GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
REQUEST SARAPAN PADA SIMBOK



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



“Bagaimana hasil hari ini?’ tanya Eddy.



“Aku salah waktu Pa,” jawab Adit kalem. Hari pertama mencari jejak anak dan istrinya memang belum mendapat titik cerah. Tapi tentu tak menyurutkan semangatnya.



“Maksud kamu salah waktu itu bagaimana?” tanya Eddy.



“Anak-anak usia 6 bulan sampai dengan usia 2 tahun itu sekolah dari jam 08.00 sampai jam 10.00. kalau usia yang 3 tahun bisa sampai jam 11.00. nah kalau mau lihat mereka, kan harus standby sejak jam 07.00 Pa,” jawab Adit.



“Oh gitu. Papa juga enggak kepikiran hal itu. Tadi kamu sampai sana jam berapa?” tanya Eddy lagi.



“Aku sampai sana sudah jam 11.00 Pa, dan aku memang lihat-lihat dulu agak sepi karena sudah lebih banyak yang pulang. Rupanya siswanya lebih banyak yang di bawah 3 tahun karena kalau sudah 4 tahun kan mereka sudah sekolah PAUD bukan di babyclass lagi,” jawab Adit pada papanya.



“Jadi besok aku akan berangkat maksimal setengah enam. Aku akan minta mbok buat bawain sarapan aja. Entah roti atau burger atau apa yang bisa aku kunyah sambil jalan. Aku nggak mau buang waktu sarapan di luar atau yang tak bisa aku makan sambil jalan,” kata Adit.



“Kalau begitu ya kamu bilang ke simbok sekarang, jadi besok pagi-pagi habis salat Subuh sarapanmu sudah siap,” kata Eddy. Mereka bicara saat makan malam. Siang tadi sehabis dari lapangan Adit tak sempat bertemu Eddy di kantor karena dia langsung sibuk dengan urusan divisinya.




“Semoga cepat bertemu, Papa kangen mereka. Terakhir dapat kiriman foto. Papa rasanya lebih suka melihat mereka di video. Karena lebih ada gregetnya. Walau dikirimi foto sudah sangat bersyukur. Artinya Dinda masih menghargai Papa,” Adit mau pun Eddy sama-sama memindahkan foto dan video kiriman Dinda ke ponsel mereka sehingga mereka bisa melihat setiap saat.


\*\*\*



“You can do it,” kata Adinda memberi semangat pada si kembar.



“ Yes good job, Mas Fari, adik Iban juga bisa kan?” kata Dinda memberi semangat pada kedua putra kembarnya mereka sedang belajar melempar bola. Belum menangkap hanya melempar yang menangkap bola adalah gurunya.



Hari lainnya kegiatan jagoan Dinda adalah diajarkan makan sendiri. Untuk anak berusia 1 sampai 2 tahun makan sendiri tentu akan repot walau pun mereka senang memasukkan sesuatu ke mulut. Tapi makan  menggunakan sendok adalah kegiatan motorik yang harus diajarkan.



Dinda terus memperhatikan semua kegiatan putra kembarnya. Dinda memang minta agar putranya tidak dipisahkan dalam pelajaran karena dia tidak bisa membagi dirinya di kelas A atau di kelas B sesuai dengan kelas putranya bila mereka di pisah. Mungkin nanti kalau sudah sekolah formal Dinda akan minta mereka di pisah tapi sekarang untuk baby class Dinda minta dicampur saja.



Hari lain Dinda melihat putra diajarkan memukul gendang, selain pengenalan alam, sekolah ini memang mengenalkan musik pada anak-anak sejak dini agar mereka punya jiwa yang halus. Kadang mereka diajak menekaan tust piano dengan mengarahkan pada warna tust. Selain mendengarkan nada, juga memperkenalkan warna tentunya.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK yok