
“Kamu sudah tentukan tempat untuk family gatheringmu?” tanya Wika pada Ajeng digroup YOUNG MOMS yang beranggotakan Wika, Ajeng dan Santi. Dulunya group ini bernama LITTLE GIRLS.
“Aku nggak bisa pindah lah, karena kan kita sudah tentukan bulan lalu dan sudah bayar DP,” kata Ajeng.
“Padahal aku kepengen seperti yang Santi akan bikin, camping seperti keluarga bu Dinda itu loh,” ujar Ajeng. Mereka ngobrol dengan voice nite atau pesan suara. Mereka malas menulis, karena kadang ngerumpi saat masak atau saat mengemudikan mobil.
“Kalau mau bikin camping seperti itu, aku salah pilih tempat kayanya,” kata Wika.
“Di pantai pasti sulit kan bikin seperti itu?”
“Di pantai malah bisa, kita minta petugasnya yang pasangin tenda. Kalau kita yang pasang pasti nggak bener karena nggak akan kuat,” kata Ajeng.
“Berarti aku bisa ya bikin seperti itu?” tanya Wika dengan penuh harap.
“Bisa aja, mungkin kita juga akan ubah sedikit permainannya,” jawab Ajeng.
“Tapi enak tuh kalau di pantai bebakarannya langsung ikan nggak usah bawa ayam,” lanjut Ajeng.
“Nggak bisa lah, ada yang nggak makan ikan sama sekali kan? Tetap ada ayam walaupun sedikit,” ujar Wika yang memikirkan bila ada yang tak makan ikan.
“Iya juga sih, tapi setidaknya bawa jagung banyak-banyak kita bakar jagung,” kata Ajeng.
“Eh Santi ke mana nih nggak nongol-nongol,” kata Wika.
Mereka memang membuat grup untuk bertiga ngobrol ini sejak mereka masuk kerja bukan baru-baru ini saja. Sejak mereka ditetapkan jadi five little star mereka memang ngobrol bertiga aja di luar Fahrul dan Ilham. Kalau grup dengan Fahrul dan Ilham itu grup untuk ngobrol secara global kalau untuk yang perempuan hanya mereka bertiga.
Itu sebabnya dulu groupnya bernama LITTLE GIRLS, begitu Ajeng menikah, nama group langsung diubah menjadi YOUNG MOMS walau yang dua belum menikah dan belum ada yang punya anak.
“Iya nih Santi ke mana dia, nggak nongol-nongol. Nggak kasih tahu kita ada acara apa sampai nggak bisa buka ponsel,” ucap Ajeng.
“Halooooo, aku datang,” kata Santi tiba-tiba di grup.
“Dari mana aja sih?” tanya Ajeng.
“Eh gimana? Berhasil?” tanya Wika.
“Sejak kontrol yang minggu lalu kan aku udah bilang dia berhasil, cuma belum test drive aja!”
Wika dan Ajeng langsung tertawa terbahak begitu Santi bilang belum test drive.
“Semoga kamu bisa cepat berhasil hamil ya,” kata Ajeng tulus. Dia telah punya 2 anak menjelang 3.
Semua waktu itu prihatin ketika Santi bilang ternyata suaminya sudah steril karena banyak kasus sebelumnya.
“Aaamiiiin. Aku juga berharap seperti itu. Farouq dan Mischa sudah cukup besar untuk punya adik. Tapi tetap mereka anak-anak aku. Tidak akan menjadi nomor dua setelah aku punya anak kandung,” jelas Santi.
“Bego aja yang membuat anak sambung menjadi kedua, semua itu adalah titipan Allah. Kita nggak boleh sia-siakan mereka,” kata Wika.
“Benar anak-anak kan nggak bersalah,” kata Ajeng.
“Jangan benci mereka apa pun kondisinya.” sambung Wika.
“Santi bagaimana program family gatheringmu? Aku lihat kamu kemarin minta buat camping, aku jadi kepengen juga,” kata Ajeng.
“Tapi sepertinya tempatku nggak bisa diubah dan halamannya nggak terlalu besar buat bikin tenda karena halaman itu yang dibuat area ketangkasan nanti,” keluh Ajeng.
“Kamu karena terlanjur sudah matang planningnya ya nggak usah diubah, mungkin untuk next trip. Sekarang paling yang bisa kita ubah programya Wika aja,” balas Santi.
“Aku lokasi sudah fix di pantai itu, tadi kan Ajeng bilang di sana juga bisa dipasang tenda asal kita minta dipasangkan jangan tenaga amatiran yang pasang takut kena angin langsung roboh,” jelas Wika.
“Benar kita sewa sekalian pasang, jadi selalu kokoh,” kata Santi.
Memang kalau family gathering itu setiap cabang bikin sendiri-sendiri tapi semua kepala cabang tentu ikut hadir. Waktu pas family gathering di tempat Ilham juga semua kepala cabang ikut hadir karena untuk menunjang semua kegiatan juga untuk belajar.