GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
PAKAI TANGAN ORANG LAIN



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Meliana tak berani keluar dari ruangannya dia melihat ponsel yang tadi dipegang oleh satpam.  Meliana melihat ada rekaman semua yang dia lakukan sejak awal.  Ternyata Adit meletakkan CCTV mungil tanpa kabel terbaru di ruang kerjanya dari tiga sudut berbeda. Sehingga semua terekam!


Tadi saat Adit melihat foto dia menaruh sebuah kamera di ujung Selatan. Lalu dia ke ujung Utara dan sisi Barat ruangan, jadi dia ada tiga arah mata angin bisa melihat semuanya.


Meliana tak percaya dia kalah telak. Sekarang siapa yang bisa menolongnya? Setelah semua kelakuannya terbuka lebar ke orang tua siswa.


Ternyata Dinda memang tidak melakukan dengan mulutnya atau dengan tangannya tapi langsung dengan mulut dan tangan para orang tua siswa.


Saat itu juga sekolah langsung kosong, para orang tua langsung pulang mengajak anak-anaknya pulang. Para guru tak bisa berkata apa pun karena ternyata ketua yayasannya yang melakukan hal pelecehan terhadap orang tua siswa.


Mereka jelas melihat bagaimana ganasnya Meliana menciumi Adit serta membuka pakaiannya sendiri dan pakaiannya Adit padahal Adit saat itu sudah tidak sadar.


Kok Dinda bisa punya kamera CCTV?


Ternyata kemarin sepulang sekolah Dinda hanya menaruh anak-anak dan memberi makan siang sesudah itu dia minta Bu Tari untuk menjaga anak-anak.


Dinda pergi mencari CCTV kecil yang tanpa kabel. Dinda langsung membeli juga 5 buah ponsel yang langsung di rakit atau disambungkan ke CCTV. Dinda meminta teknisi toko langsung menginstal di ponsel itu agar dia tak salah. Bisa gawat kalau tak berhasil menghubungkan sendiri. Dinda tak pakar untuk merakit sendiri. Walau ada petunjuk, untuk 5 ponsel dalam waktu mendesak lebih baik Dinda mengeluarkan uang saja guna membayar jasa perakitan.


Dinda membeli ponsel termurah yang bisa dihubungkan karena dia pikir hanya akan satu kali pakai. Tak mungkin dia minta kembali ponsel-ponsel itu kan?


5 HP tersebut 1 dipegang Eddy, 1 dipegang oleh satpam dan 3 diberikan kepada para orang tua di kelas yang berbeda. Jadi ada 4 saksi di luar Eddy yang melihat bagaimana keganasan Meliana pagi itu.


Guru-guru juga tak punya muka setelah berita itu viral di media sosial, kalau ketua Yayasan mereka melakukan pelecehan seperti itu.


Ada yang sengaja menyiarkan itu tanpa diedit sehingga wajah Adit terlihat jelas tapi memang Adit saat itu sudah tidak sadar jadi dia tidak salah. Tapi ada beberapa ibu yang pandai dia ngeblur dulu wajahnya Adit tapi kalau wajahnya Meliana sengaja dibiarkan terekspos vulgar sehingga semua orang tahu. Begitu pun nama yayasannya mereka ada yang sebut disingkat ada yang menyebut secara lengkap.


Semuanya tergantung siapa pemostingnya. Tapi Dinda telah membuat title lokasi kejadian serta tanggal dan jam kejadian. Semua itu sudah dibuat oleh sistem sebelum diberikan kepada para ibu dan satpam.


Adinda memberikan rekaman CCTV tersebut ke teman-temannya Adit yang satu SMA dengan Adit melalui ponselnya Adit karena rekaman CCTV dari tangannya Eddy langsung di forward ke nomornya Adit.


Dinda yang memegang ponsel Adit saat pemiliknya sedang pingsan langsung mengerjakan pengiriman itu. Sehingga group alumni SMA langsung heboh kasus pelecehan oleh Meliana.


Di media sosial pun Meliana hancur karena langsung teman-temannya nge-share kasus tersebut.


“Kamu salah cari lawan. Bu Dinda kok dilawan,” kata Bagas. Dia cerita pada Velove istrinya bagaimana kelakuan Dinda membalas Adit yang ingin direbut Meliana.


Oleh Eddy, Adit langsung dibawa ke ruko tempat Dinda tinggal.


“Aku minta maaf ya Pa, kalau nanti Mas Adit jadi terbawa-bawa namanya,” kata Dinda saat mereka tiba di ruko. Bagas dan dua rekannya serta Pak Pujo yang mengangkat Adit ke atas dengan susah payah karena Adit tidak sadar.


Meliana memang berniat membuat video dan akan diedit seakan Adit yang berkeinginan untuk bermain cinta dengannya tapi sayang live streamingnya Dinda lebih duluan muncul sebelum editan yang dia buat, karena kalau editan kan memang setelah selesai dia beraksi dulu kan baru dia buat. Beda dengan live streaming versi Dinda.


Meliana sudah tak ada muka. Bunyi ponselnya berulang kali karena di media sosial dia di tag namanya di semua media sosialnya diperlihatkan bagaimana kejahatannya melakukan pelecehan terhadap temannya sendiri.


Karena namanya di tag tentu banyak keluarganya sepupu-sepupunya yang mengetahui dan dia tidak bisa menghapus postingan itu. Akhirnya namanya di keluarga besar juga hancur. Yayasannya hancur.


Saat sadar Adit baru mengetahui kejadian itu.


“Mas, aku minta maaf ya Mas, karena wajahmu dan namamu jadi tersebar seperti itu,” Dinda segera meminta maaf pada Adit. Dia tak enak membuat Adit jadi malu.


“Enggak apa-apa,” jawab Adit pasrah.


‘Jadi ini yang Dinda bilang waktu itu, aku akan membuatnya terkapar! Aku sudah curiga sih.’ Batin Adit mengingat pernah mendengar ancaman Adinda akan membuat Meliana terkapar.


‘Pantas dia tak perlu mengecek kandungan kopi yang pertama tapi langsung dibuat yang seperti sekarang. Ternyata ini balasan yang Dinda buat pada Meliana. Istriku memang supeeeeeeeeer,’ batin Adit lagi. Dia terima teh madu hangat yang Dinda berikan.


Adit banyak menerima pesan di media sosialnya, Adit menjawab dia tidak tahu apa-apa. Adit juga mengatakaan Meliana memang sudah dua kali berusaha menjebaknya kata Adit.


Membaca keterangan Adit, bahwa Meliana sudah dua kali menjebak Adit makin heboh lah komentar di media sosial.


‘Serius kamu? Dia dua kali menjebakmu?’ begitu pertanyaan beberapa teman.


‘Ya yang pertama istriku masih menahan diri. Istriku sudah mendapatkan sampel kopi yang dia berikan kepadaku. Waktu itu belum aku minum karena langsung ketahuan oleh istriku,’ jawab Adit.


Meliana tambah terpuruk melihat komen Adit seperti itu karena nama dia juga di mention oleh Adit bahwa Meliana sudah yang kedua kali mencoba memberikan obat di kopi yang akan diminum oleh Adit.


Meliana memang sudah tidak ada mama dan papa juga kakeknya tapi para om, tante dan budenya masih ada. Mereka tentu marah melihat kelakuan Meliana seperti itu banyak yang akhirnya menghubungkan dengan kelakuan buruk ayahnya.


“Pantas aja Meliana seperti itu karena menurun dari sifat ayahnya yang suka main perempuan.”


Atau ada yang bilang “Pantes aja dia enggak laku-laku sampai melakukan pelecehan terhadap laki-laki yang dia inginkan.”


Karena akhirnya semua tahu Adit adalah laki-laki pertama yang sejak SMA Meliana inginkan itu semua terbaca dari komen-komen para teman sejak di SMA.


Meliana sudah tak punya muka lagi. Dia mengurung diri di kantor yayasan sampai sore baru berani pulang. Sejak tadi Meliana mencari di mana Adit meletakkan CCTV karena CCTV yang dia buat belum sampai di edit tapi live streaming Dinda sudah lebih dulu ada.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok