
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Aku enggak tahu jalan apa yang akan Dinda ambil Pa,” kata Adit. Barusan dia cerita bakal jebakan yang akan dilakukan oleh Meliana untuk dirinya.
“Rupanya Dinda sejak malam sudah antisipasi, di dalam tasnya ada gelas tupperware kecil yang bisa tertutup rapat jadi bisa untuk membawa sampel kopi kalau itu sudah aku minum pun tetap akan diambil.”
“Bahkan saat perjalanan pulang di mobil Dinda cerita kalau pun kopi sudah tumpah dia akan ambil dengan tissue, kopi yang serap dengan tissu itu tetap bisa buat sampel.”
“Kalau Papa lihat dari situ, kayaknya kemungkinan rujuk masih ada tapi ya kita enggak tahu juga,” komentar Eddy. Kemarin Bagas sudah diceritakan soal perceraian Adit dan Dinda yang tak boleh dia ceritakan ke orang lain.
“Kayaknya kok dunia persaingan perebutan suami makin ketat ya,” kata Bagas.
“Ya asal kita jangan terjebak oleh perempuan-perempuan seperti itu. Perempuan yang tak punya otak, sehingga bisa mengorbankan istri atau perempuan lain dan anak-anak lelaki yang dia tuju.”
“Kalian pikir enggak dia mengorbankan anak dari laki-laki yang dia ingin rebut dari istrinya berarti dia sama sekali tidak punya cinta yang tulus pada siapa pun karena berani memisahkan cinta anak-anak dari ayahnya. Itu suatu pekerjaan yang sangat kejam.”
“Perempuan seperti itu tidak bisa kita jadikan istri atau ibu dari anak-anak kita,” kata Adit. Dia belajar dari pengalaman hidupnya sendiri. Mana mungkin perempuan yang tega menyakiti hati orang bisa jadi ibu yang baik?
Memang Bagas ada di ruangan itu sekalian melaporkan soal tadi, Adit ingin ada saksi bahwa Meliana hendak menjebaknya. Untung semalam Adit memaksa Dinda ikut, bila tidak bisa terjadi hal buruk, terlebih bila dia hanya datang sendiri sesuai pesan Meliana pada Bagas.
“Bener banget perempuan seperti itu bukan ibu yang baik buat anak-anak. Bagaimana dia jadi ibu yang baik sedangkan dia mengorbankan anak-anak lain dari lelaki yang dia kejar? Hempaskan perempuan-perempuan seperti itu, walau sebegitu hebatnya mereka diranjang tetap aja tidak punya hati karena berani melukai hati orang lain.”
“Kalau pun belum ada anak, dia sudah melukai hati perempuan lain. Buang jauh-jauh dari calon istri atau calon ibu anak-anak,” jelas Eddy.
“Kira-kira jalan apa yang akan Meliana ambil ya?”
“Aku yakin Meliana sekarang sedang berpikir ulang, setelah ketahuan oleh Dinda. Lihat reaksinya, pasti ada sesuatu di kopi itu. Enggak mungkin dia akan buang begitu tahu Dinda minta sampel kopi,” kata Eddy
“Saya jadi takut banget kalau bertemu dengan klien seperti itu,” kata Bagas.
“Kita enggak usah terlalu parno, tapi hati-hati saja di setiap langkah,” kata Eddy.
“Kalau enggak gitu kita enggak bisa maju. Bisa juga kok yang ngajakin kita laki-laki, kita nanti dijebak. Biasanya lawan bisnis sering melakukan seperti itu. Kita nanti kena jebak, ada video kita sedang bermain dengan perempuan akibat obat yang diberikan oleh lawan.”
“Biasanya hal itu terjadi saat kita main tender, biasa dilakukan oleh lawan. Kalau kita main personal seperti ini jarang kejadian seperti itu karena kan kita nggak ada lawan,” jelas Eddy.
“Hal seperti itu sudah terjadi sejak dulu kalau untuk masalah lawan bisnis. Bisa aja nanti ada pertemuan tak sengaja dengan perempuan yang akhirnya bisa tidur dengan kita.”
“Makanya kejujuran harus kita utamakan, komunikasi dengan istri harus kita utamakan. Itu yang saya rasakan sejak zaman baheula. Zaman dulu aja saya sudah hampir kena seperti itu. Awalnya pernah ketemu tak sengaja saya tolong, lalu dia sering minta bertemu atau bisa juga ketemu tak sengaja dimana aja berulang-ulang.”
“Lalu dia bikin mamanya Adit cemburu karena saat bertemu kita sedang akrab. Dia sedang mengelap bibir saya dengan tissue sengaja dibuat seperti itu, mamanya Adit sengaja diundang oleh orang lain. Pada momen yang tepat dia melihat kejadian itu. Itu sudah permainan kotor di bisnis.”
“Ya ampun segitunya Pa?” tanya Adit
“Iya dia ingin menjatuhkan Papa, jadi diatur waktu dengan perempuan tersebut. Akan terlihat kalau Papa bukan suami yang jujur dan suka selingkuh. Dalam bisnis ada pepatah istri yang kita ambil dengan sumpah di depan Tuhan saja bisa kita kelabui terlebih konsumen. Itu sebabnya kebersihan pebisnis dilihat dari tingkah laku dalam rumah tangganya.”
“Tapi mamamu bukan orang bodoh, dia sama seperti Dinda. Dia selidiki perempuan tersebut, dan akhirnya ketahuan kalau perempuan tersebut adalah suruhan dari lawan bisnis Papa.”
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok