GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
KELUARGA BAHAGIA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Hari ini kita mau ke mana?” tanya Eddy.



“Kamu sudah ke mana aja Yank?” tanya Adit hampir bersamaan dengan papanya.



“Kalau pikniknya belum ke mana mana sih, kami kemarin baru tiba lalu lihat-lihat tentang sekolahan, juga tentang pusat grosir,” kata Dinda.



“Niatnya ke sini kan memang cuma bawa anak-anak jalan-jalan aja. Jadi ya memang surveynya sambil lewat, bukan fokus survey. Kalau memang tujuannya fokus nanti beda lagi. Mungkin aku akan berangkat sendiri untuk benar-benar memastikan,” kata Dinda.



“Gimana kalau hari ini kita ke Taronga Zoo?” Eddy menawarkan destinasi yang cocok buat anak-anak kunjungi.



“Boleh Pa,” jawab Dinda tak keberatan.



“Ayo mumpung ada Papa sama Mas Adit kita ke sana. Jadi ada yang banatu jagain anak-anak,” kata Dinda.



“Oke aku siapin bajunya dulu,” kata Adit mengambil alih persiapan kedua putranya.



“Pakai satu ranselku aja ya? enggak usah bawa banyak tas,” usul Adit.



“Ya, paling dua baju tiap anak,” jawab Dinda. Lalu mereka pun bersiap menuju tempat yang Eddy inginkan buat cucu-cucunya.



“Yank, kadonya bisa kamu pakai untuk jalan-jalan kita kali ini,” ucap Adit.



“Mas beliin apa?” tanya Dinda.



“Ya buka lah.” Adit memasukkan satu sepatu ganti buat masing-masing anak takut sepatu mereka kotor atau basah. Dia sudah masukkan tissue basah dan semua kebutuhan dasar baby.



“Mas? Ini enggak salah?” Dinda mendapat camera pocket terbaru. Tak perlu repot mengatur ketepatan focus. Tentu repot bila harus mengatur focus saat anak-anak berlarian ke sana kemari. Adit membelikan camera digicam auto focus yang ada dalam genggaman sehingga mudah Dinda bawa. Semua Adit pikir melihat Dinda senang men-dokumentasikan semua aktivitas anak mereka.



“Ya enggak salah lah, bisanya cuma beliin itu buat nunjang semua dokumentasi pertumbuhan anak-anak kita,” jawab Adit.



“Terima kasih ya Mas,” tanpa sadar Dinda memeluk mantan suaminya yang masih mencintai Dinda sepenuh hati.



“Eh maaf,” ujar Dinda ketika sadar. Tapi Adit tak mau melepas. Dia memang balas memeluk Dinda ketika mendapat pelukan dari perempuan itu secara spontan.



“I love you Yank,” Adit mengecup kening Dinda.




Perjalanan untuk menuju ke Taronga Zoo dimulai dari Pelabuhan Watson Bay. Salah satu moda transportasi untuk menuju ke kebun binatang ini adalah dengan menggunakan water taxi. Jarak tempuhnya sekitar kurang lebih 15 menit, lebih pendek dari pada harus menempuh perjalanan darat.



Kebun Binatang Taronga memang sedikit unik, terletak di Dataran Tinggi Mosman, alih-alih naik mobil, menuju ke sini kita bisa naik ferri dengan pemandangan Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge yang terkenal itu. Di sana pun sudah disediakan Pelabuhan Taronga Zoo untuk melayani para penumpang yang akan berwisata ke sini.



“Kita naik kapal ya,” kata Adit pada kedua putranya. Tentu saja keduanya sangat berbahagia, satu dipangku Adit satu dipangku Eddy.



Mereka berteriak gembira ketika naik ferry melihat air juga melihat pemandangan yang bergerak, ini sesuatu yang baru buat mereka. Dinda membuat rekaman keseruan mereka juga air laut dan pemandangan sekitarnya lalu Dinda unggah ke media sosialnya.



 Teman-teman Adit melihat postingan Dinda karena Adit ditandai ***bersama ayah dan kakek*** begitu yang Dinda tulis.



Banyak teman yang melihat kebahagiaan pasangan tersebut juga orang-orang kantor tempat Dinda, Eddy, dan Adit bekerja.



Taronga Zoo tertata rapih dan bersih. Selain menawarkan interaksi binatang dengan manusia untuk satwa-satwa yang jinak. Kebun binatang ini memiliki area yang edukatif untuk anak-anak mengenal satwa.



Meski usianya sudah termasuk tua, tetapi penampakan kebun binatang ini justru jauh dari kesan tersebut. Desain kebun binatang justru sangat kekinian.



Begitu sampai di Kebun Binatang Taronga kemudian Adit mengajak keluarganya naik gondola. Keunikan kedua dari kebun binatang ini adalah kita akan naik gondola menuju ke tempat satwa-satwa, sekaligus menikmati pemandangan indah kebun binatang dari ketinggian.



Kenapa gondola? Karena Taronga Zoo letaknya berada di atas bukit, agak sedikit tinggi.



Hewan pertama yang Adit tuju untuk anak-anaknya lihat adalah KOALA. Hewan super lucu yang hobinya tidur.



"Koala adalah hewan yang sangat lucu dan imut. Dia bisa tidur selama hampir 18-20 jam dalam sehari. Kalau sudah tidur, dia akan seperti ini posisinya, memeluk pohon. Sudah, tidak akan berganti-ganti posisi dan tidak akan jatuh juga," ujar penjaga kandang yang memberi penjelasan pada para wisatawan



”Obo?” tanya Iban.



“Iya sayang Koala lagi bobo,” jawab Dinda.



“Silakan meMbuat foto dengan koala ini, asal tidak menggunakan lampu flash, serta sama sekali tidak boleh menyentuh si koala, karena pasti akan membuatnya bangun dan langsung stress. Saat sedang tidur, koala ini sungguh menggemaskan.”



"Kalau kita berbicara seperti ini, dia mungkin mendengar, tapi dia tidak akan terganggu. Ini masih dalam level aman. Kecuali kalau menyentuh koala, jangan pernah sekali-sekali menyentuh/memegang koala, dia bisa jadi sangat terganggu," ujar sang penjaga.



Dinda langsung membuat foto kedua putranya dengan latar belakang koala yang sedang tidur.



“Sini kalian berempat biar Papa yang bikin foto.” ujar Eddy. Maka mereka berempat foto dengan manis. Dinda menampilkan pose kooperatif demi kenangan putra-putranya kelak.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.