
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Ade jangan ambil barangnya Mamas,” protes Fari saat Iban mengambil stock kayu yang sudah dia kumpulkan untuk dia buat sebagai bahan bangunan yang akan dia rancang. Jadi sebelum membangun, Fari sudah mengira-ngira apa yang akan dia buat, dan dia buat konsep itu di benaknya untuk dia wujudkan.
“Aku bukan ade, aku ABANG,” jawab Iban sambil mengembalikan kotak yang dia ambil dan mengganti dengan bahan lain. Tak pernah mereka berebut bila salah satu sudah meng-klaim barang itu miliknya. Mereka selalu berbagi.
Dinda hanya tersenyum melihat kedua anaknya bertengkar mereka memang seperti itu, sekarang usia mereka sudah hampir 4 tahun.
Anak ketiganya sudah berusia 1 tahun. Anak ketiga juga berjenis kelami laki-laki bernama GHAIDAN GHOSSAN ALKAV. Ghaidan artinya laki-laki yang penuh kelembutan. Sedang Ghossan artinya menyejukkan hati.
“Cucu Kakek kenapa ribut lagi?” tanya Eddy yang juga sedang duduk membaca di ruangan itu.
“Aku enggak ribut Kek. Mamas senengnya manggil aku ADE, sudah berapa kali aku bilang, enggak mau dipanggil ade. Aku sudah punya ade,” protes Iban.
“Pokoknya semua adik aku, ya aku panggil ade,” Fari pun sama ngototnya.
“Masa aku panggil kamu Abang Iban? Enggak pantes kan, wong kamu bukan abang aku,” kata Fari berikutnya.
Eddy memandang Dinda, dia minta bantuan karena bingung juga. Menurut Eddy benar yang Fari bilang, tak mungkin anak itu memanggil abang pada adiknya.
Dinda yang tahu maksud pandangan Eddy lalu mendekati kedua putranya.
“Abang Iban, maksudnya Mamas manggil kamu dek itu karena dia lebih tua dari kamu. Jadi wajar kamu mamas panggil ade. Enggak mungkin Mamas manggil kamu Abang.”
“Jadi jelas ya? Kalau dari mamas ya semuanya ade. Oke?” kata Dinda.
“Oke,” jawab Iban mengerti.
Saat itu Adit sedang kerja bakti lingkungan jadi tak ada di rumah hari Minggu pagi. Eddy tentu sudah tidak ikut kerja lingkungan karena sudah tua.
“Yaaaaaa,” panggil kata Ghaidan melihat ayahnya datang dari luar.
“Anak Ayah udah ganteng, nanti ya sayang Ayah mandi dulu. Ayah kotor dan banyak kumannya karena habis bersihkan lingkungan, nanti habis mandi Ayah gendong kamu,” kata Adit pada putra bungsunya.
Ghaidan yang belum mengerti penolakan Adit tentu marah dia menangis menjerit.
“Enggak begitu caranya kalau manggil ayah. Ayah kan sudah bilang ayah mau mandi dulu. Ayo sama Bunda aja yuk,” kata Dinda dengan sabarnya. Dinda menggendong putranya yang sedang bermain di lantai. Memang tadi ketiga putranya sedang bermain bersama di karpet lantai ruang bermain mereka.
Adit merasa bersalah, seharusnya tadi dia lewat pintu samping sehingga putra bungsu tidak melihatnya untuk minta gendong. Dia cepat mandi membersihkan diri dan berganti dengan baju santai untuk segera mengurus putranya.
Adidas sangat bahagia memiliki tiga anak lelaki yang sehat dan pintar. Di usia 4 tahun sekarang Fari dan Iban sudah sangat lancar berbahasa Inggris. Mereka juga pintar di sekolahnya dan banyak piala yang mereka dapatkan dari banyak kegiatan. Fari sering menjadi juara lukis sedang Iban dia lebih banyak piala di pidato dia banyak pernah mengikuti pidato dalam bahasa Inggris untuk anak prasekolah.
Keduanya juga berprestasi di bidang agama dan untuk tahun pelajaran ini di usia 4 tahun lewat 2 bulan Dinda dan Adit sudah mendaftarkan mereka di sekolah untuk masuk SD. Dua bulan lagi mereka akan kelas 1 SD sedang sekarang Ghaidan sudah sekolah bayi seperti kakak-kakaknya dulu.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok.