
“Terima kasih,” jawab Adit ketika menerima alamat tempat Farouq ditemukan.
Dia akan memberikan alamat tersebut pada detektif untuk meminta rekaman CCTV satu hari sejak pagi. Dia akan meminta detektif mengurus itu secara legal sehingga bisa mendapatkan semua fakta tentang keberadaan Farouq bisa sampai di situ.
“Jelas Farouq bukan melarikan diri. Kalau Farouq melarikan diri tentu dia tidak membawa kertas alamat rumahnya. Jadi memang Farouq dibuang ke mall itu. Tapi karena dasarnya memang Farouq anak yang introvert jadi dia bukan masuk ke mall, dia hanya diam di parkiran. Mungkin karena terlalu lemah, dia langsung duduk bersandar di ban mobil yang ada di parkiran,” itu tadi Adit kemukakan pada Ajat.
Tentu saja Ajat senang mendengar Adit masih ingin membantunya mencari siapa yang meletakkan atau menaruh atau mengantarkan Farouq ke mall tersebut. Ajat juga sependapat kalau Farouq bukan melarikan diri dari penculiknya.
Ajat juga sudah meminta kertas yang bertuliskan alamat rumah yang ada dalam plastik serta copy KTP Halimi dikirimkan ke rumah sakit. Dia mewanti-wanti semua orang di rumah tak memegang kertas itu sembarangan karena akan di selidiki sidik jarinya oleh polisi. Dia juga mewanti-wanti hal yang sama pada pak Udin. Pak Udin yang akan mengantarkan sehabis mengantar Mischa sekolah. Nanti Mischa ke rumah sakit lagi sepulang sekolah.
Di copy KTP pak Halimi pasti ada sidik jari miliknya, nanti sidik jari di kepolisian juga akan terlihat dari data dirinya. Detektif akan dikabari mengambil data bila pak Udin sudah menyerahkan. Jadi detektif tak perlu mengambil data lewat Adit. Langsung ke Ajat saja.
“Ada apa Pi?” tanya Santi melihat suaminya baru selesai bicara di telepon. Semalam dia tidur sambil memeluk Farouq. Saat ini Farouq belum bangun dan Santi sudah melihat Ajat sedang telepon. Sekarang Ajat telepon di dalam ruangan, tidak keluar lagi karena tak ada yang perlu dia sembunyikan dari Santi.
“Pak Adit telepon menanyakan tempat Farouq ditemukan. Dia ingin detektifnya nanti menyelidiki CCTV di sana. Juga akan menyelidiki sidik jari di kertas yang dipegang oleh Farouq saat ditemukan oleh pak Halimi.”
“Detektif apa maksudnya?” tanya Santi. Dia memang tidak tahu sama sekali kalau Adit menyewa detektif untuk mencari putranya.
“Masya Allah, mereka orang yang sangat baik,” kata Santi. Dia sampai tak percaya ada atasan seperti itu padahal dia sekarang bukan pegawainya pak Eddy tapi pegawainya Bu Dinda.
“Itulah, kita memang benar-benar masuk dalam keluarga besar Alkav yang sangat hangat. Kamu harus ceritakan ini pada semuanya bagaimana kebesaran hati mereka,” ujar Ajat.
“Tanpa Papi kasih tahu juga Mami akan sebarkan soal kebaikan mereka Pi. Terlebih Farouq bukan anak mereka, bukan cucu mereka, bukan keponakan mereka, tapi mereka berperan aktif sampai sedemikian rupa.”
“Mereka tetap aktif membantu walau Farouq sudah ditemukan. Mereka tidak berhenti mereka malah mau mencari siapa pelaku utamanya. Itu benar-benar suatu cinta kasih yang tak bisa kita balas dengan apa pun Pi. Kita hanya bisa membalas dengan menganggap mereka adalah kakak kita orang, tua kita atau apa pun. Mereka itu lebih erat dari hubungan saudara.” jelas Santi.
“Alhamdulillah kalau Mami berpikir seperti itu tapi juga menganggap bang Adit seperti itu karena selama ini Papi sudah memanggil dia Abang,” kata Ajat.
“Ya Pi, Alhamdulillah aku terdampar di perusahaannya Bu Dinda. Benar-benar membuat aku terdampar dalam lautan cinta kasih keluarga. Bukan hanya materi yang aku dapat tapi aku mendapat cinta kasih kekeluargaan.”
“Ibu dan ayah juga senang waktu kita ajak ikut acara family gathering. begitu pun mama dan papa,” kata Santi.
Memang Santi pernah mengajak kedua orang tuanya dan kedua mertuanya ikut family gathering. Cuma tak bisa bareng karena harus gantian. Terlalu banyak yang dia bawa selain keluarga inti nanti nggak enak sama tuan rumah. Jadi saat membawa orang tuanya Santi tidak bawa mertuanya. Begitu pun saat bawa mertuanya Santi tak bawa kedua orang tuanya. Tiap bulan mereka gantian ikut family gathering karena tiap bulan Santi pasti ikut pergi. Hanya tidak tiap bulan dia jadi tuan rumah. Dia jadi tuan rumah itu 6 bulan sekali.