GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
JAGA ANAK SAMBIL CARI DATA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Lilis langsung keluar dari rumah itu tanpa pamit. Eddy dan Radite tentu tak peduli. Rupanya Dinda langsung mengirimkan data tentang hubungan hidup tanpa menikah dari Lilis ke nomor saudara-saudaranya Lilis yang Dinda di group keluarga sejak kasus Tasih dulu. Otomatis kakak-kakaknya Lilis langsung dihubungi oleh para keponakannya sehingga ramailah keluarga besar.



Dari media sosial Dinda juga tahu pasangan hidup Lilis, Dinda langsung menghubungi mengirimkan inbox pada akun-akun yang ditulis sebagai saudaranya lelaki tersebut. Gampang kan lihat hubungan antara lelaki tersebut dengan keluarganya di media sosial. Dinda mengirimkan pesan-pesan tersebut ke akun keluarga lelaki tersebut.



“Maaf ya Pak Taufik jadi keganggu masalah seperti itu.”



“Tidak apa-apa bu Dinda, tapi datanya tetap akan saya simpan takut-takut kita butuh buat ke kantor polisi.”



“Rasanya dia tidak akan bertindak aneh lagi setelah dapat sanksi seperti ini dari keluarga besarnya juga keluarga besar pasangan hidupnya. Kalau dia masih bertindak yang enggak benar, ya udah polisikan aja,” kata Eddy tanpa ragu. Tak terbayang oleh Eddy bila Dinda samapai keguguran. Dua calon cucunya tentu tak akan selamat karena baru berusia 6 minggu.



“Itu sebabnya saya enggak akan musnahkan dulu data yang tadi ada di saya Pak Eddy,” jawab Taufik.



“Iya betul, jangan di musnahkan dulu sampai kita lihat kondisinya sudah kondusif lagi,” jawab Eddy.



“Papa masuk ya Din. Kamu mau ngobrol masalah usahamu kan?” Eddy pamit pada Dinda. Dia mau bermain dengan para cucunya sekalian menyudahi karantina mereka dari ruang bermain.



“Iya Pa. Terima kasih,” jawab Dinda.



Adit menemani Dinda diskusi dengan Pak Taufik.




“Aku yakin Mas, dia enggak akan mau dipenjara seperti tante Tasih, makanya dia pasti akan bicara dengan jujur. Tapi kalau seperti itu lalu dibebaskan aku juga enggak mau dong. Dia mau ngacak-ngacak keluarga aku masa aku kasih maaf begitu aja dan biarkan dia melenggang dari arena dengan masih bisa mengangkat wajah dan tersenyum? Jadi aku cari celah agar dia bisa keluar arena dengan menunduk malu!”



“Dari media sosialnya itulah aku dapat banyak postingan tante Lilis yang selalu di like oleh pasangan hidupnya atau kadang di komen tapi nggak terlalu kelihatan vulgar sih cuma sekedar ucapan standart lah, tapi aku bisa baca bahwa mereka itu tinggal bersama.”



“Aku langsung telusuri akun lelaki tersebut. Di akun si lelaki jelas dia bangga punya teman hidup tante Lilis. Kalau di akun si lelaki banyak foto mereka berdua terpajang. Tidak seperti di akun tante Lilis. Mungkin tante Lilis takut sama keluarganya dan mungkin akunnya si lelaki itu di private untuk orang-orang tertentu agar keluarganya tidak bisa lihat postingan-postingan itu.”



“Karena aku lihat kalau postingan mereka berdua, keluarganya si lelaki enggak ada yang komen berarti kan sengaja di sembunyikan. Tapi kalau postingan umum, keluarganya si lelaki baik adik-adiknya atau tantenya itu mereka komen semuanya. Itu yang bikin aku yakin bahwa dia menutupi kalau foto berdua tante Lilis pasti di atur enggak bisa dilihat oleh orang-orang tertentu.”



“Jadi dari tadi kamu bukannya lihatin anak-anak?” selidik Adit.



“Aku lihatin anak-anak Mas. Bahkan aku yang suapin makan siang mereka kok. Karena mereka enggak di ruang makan jadi aku suapin mereka di sana sama Bu Siti dan Bu Asih. Sambil nyuapin kan aku bisa cari data.”



“Ya sudah sekarang tidur aja yok,” ajak Adit, dia tak mau Dinda terlalu lelah.



“Iya, ini juga sudah ngantuk kok Mas,” kata Dinda.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.