GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
TEAM DI BAWAH KOMANDO GATHBIYYA



Eddy hanya mengamati dan mendengarkan diskusi ketiga cucunya. Dia pura-pura membaca buku tanpa memperhatikan mereka padahal sejak mereka diskusi awal Eddy selalu memperhatikan. Memang setelah pensiun tugasnya hanya mengawasi anak-anak. Itu adalah kebahagiaan buatnya punya banyak cucu dengan segala kekonyolan dan kepintaran mereka. Jangan kira anak-anak smart ini tidak konyol. Mereka malah super konyol, namanya anak-anak pasti aja ada konyolnya dan Eddy senang akan kekonyolan anak-anak tersebut.


“Kek kita sudah lama ya nggak bebakaran.” Tiba-tiba Gathbiyya masuk dan bicara pada kakeknya.


“Wah bener banget tuh. Kayaknya besok kita bisa bikin bebakaran deh,” kata Eddy setuju dengan pendapat Gathbiyya.  Memang mereka sudah lama tidak bikin barbeque di halaman belakang. Terakhir waktu mereka bikin di villa ketika mereka sedang liburan berkemah.


“Kalau begitu kalian bikin list apa yang dibutuhkan baik bahan yang akan dibakar maupun alat misalnya arang dan segala macamnya. Jangan sampai listnya kurang,” kata Eddy mendelegasikan tugas pada Gathbiyya.


“Siap Kek, nanti aku bikinkan listnya. Kita seleksi sama-sama apa yang kurang dan apa yang sudah ada biar para mbok langsung beli,” kata Gathbiyya. Kalau soal begini memang tak perlu menunggu Dinda dan Adit terlebih sekarang Dinda dan Adit sedang bingung masalah Santi.


Ingat ya jenis sausnya itu jangan kurang,” kata Ghifari. Rupanya mereka langsung diskusi. Tiap anak punya kemerang jenis saos, maka jangan ada yang terlupa.


“Sebaiknya cek dulu di dapur yang ada apa, yang enggak ada apa dan yang tinggal sedikit apa,”  kata Ghaidan.


“Sekarang tugas kamulah ngecek semua itu. Kamu bikin daftar yang masih ada dalam jumlah cukup dan masih ada dalam jumlah kurang serta yang tidak ada,” kata Ghibran.


“Siap komandan,” jawab Ghaidan. Dia pun langsung ke belakang, dia tidak meminta kepada para mbok. Dia langsung mengamati sendiri apa yang masih banyak, apa yang sudah tinggal sedikit dan apa yang tidak ada menurut kebutuhan mereka buat acara barbeque besok.


“Ini kita mau bikin sate sosis dengan paprika serta keju saja atau pakai udang dan ikan serta ayam bakar?” kata Ghazanfar.


“Kayaknya bikin pakai kambing juga enak lah. Kita beli kambing muda dan lemaknya aja. Jadi kita bikin sate kambing selain tadi udang paprika serta keju.”


“Eh sosis sama bakso juga loh. Kakek kan nggak makan udang,” ucap Ghaylan.


“Oke aku masukkan list semuanya. Berarti kalau ada kambing kita butuh kecap juga selain tentu cabe bawang dan tomat serta jeruk nipisnya.” ucap Gathbiyya.


“Jeruk limo atau jeruk sambal. Bukan jeruk nipis,” Ghifari meralat ucapan adik perempuannya.


“Eh iya, jeruk limo maksudku,” jawab Gathbiyya.


“Oke siap, jangan lupa tusukannya. Tusukan satenya dua macam,” kata Ghibran.


“Satu yang pakai lidi saja. Satu yang pakai bambu. Kalau untuk sosis dan bakso tusukan yang dari lidi sudah cukuplah. Yang daging kambing atau ayam nanti yang pakai tusukan dari bambu,” jelas Ghibran.


“Mayonesnya masih ada?” tanya Ghifari.


“Ini semua saus yang masih ada banyak, ini yang sedikit dan mayonesnya sudah tidak ada. Lalu saus tiram juga nggak ada.” kata Ghaidan yang bagian mengecek bumbu di dapur.


“Minyak wijen ada nggak?” tanya Gathbiyya.


“Buat apa minyak wijen?” jawab Ghaidan.


“Nanti daging kambingnya di marinasi dulu dengan minyak wijen dan saus tiram biar jadi enak,” balas Gathbiyya.


Mereka pun lalu menulis list yang ada dan memberikan pada sang kakek untuk dilanjutkan ke mbok sekalian memberi uangnya tentu saja. Eddy senang dengan kerjasama tim kecilnya. Anak-anak ini memang bisa bekerja sama dengan baik.