GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
NGECOR SPECIAL



“Serius Bu?” tanya Ajeng kepala HRD yang sedang menjalin hubungan serius dengan Shindu.


“Serius lah. Saya tunggu five little star dan pak Shindu besok jam kunjungan pagi ya. Sore saya jadwalkan untuk yang lain,” Dinda langsung mengabari Five Little Star melalui Ajeng. Biar nanti dia yang mengkoordinir pasukannya.


“Serius?” Velove berteriak menerima telepon dari bosnya.


“Serius, dan waktunya jadwal kunjungan pasien sore. Karena paginya ada rombongan lain. Aku enggak kasih tahu siapa-siapa. Jadi yang akan boleh masuk hanya orang yang aku hubungi. Jangan lupa janjian dengan Puspa,” balas Dinda.


Esoknya five little star datang pagi saat jam kerja, tentu saja bersama Shindu.


“Ibu nggak salah Bu? Dapat tiga?” tanya Shindu tak percaya. Kemarin memang dia tak memberitahu. Hanya menyuruh datang ke rumah sakit karena dia sudah melahirkan saja.


“Iya nih, Ibu enggak kasih tahu kita,” protes Wika, wakil ketua bagian keuangan. Dia yang paling kolokan dan berani bicara.


“Memang kalau saya kasih tahu, kamu bisa bantu bawain beratnya bayi di dalam perut saya?” tanya Dinda.


Tentu saja hal itu membuat mereka semua tertawa.


“Jadi sekarang sudah ada bidadari cantik di rumah Bu?” kata Santi yang wakil HRD.


“Iya, sekarang saya sudah punya kompetitor. Bukan paling cantik lagi karena ada Gathbiyya,” jawab Dinda.


“Wah bahaya itu Bu. Jangan sampai salah didik. Dia nanti paling dimanjain sehingga kolokan,” kata Fahrul kepala divisi marketing.


“Iya, saya sama ayahnya sudah diskusi lama semalam begitu dia lahir. Dia keluar yang terakhir, kami langsung diskusi bahwa dia tidak boleh diistimewakan karena dari 5 saudaranya hanya dia yang perempuan.”


“Pasti tetap ada keistimewaan karena kakak-kakaknya pasti akan selalu over protektif pada dia, terlebih kakeknya. Dia pasti akan dibedakan dari yang lain.”


“Itulah sebabnya, saya dan ayahnya yang harus mengatur agar semua balance. Tidak ada yang lebih dan tidak ada kurang.”


“Benar banget Bu,” kata kelima anak buah Dinda itu.


Mereka berjalan bercengkrama sampai jam kunjung berakhir. Memang hanya 5 orang itu plus Shindu yang diberitahu oleh Dinda.


Velove dan Puspa datang sore hari sesuai jadwal yang Dinda atur. Itu memang disengaja agar tak tumpang tindih ngobrolnya.


“Wah Emak kita yang satu ini memang hebat banget deh, bisa bawa 3 sekaligus,” kata Puspa. Dia dan Velove juga tak di beritahu soal kembar tiga yang baru lahir. Hanya dikabarkan Dinda sudah melahirkan kemarin sore dan diminta datang sore ini.


“Sudah begitu dia diam-diam lagi dari kita. Enggak ngomong apa pun walau aku sudah menduga ini pasti kembar lagi seperti yang pertama,” kata Velove yang sangat ingin punya anak kembar.


Bagas hanya menepuk-nepuk bahu Adit, dia tak percaya Adit dapat 3 sekaligus. Suatu kesempatan yang sangat langka.


“Gila benar Pak. Kasih tahu dong Pak rahasianya,” pinta Bagas berseloroh. Karena semua tahu kembar itu bukan karena kita atur.


“Enggak ada rahasia lah, ngecor mah sama aja sama kayak kamu ngecor bangunan proyek mu,” jawab Radite juga membalas dengan selorohan.


“Bismillah nya juga sama aja. Apa coba rahasianya?” kata Adit menghindar pertanyaan lanjutan.


“Mungkin itu akibat dari obat penyubur yang Mas Adit minum dan suntik penyubur dosis tinggi ya Mas.” kata Dinda.


“Memang kenapa Pak Adit kok minum obat itu?” tanya Velove.


“Mas Adit itu divonis steril atau tidak ada bibit. Tapi saat penelitian laboratorium ternyata bibitnya ada, 1 banding 1000 sangat lemah. Jadi bukan tak ada sama sekali. Sehingga dokter langsung ngebom dia dengan obat harian yang sangat banyak dan harus telaten dia minum. Juga suntikan berkala dua minggu sekali,” jelas Dinda.


“Jadi sekali senggol aja langsung jadi. Seperti waktu di Australia, langsung jadi kalau Ghaidan. Kalau Ghifari dan Ghibran itu proses yang sangat lama 1 tahun baru bisa jadi. Karena belum pakai pemacu kesuburan,” kata Dinda.


“Dan habis habis Ghaidan kami enggak pakai kontrasepsi sama sekali, berprosesnya lama dan baru dapat yang sekarang.”


“Habis ini apa akan nambah lagi?” tanya Puspa.


“Enggak, dari sebelum tahu bahwa akan dapat kembar pun kami sudah bilang akan stop di kehamilan ketiga. Jadi enggak ingin tambah lagi.” Jelas Dinda.


“Tapi seperti kamu tahu, keinginan itu kan enggak selalu terkabul. Jadi kemungkinan tambah lagi ada kalau Allah berkehendak bisa aja kan? Tapi kalau keinginan kami stop dikehamilan ketiga. Tapi entah kehendak Allah kita enggak tahu. Walau dicegah kayak apa pun kalau Allah berkehendak pasti akan terjadi juga,” kata Adit.