawab satpam siang. Yang lainnya lengkap.”
“Sekarang saya beritahu, mulai hari ini saya akan pindah rumah. Saya akan hidup bersama dengan Bu Fanny dan Charles karena tadi ibu Irene sudah menggugat cerai saya. Dia yang akan tinggal di sini.”
“Sampai akhir bulan, gaji kalian semua masih saya yang tanggung. Tapi sesudah itu bukan urusan saya lagi. Kalian yang masih kerja di sini minta pembayaran dengan Bu Irene.”
“Kalau ada yang mau ikut saya silakan, kalian boleh ikut saya nanti saya kasih alamatnya tapi saya tidak mau kalian mencuri barang satu potong pun di sini. Jangan sampai dikira saya yang menyuruh kalian. Walaupun hanya satu buah sendok, jangan pernah dibawa. Karena itu bukan milik kita,” kata Lucas.
“Sekarang tolong bantu bereskan kamar Charles. Semua barang akan di bawa kamar dikosongkan karena milik Charles nggak bakal dipakai oleh Irene termasuk tempat tidur dan meja belajar serta lemarinya itu semua dibawa semua. Sebentar lagi mobil baknya datang.”
“Selain itu yang di bawa hanya pakaian saja, pakaian saya semua akan saya bawa termasuk mainannya Charles, sepeda segala semuanya harus dibawa itu.”
“Saya rasa satu mobil bak cukup kalau hanya barang milik Charles aja. Tak ada barang lain. Selain itu saya juga nggak akan bawa barang apa pun di sini. Walau semua saya yang beli. Tak ada yang akan saya bawa sepotong pun. Saya hanya bawa semua pakaian saya tak akan tersisa satu pun,” jelas Lucas.
“Ini kartu nama saya, di belakang sudah saya tulis alamat baru saya. Kalian bisa datang ke sana maksimal besok. Kalau yang lewat besok saya tidak akan terima. Jadi kalian hanya punya keputusan hari ini atau besok.”
“Kalau yang mau keluar hari ini juga beres kan dulu barang milik saya dan Charles baru kalian boleh beres barang-barang kalian, karena nanti kasihan bu Fanny nggak ada yang bantu. Itu aja dari saya. Silakan sebentar lagi mobil bak datang.”
Lucas langsung masuk ke kamarnya dia minta dua orang pegawai laki-laki untuk membantunya packing. Dia hanya mengeluarkan barang-barang dari lemari dua pembantu laki-lakinya yang packing dan membawa keluar begitu seterusnya tidak sampai 2 jam semuanya selesai.
“Oke saya tunggu kalian, kalau mau datang ya sekarang. Saya permisi,” kata Lucas. Dia langsung meninggalkan teras rumah miliknya yang akan dia pindah tangankan ke tangan Irene.
“Dan ingat kalau kalian keluar dari rumah ini, kalian harus izin pada Irene jadi kalian harus tunggu dia pulang. Tidak boleh ada yang tidak pamit. Kita harus memperlihatkan diri bahwa kita adalah makhluk beradab,” kata Lucas. Dia sendiri tadi sudah berpisah secara resmi yaitu lewat pengacaranya jadi sekarang dia pergi tanpa pamit pun dia tak apa-apa.
Dua sopir dan dua pegawai lelaki Lucas langsung ikut ke rumah baru karena mereka diminta untuk membantu membereskan barang-barangnya Charles juga menurunkan dus-dus besar milik Fanny dan milik Lucas.