GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
AKAN SELALU JUJUR



DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



“Bun walau kamu bukan istri aku, tapi aku masih tetap ingin bicara jujur apa adanya semua yang terjadi. Aku tak ingin ini menjadi ganjalan untuk kita rujuk atau menjadi ganjalan untuk kebaikan hubungan kita selanjutnya.”



“Tadi saat di super market, aku bertemu Meliana ketua yayasan tempat anak-anak sekolah. Dengan gampangnya dia bilang sekalian aja saya bayarin. Seorang perempuan mau ngebayarin belanjaan laki-laki, belanjaan dapur laki-laki maksud aku, apa motivasinya kalau tak ada niat lain? Kayaknya enggak mungkin kan?”



“Dan aku kasih tahu aja, saat SMA Meliana itu mengejar-ngejar aku tapi aku demi Allah enggak kenal. Aku baru tahu kisah ini dari seorang teman alumni yang aku tanya tentang dia.”



“Sejak kecil Meliana ini ada di bawah pengawasan ketat kakek dan ayahnya karena tak ingin Meliana disakiti laki-laki. Hal itu terjadi karena sang kakek tidak mau KARMA mengenai Meliana.”



“Karma apa?” tanya Dinda penasaran.



“Papa nya menyakiti mama nya. Papa nya berselingkuh dan punya istri lain sehingga membuat mama nya depresi. Kakek Meliana tahu pasti akan ada Karma bahwa si papa akan melihat bagaimana anaknya disakiti suaminya seperti dia menyakiti hati istrinya. Oleh karena itu si kakek selalu membatasi pergaulan Meliana agar Meliana terhindar dari karma tersebut.”



“Bunda tahu waktu SMA Ayah itu masih liar. Bunda tahu ada dua perempuan yang bergantian menemani kapan pun Ayah ingin, tapi hanya dua perempuan yang memang sudah Ayah sebut dulu.”



“Nah mengetahui bahwa Ayah adalah laki-laki liar, Meliana mundur karena pasti akan dilarang oleh sang kakek. Tapi rupanya cinta dia belum pupus. Saat ketemu kemarin di yayasan dia langsung terus mendekati ayah.”



“Itu sebabnya begitu mengetahui latar belakang perasaannya Meliana Ayah lapor papa membawa Bagas untuk menangani semuanya. Ayah tidak mau lagi bicara berdua dengan Meliana karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.”



“Tapi kalau Bagas-nya nanti malah kecantol dia bagaimana?” tanya Dinda.



“Bagas itu kan 11 - 12 sama Ayah. Rasanya sulit mengalihkan cinta dia dari Velove terlebih dengan pengorbanan Velove yang mau pindah keyakinan dan dijauhi sebagian keluarga besarnya karena menikah dengan Bagas.”




“Semoga cinta mereka menang atas semua rintangan,” doa Dinda.



“Jadi itu maksud ayah bicara duluan sama Bunda. Takut suatu saat Bunda mengira hal yang tidak tidak, padahal Ayah tidak mau mendekati dia. Ayah sudah memberi pagar dengan membawa Bagas juga anak-anak dan Bunda ke depan dia,” kata Adit.



Dinda merasakan kejujuran dari semua cerita Adit. Dia menghargai hal itu.



Adit menyesap kopi yang Dinda buat malam ini. Anak-anak telah lama terlelap.



“Itu kamar kosong lho, kalau Ayah mau tidur di sana bisa,” kata Dinda.



“Biasanya malam-malam kalian tidur di mana?” tanya Adit.



“Enggak pasti, kadang ya di kamar kadang di sini. Tergantung anak-anak aja,” jawab Dinda.



“Ya sudah kalau Bunda mau tidur di kamar enggak apa-apa Ayah yang tidur sama anak-anak di sini,” Adit mempersilakan Dinda tidur di kamar sementara dia dan anak-anak di luar, karena kebetulan malam itu anak-anak memang sudah tidur di kasur ruang tengah.



“Atau mau pindahin anak-anak ke kamar?” tanya Adit.



“Engga usah dipindah. Biar mereka disini saja. Nanti aku tidur di kamar,” balas Dinda.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok