GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
CHARLES MERASAKAN PUNYA MAMA



“Abang sama Mamas siap ‘kan?” tanya Dinda. Hari ini jadwal hari pertama kedua putra kembarnya akan mengikuti ujian SD.


“Insya Allah siaplah, memang tujuan kita cuma itu kok. Ngapain lagi?” kata Iban santai. Tak ada beban yang dia tanggung. Iban yakin dia akan lulus. Hanya peringkatnya pasti akan kalah tipis dan Mas Fari kakak kembarnya yang super jenius. Iban tak cemburu, karena disisi lain dia juga ada yang lebih baik dari Fari, misal di olah raga atau di musik. Dia lebih bagus dari Fari. Dan gantian kakak kembarnya yang selalu bangga akan prestasinya.


“Siap Bun, aku siap kok,” kata Fari tak kalah santai.


Hari ini mereka akan mengikuti ujian SD hari pertama di usia. Nanti dua bulan sebelum berusia 10 tahun mereka akan lulus SD.


Mungkin nanti Biyya lebih muda lagi. Dia mungkin lulus SD saat usia 9 tahun. Ghaidan tidak seperti itu dia agak sedikit santai walau tetap berprestasi. Tentu saja Adit dan Dinda tak mau menekan anak-anak. Biarkan mereka berkembang sesuai dengan kemauannya walau tetap diarahkan dan dipacu agar bisa mencapai hasil yang optimal.


“Ya sudah ayo berangkat,” ajak Adit pada kedua putranya. Adik-adiknya yang lain libur karena saat kelas akhir ujian sekolah harus sepi. Tak boleh ada adik kelas di sekolah.


“Salim dulu pada kakek dan minta doa restunya agar ujian kalian berhasil dengan baik,” Dinda mengajarka kedua putranya nilai-nilai menghormati para orang tua dalam hal ini kakek mereka.


Hari ini Ghibran dan Ghifari akan ujian tentu saja mereka tak pernah takut menghadapi ujian tersebut. Mereka ingin tetap yang terbaik dan sudah sejak kemarin Ghibran maupun Ghifari berpesan kepada gurunya bahwa mereka tak ingin di specialkan. Kalau seandainya harus berada di ruang bersama dengan kakak kelas mereka yang kelas 6 mereka tak peduli. Yang penting tak ingin diganggu minta contekan, tentu saja para guru tahu bahwa Ghibran dan Ghifari tak suka memberi contekan. Bukan karena mereka pelit tetapi itu adalah prinsip. Kalau ingin berhasil ya belajar bukan dengan menyontek.


Berbeda dengan Charles yang ketakutan, dia belum terlalu siap tetapi dukungan dari Mama Fanny membuat dia lebih nyaman untuk mengikuti ujian. Bahkan Mama Fanny menunggu dia di lobby sekolah tidak pulang ke mana-mana karena sudah Charles pesan dia tidak mau ditinggal sama sekali selama ujian dan Mama Fanny benar-benar tidak meninggalkannya.


Irene sudah menduga bahwa Fanny dan Lucas mempunyai hubungan lebih dari sekedar pengasuh anak dengan orang tua anak yang diasuh, karena beberapa kali Irene melihat leher Fanny ada bekas merah bahkan pernah satu kali ada bekas merah juga di lehernya Lucas. Tapi Irene tak bisa marah karena memang sejak dulu Irene juga jarang melakukan kebutuhan yang Lucas inginkan.


Sekarang sudah beberapa kali Irene sengaja memancing Lucas tak pernah mau peduli bahkan pernah satu kali sengaja Irene keluar dari kamar mandi tanpa busana sama sekali. Ketika itu Lucas masuk kamar dia pura-pura tak melihat istrinya yang sengaja keluar tanpa busana.


“Eh kirain nggak ada kamu Pi, aku tadi lupa bawa handuk,” kata Irene.


“Lupa atau nggak lupa tenang aja, aku nggak peduli kok,” kata Lucas. Dia segera mengambil baju ganti dan keluar dari kamar tidur mereka.


Orang tua Lucas juga terus mendesak agar Lucas menceraikan Irene tetapi cerai di agama mereka memang sedikit sulit dan dalam agama mereka tak ada nikah siri sehingga hubungan Fanny dan Lucas juga tak bisa diresmikan begitu saja walau setiap malam mereka berhubungan badan. Entah di kamarnya Fanny maupun di kamarnya Charles. Mereka tak perlu lagi ke hotel.


Bahkan sering Lucas melakukan kegiatan saat satu ranjang dengan Charles. Dia sengaja memeluk Fanny dari belakang saat Fanny mengeloni Charles. Dan Fanny tak bisa menolak semua yang dilakukan Lucas tentu saja kalau hal seperti itu. Dia tak bisa berekspresi dengan bebas karena tak ingin Charles terbangun dan sensasi itu membuat  Lucas sangat bahagia melihat bagaimana tersiksanya Fanny yang tak bisa mendesah atau menjerit seperti kebiasaannya bila dia akan orgasme. Fanny hanya bisa menutup mulutnya saja.


Atau kadang tengah malam Lucas akan menyelinap ke kamarnya Fanny. di sanalah Fanny bisa ekspresi semaunya.