
Sehabis mengantar anak-anak Radit langsung ke tata usaha, dia minta data orang tua Charles.
“Ada perlu apa ya Pak? Kok minta data orang tua siswa lain?” tanya kepala tata usaha yang dimintai tolong oleh staff tata usaha untuk menghadapi Andit karena staff tersebut tak berani memutuskan.
“Barusan anak saya dimaki-maki oleh orang tua siswa, padahal anak saya tidak bersalah. CCTV tempat kejadian sudah membuktikan semuanya. CCTV ruang BP juga akan menjadi bukti kelakuan bapak tadi terhadap putra saya. Saya ingin membuat laporan tertulis kepada polisi sehingga saya ingin data konkrit nama orang tua Charles,” jelas Adit tak main-main.
“Ibu tahu kan anak saya kemarin dipanggil oleh guru BP? Pasti nomor suratnya ada di tata usaha dan ternyata anak saya tidak salah. Malah dimaki-maki. Saya sebagai orang tuanya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Itu melukai kejiwaan anak saya.”
“Saya akan laporkan pada KPAI dan polisi. Kalau Ibu tidak mau memberikan datanya, saya akan melaporkan yayasan ini membiarkan kekerasan terjadi di sekolah,” kata Adit mengancam kepala tata usaha tersebut.
“Sebentar Pak, saya minta persetujuan kepala sekolah dulu,” kepala tata usaha tak berani memutuskan sendiri tanpa minta petujuk atasannya.
“Kalau begitu kita menghadap kepala sekolah bersama agar saya mendengar apa yang Ibu katakan pada beliau. Jangan sampai Ibu salah bicara. Ayo kita ke kepala sekolah,” seru Adit.
Akhirnya Adit dan ibu kepala TU menghadap kepala sekolah bersama.
Kepala sekolah awalnya tidak mau memberikan izin untuk mendapatkan data diri orang tua Charles.
“Benar anak saya salah karena telah memukul Charles lebih dulu, tetapi alasan anak saya juga ada. Adiknya hendak dilecehkan oleh Charles. Apa sekolah menutupi dan melindungi pelaku pelecehan anak usia 5 tahun?”
“Bapak bisa lihat CCTV kejadian, anak saya berupaya menghindar dan berontak hendak dicium oleh siswa Bapak. Apa itu akan dibiarkan di sekolah ini?” tanya Adit berapi-api.
“Jadi silakan aja berikan data orang tua Charles atau sekolah ini yang saya laporkan membiarkan anak saya dilecehkan di dalam sekolah. Saya akan melaporkan ke KPAI dan polisi,” kata Adit tegas.
Tentu saja kepala sekolah tak mau nama yayasannya tercoreng sehingga dia akhirnya memberi izin tata usaha untuk memberikan data jati diri orang tua Charles.
Tanpa buang waktu Radit memang langsung melaporkan orang tua Charles ke polisi juga tembusannya dia kirim ke emailnya KPAI, serta email yayasan sebagai arsip.
Memang tadi kata-kata kasar dari papinya Charles terlalu kelewatan untuk anak usia 10 tahun, padahal dia belum mengetahui kebenaran yang terjadi. Adit juga sudah meminta rekaman CCTV ruangan kejadian serta CCTV ruangan BP sebagai bahan bukti laporan di kantor polisi.
Di kantor polisi Adit sudah didampingi pengacara kantor yang sejak dia minta data orang tua Charles sudah dia hubungi terlebih dahulu. Adit tak main-main dengan kasus ini. Ada dua kasus yang dia laporkan yaitu kasus pelecehan Biyya dengan pelaku Charles dan kasus intimidasi Lucas, papinya Charles yang mengintimidasi anak bawah umur dengan kata-kata tak pantas.
Adit tahu nanti Iban akan terseret dimintai keterangan, tapi dia yakin Iban akan siap menghadapi itu semua. Adit tak bisa membayangkan marahnya Dinda mengetahui Biyya putri mereka satu-satunya dilecehkan seperti itu.