GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
SAYA BENCI DINDA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Kok malah bengong?” tanya Pak Taufik. Lilis tersadar dari lamunannya mengingat apa motivasi dia mengganggu rumah tangga Adit dan Dinda.


“Pertama saya jujur mengatakan bahwa memang saya bercerita soal Shalimah diangkat anak oleh kak Ina yaitu almarhumah istrinya pak Eddy. Saat ketemu kebetulan dan tak ada niat apa pun saat itu.”


“Semua mengalir dengan sendirinya saja. Setelah bercerita cukup lama rupanya Jasmine ingin menemui Shalimah. Dia ingin agar Adit dan Dinda ribut sehingga Shalimah yang menjadi istri satu-satunya dari Adit.”


“Mendengar itu saya tentu saja sangat mendukung karena kalau Shalimah yang jadi istrinya Adit saya bebas keluar masuk di sini lagi seperti dulu saat mas Eddy tinggal sendiri tanpa Dinda dan Adit.”


“Kalau Shalimah yang jadi istrinya Adit tentu biar sedikit saya bisa minta uang pada Shalimah, tapi saya tidak berharap soal itu. Yang penting saya bisa bebas seperti dulu.”


“Memangnya selama ada Bu Dinda Ibu tidak bebas?”


“Mana bisa bebas? Lah dia itu paling sinis sama saya. Sekarang saja saya tak boleh masuk ke ruang makan. Hanya boleh sampai ruang tamu saja.”


“Kalau bicara pun dia ketus. Dia tak menerima kehadiran saya,” jawab Lilis. Lilis lupa semua yang dia katakan bisa dengan mudah dilihat Adinda di dalam.


“Apa saya pernah terima Tante?” tanya Adit.


“Dulu saat Dinda tidak ada di sini kamu, juga tidak ada. Saya bisa tiap hari keluar masuk rumah ini dengan bebas. Begitu ada Dinda selalu saja dikekang, selalu saja ditahan. Dan kalau pun masuk pasti dia akan berbuat ketus pada saya, seperti tadi.”


“Kalau niat Tante baik dia tidak akan seperti itu. Dinda itu ramah pada siapa saja. Dinda sudah tahu Tante niatnya ingin menjadi istrinya Papa bukan karena cinta 100% pada Papa tapi karena hartanya Papa.”


“Sama seperti Shalimah ya menginginkan saya cuma karena harta. Tidak ada cinta pada saya,” kata Adit.


“Jadi Ibu awalnya tidak punya niat kerja sama dengan ibu Jasmine?” tanya Taufik.


“Benar Pak. Saya tadinya enggak ada niat kerja sama bagi hasil atau apa pun. Tidak. Paling tidak kalau kami sama-sama di dalam, ya nanti kita makan senang sama-sama. Tapi tidak ada perjanjian bagi hasil. Saya memang berharap Adit dan Dinda pisah, sehingga Shalimah yang berkuasa. Saya tidak suka Dinda, karena dia menghalangi semua gerak langkah saya,” kata Lilis.


“Apa Tante juga berniat membunuh Dinda seperti tante Tasih? Tante berniat menyingkirkan Dinda?” desak Adit.


“Tante berniat menyingkirkan Dinda, tapi tidak seperti Tasih. Tante hanya berniat menyingkirkan Dinda secara natural, yaitu masuknya Shalimah kembali ke dalam hidupmu. Itu aja kok enggak punya niat macam-macam.”


“Aku lupa Mas kalau soal itu, beneran aku lupa. Aku lupa kalau Shalimah itu sudah di dalam penjara,” ucap Lilis beulang. Dia benar-benar lupa.


“Kalau aku tahu Shalimah dipenjara tentu akan memberitahu Jasmine dan disuruh mencari cucunya agar bisa untuk memeras kamu,” jelas Lilis lagi.


“Bagaimana mau meras? Ada hasil test DNA-nya dia bukan anaknya Adit,” jelas Eddy.


“Yaitu karena saya enggak tahu. Saya enggak tahu itu bukan anak Adit, dan saya enggak tahu kalau Shalimah di penjara karena waktu itu fokus saya hanya pada Tasih. Saya enggak mengerti mengapa Tasih bisa gelap mata ingin membunuh Dinda, hanya karena dia benci pada Adit yang tidak bersalah padanya.”


“Sama seperti Ibu kan? Ingin memisahkan bu Dinda dan Pak Adit hanya karena Ibu ingin masuk menjadi bagian dari rumah ini. Sama aja kok Bu cuma jalannya aja yang kurang frontal. Tapi saya yakin nanti pun Ibu akan sikut-sikutan di dalam dengan Jasmine bila kalian bisa masuk tunggal bersama di sini. Saya yakin kalian berdua akan sikut-sikutan mencari simpati Pak Eddy, bila memang benar pak Adit dan Shalimah bersatu dalam rumah ini lagi,” kata Taufik.


“Satu yang harus di garis bawahi, bu Tasih saja bisa berniat membunuh bu Dinda padahal dia tak benci pada bu Dinda, yang dia benci pak Adit. Bagaimana mungkin anda yang sangat membenci Dinda tak punya niat mencelakai bu Dinda?” pertanyaan Taufik ini langsung menikam jantung Lilis dan menjadi poin penting bagi pak Eddy dan Adit.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok.