
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
“Alhamdulillah,” kata Eddy melihat rekaman yang Adit kirim.
“Akhirnya mereka ketemu juga,” ucap Eddy dengan bahagia, setidaknya mereka punya pengharapan untuk bertemu lagi walau tidak segera. Karena Eddy hafal karakter menantunya, akan semakin marah bila ketetapannya dilanggar.
Ketetapan Dinda kali ini adalah tak boleh mencarinya. Kalau sekarang mereka bertemu karena kebetulan Adit ada kerja sama dengan yayasan tempat si kembar sekolah, itu bukan karena ngikutin Dinda kan?
\*\*\*
‘*Ternyata Mas Adit beneran kerja, bukan mencari aku. Rupanya mereka dapat order untuk membuat ruangan baru. Semoga aja perusahaan enggak bangkrut hanya karena dipegang oleh Radit*.’
‘*Tapi enggak apa apa sih kalau bangkrut juga, kan bukan punya aku*,’ pikir Dinda lagi.
‘*Eh perusahaan punya anak-anakku, enggak boleh bangkrut dong. Wah gawat, aku harus membantu jangan sampai perusahaan kolaps. Itu punya anak-anak. Walau dari rizki-ku pasti ada buat anak-anak, tapi lebih baik lagi kalau perusahaan itu tetap berjalan dengan baik sehingga ketika diserahkan ke anak-anak punya nilai yang sangat bagus*.’ lanjut pikiran Dinda lagi.
\*\*\*
Sekolah sudah akan bubar, Adit tahu mobilnya sudah diketahui oleh Dinda sehingga kalau dia ngikutin pasti ketahuan. Karena itu Adit keluar ke supermarket di seberang sekolah dan memanggil taksi dari situ. Dia akan mengikuti Dinda sampai tempat tinggalnya.
Begitu keluar dari kelas Dinda celingak celinguk mencari keberadaan Adit.
‘*Rupanya dia langsung pulang karena dia tidak tahu aku ada di sini*,’ kata Dinda sambil menggandeng kedua putranya di kanan kiri agar tak lari tanpa pengawasan.
‘*Berarti tadi Mas Adit enggak lihat aku ada di dalam ruangan yang dia cek dengan ibu ketua yayasan*,’ batin Dinda selanjutnya.
‘*Baguslah sehingga anak-anak aman, aku yakin kalau mereka bertemu bukan Mas Adit yang akan histeris tapi anak-anak yang sudah sangat kangen pada ayahnya*.’
Dinda pun melajukan mobilnya pulang menuju ruko, dia tidak melihat ada mobil Adit mengikuti. Kalau taksi kan di mana-mana banyak jadi enggak sadar kalau dia sedang diikuti oleh taksi yang Adit tumpangi.
“Stop!” pinta Adit saat melihat Dinda berhenti di sebuah ruko grosir perlengkapan anak dengan nama G&G.
Adit membuat foto plang nama usaha milik Dinda.
“Tidak, sebentar lagi balik lagi ke tempat mobil saya di supermarket tadi Pak,” jawab Adit sambil mengamati istri dan kedua anaknya turun di ruko dan disambut seorang pria.
\*\*\*
Dinda turun dengan kedua putranya urusan tas sekolah dipegang oleh pembantunya atau pegawainya. Adit melihat ada mobil sport di parkir di depan ruko dan seorang lelaki menyambut kedatangan si kembar yang kebetulan hari itu tidak tidur.
‘*Dia sudah punya penggemar*,’ pikir Adit
‘*Enggak aneh sih, dia lagi hamil aja banyak pemujanya. Cuma aku aja yang teramat bodoh bisa menipunya dengan selalu mendatangi Shalimah*.’
‘*Aku teramat bodoh sehingga setiap siang wajib datang untuk menengok Bram. Tapi semua orang tahunya aku menengok Shalimah kan, bukan menengok Bram. Memang itulah apes yang aku alami*.’
‘*Ditambah lagi kasus dengan Merrydian. Habislah sudah aku di mata Dinda*.’
‘*Aku nggak ingin hubunganku dengan Meliana juga membuat Dinda semakin menjauh. Aku tak mau Meliana mendekatiku*,’ kata Adit
Kemarin Adit dapat info dari teman SMA nya siapa Meliana ketika SMA. Ada sahabat Yati demikian orang terdekatnya memanggil. Adit sudah tahu saat SMA Meliana menyukai nya tapi mundur karena mengetahui Adit pelaku free sexx.
Itu sebabnya tadi Adit menyanjung istrinya di depan Meliana. Agar perempuan itu sadar tak ada celah intuk dirinya.
‘*Aku harus menjauh dari Meliana. Besok aku akan datang bersama arsitek biar dia yang bicara dengan Meliana dan aku mencari anak-anak*,’ pikir Adit lagi.
“Ayo Pak kita kembali ke supermarket tadi, yang penting saya sudah tahu di mana mereka tinggal,” kata Adit.
“Baik Pak,” jawab si sopir.
Adit masuk ke supermarket. Dia membeli kopi instant dalam botol dingin beberapa buah. Juga dia beli KIMBAB atau GIMBAB segitiga yang dijual di supermarket tersebut. Adit memilih isi ikan dan ayam yang pedas. Itu menu makan siang yang dia pilih karena sekarang mendekati jam 12.
Lalu Adit langsung menuju kantornya.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK yok