
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Bagaimana Ibu mengerti enggak?” tanya Dinda dengan lembut pada ibunya Puspa. Tak ada paksaan atau cibiran merendah seperti yang dibayangkan Puspa sejak kemarin.
“Ada yang di ingin ditanyakan Ibu atau Pupa? Katakan aja jangan ragu. Tak ada target dari saya. Kamu enggak jualan juga enggak apa-apa. Di toko saya yang beli grosir banyak karena ini memang hanya buat grosir. Hanya kamu dan Velove yang jual ecer ke konsumen,” Dinda menjelaskan dia tak mengharuskan Puspa sama sekali. Ini wajib Dinda beberkan pada Puspa dan ibunya agar mereka tahu Dinda tak punya tujuan lain selain membantu Puspa mencari uang.
Kebetulan dua anak Puspa yang satu tidur yang satu dipegang oleh Bu Siti sehingga keduanya bisa konsen menerima penjelasan Velove dan Dinda. Bagas ngobrol dengan Eddy dan Adit di ruang belakang memperhatikan para krucil main karena Bagas juga membawa anaknya.
“Saya mengerti kok Bu. Insya Allah saya akan senang kalau anak saya bisa bekerja seperti itu,” kata ibunya Puspa.
“Dia tidak perlu keluar atau harus cari barang dia bisa kerja sambil menyusui atau saat anak-anaknya sedang bermain atau tidur. Dan sebagai janda nantinya itu sangat berguna menghindari pergunjingan tetangga,” jelas ibunya Puspa.
“Kalau nanti kamu bekerja kantoran enggak masalah. Jualannya bisa disambi,” jelas Velove.
“Jadi saya langsung berpikir untuk menjadikan Puspa agen saya saja. Memang beda dengan ibu Velove kalau ibu Velove kan memang bergerak ya dalam artian bu Velove sekalian mengantarkan barang dagangan menjual langsung, dia langsung packing. Kalau Puspa nanti kan hanya menawarkan saja, soal urusan mengirim barang dan segala macam yang membungkus segala macam itu kan diurus oleh pegawai saya. Kalau Puspa sudah bisa seperti Velove, saya senang artinya jumlah yang didapatkan Puspa akan lebih besar.”
”Saya tidak menutup kemungkinan itu Bu. Cuma sekarang saya berpikirnya Puspa belum bisa. Anaknya baru berumur 2 tahun dan 4 bulan. Tak mungkin kan kalau dia harus terima order lalu membungkus dan mengirim. Saya takut malah keteteran dan nama usaha saya nanti tidak bagus. Makanya saya tawarkan jadi agen dulu Bu. Mungkin nanti kalau anak-anak sudah bertambah besar dan bisa ditinggal Puspa bisa bergerak seperti Velove.”
“Iya Bu saya sudah bersyukur Ibu malah mau membantu anak saya,” kata ibunya Puspa.
“Mana ada seorang mantan pimpinan yang malah membantu istri dari orang yang mencurangi perusahaannya selain Ibu? Saya sangat bersyukur saya. Tadinya tidak percaya waktu Puspa bilang kami diundang Ibu boleh bawa anak-anak. Saya tadinya berpikir Ibu pasti akan memberi tekanan pada kami,” dengan jujur ibunya Puspa mengungkapkan isi hatinya.
Puspa memang dari tadi hanya diam saja. Sama seperti yang ibunya katakan dia tak percaya Dinda malah mau membantu dirinya yang istri dari orang yang mencurangi perusahaannya. Puspa dari tadi memang terus berpikir orang sebaik ini kenapa dicurangin oleh Rizal? Mungkin Rizal terlalu terlena oleh kemudahan yang didapatkan dari perusahaan.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok.