
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
Dinda sengaja mengetuk pintu dulu saat sebelum masuk ruangan sehingga semua mata orang yang ada di dalam ruangan akan tertuju pada pintu.
Dinda masuk dengan elegannya, di belakangnya ada dua orang tua dari Utoro yang diantar oleh seorang adik iparnya. Lalu ada dua orang tua dari Rizaldy. dan dua tamu terakhir adalah Angelica dan Dewi.
Adit tentu tak percaya Dinda juga membawa Angelica dan Dewi di pertemuan ini, dia tidak bisa menyambungkan benang merah apa hubungan antara Angelica dan Dewi dengan kasusnya Rizaldy dan Utoro
Aneh kan urusan mark up duit perusahaan kok ada hubungan dengan Angelica yang bertugas sebagai WC umum, ini sudah tidak masuk nalar dari Adit.
Rizaldy dan Utoro pucat pasi melihat kedua orang tuanya datang masuk bersama Dinda. Terlebih melihat sosok Angelica ada bersama Dinda. Mereka merasa tubuhnya tak punya tulang.
Selain Utoro dan Rizaldy tak ada yang tahu siapa tamu-tamu tersebut. Bahkan Shindu sekali pun.
“Bapak dan Ibu silakan duduk sesuai nomor kursi yang saya berikan tadi kecuali anda yang memegang kursi tamu 5. Anda akan masuk di meja panjang sesion ke 2,” jelas Dinda pada para tamunya.
“Selamat siang Bapak Ibu,” Dinda mengucapkan salam saat dia sudah duduk di tempatnya. Dinda menempati tempat duduk sebagai pimpinan perusahaan juga pimpinan sidang kali ini.
“Perkenalkan saya Adinda Suryani yang kebetulan pemilik perusahaan ini sebenarnya perusahaan ini milik Bapak Eudyanto Alkav tapi sudah diserahkan pada saya.”
“Dudul di sebelah kanan saya adalah Pak Eddy atau lengkapnya Bapak Eudyanto Alkav. Beliau mertua saya. Semua surat menyurat masih tanda tangan beliau. Karena saya masih sembunyi dari publik kalau saya lah pemilik perusahaan ini.”
Angelica kaget, ternyata Dinda bukan kaleng-kaleng.
“Sebelah kanan pak Eddy adalah Pak Shindu beliau adalah sekretaris papa saya, tapi sering saya minta untuk menjadi sekretaris saya juga.”
“Dan sebelah kiri saya adalah Marketing Manager perusahaan ini yang kebetulan adalah suami saya tercinta Bapak Radite Alkav,” Dinda memperlihatkan senyum termanisnya untuk kekasih hatinya.
“Hari ini kita akan membuka masalah yang sudah 2 tahun lalu saya sudah peringatkan tapi tak digubris. Saya pendam 2 tahun, cukup lama saya bersabar. Tapi Pak Utoro dan Pak Rizaldy tidak berubah ini adalah pelajaran bagi 5 orang staff yang baru saja saya rekurt.”
“Sengaja kalian saya masukkan di meeting ini agar kalian tahu siapa pun yang melawan, saya tak akan pernah saya maafkan.”
“Saya bisa diamkan entah 1 tahun, 1 hari, 1 bulan tapi kapan pun pasti akan saya habisi.”
“Sebelah kiri suami saya adalah Pak Rizaldy, dia adalah manajer keuangan. Sejak dulu orang kepercayaan papa mertua saya, tapi rupanya kepercayaan itu membuat dia terlena.
“Sebelah kiri pak Rizaldy adalah Pak Utoro Manager HRD yang bekerja sama dengan Pak Rizaldy selama 3 tahun terakhir. Dia yang bisa merekrut siapa pun untuk bisa masuk ke perusahaan ini termasuk dia juga yang merekomendasikan Merrydian untuk menggoda suami saya.”
“Lalu selanjutnya di sebelah kanan pak Shindu adalah tim auditor independent, mereka yang mengecek siapa, apa dan berapa kerugian perusahaan ini. Jadi ingat bukan saya yang menuliskan kerugian yang ditanggung perusahaan. Itu semua adalah hasil checking dari auditor independen.”
“Di sebelah kana Auditor adalah pengacara perusahaan jelas saya butuh itu buat menuntaskan persoalan Pak Rizaldy dan Pak Utoro.
“Selanjutnya di sebelah kanan pengacara perusahaan adalah perwakilan dari polisi yaitu ibu Untari yang kebetulan namanya hampir sama dengan pak Utoro ya. Ibu Tari dia yang akan menjadi perwakilan para polisi beliau adalah Kapolres daerah, kita timnya ada duduk di bersama dengan tim anak-anak asuhan saya, tidak duduk di meja panjang kita. Dan kebetulan ibu Tari Master di bidang hukum.”
“Dan 4 orang ini adalah orang tua Pak Rizaldy juga orang tua Pak Utoro. Mereka undangan khusus yang sengaja saya undang untuk acara meeting penting kita kali ini.”
“Tadi orang tua Pak Utoro diantar oleh adik iparnya, mungkin karena takut ya datang ke kantor saya hanya berdua. Itu perkenalan dari saya oke silakan tim auditor merincikan berapa kerugian yang sudah dibuat oleh Pak Rizaldy dan pak Utoro selama 2 tahun lebih saya diamkan,” Dinda mempersilakan team auditor merinci semua kejanggalan pembukuan di layar monitor.
Auditor lalu merinci dan menjelaskan semua di layar monitor. Orang tua Rizaldy dan Utoro diam saja mereka tak percaya kedua anak mereka ternyata bersikap sangat buruk di perusahaan.
“Demikian ya Bapak Ibu kerugian yang saya alami selama 2 tahun. Saya akan berikan waktu kepada Pak Rizaldy dan Pak utoro untuk membayar semua itu termasuk denda juga ongkos perkara yang nanti ada di surat pernyataan dan waktu yang saya berikan 2 X 5 hari kerja atau dua minggu dan semua itu ada di surat perjanjian dengan pengacara perusahaan.”
“Jelas Pak Rizaldy dan Pak Utoro?” tanya Dinda dengan tegas.
Kedua terdakwa itu hanya mengangguk saja mereka tak berani bicara karena ada kedua orang tua mereka.
“Perhatikan ya saya berikan kopiannya sebelum mereka menandatangani surat pernyataan. Mungkin orang tua pak Utoro dan pak Rizaldy tidak terima ketentuan yang tertulis pada surat tersebut. Silakan pelajari dulu, saya kasih waktu 10 menit untuk mempelajarinya dan yang lain silakan minum serta makan snack yang tersedia.”
“Kenapa ada Angelica dan Dewi Yank?” tanya Adit secara berbisik.
“Sebentar lagi dia akan bersaksi siapa yang nyuruh dia menyebarkan foto ke aku dan papa,” jawab Dinda tenang.
“Kok kamu bisa dapat info mereka pelakunya dan memanggil mereka datang kesini?” tanya Adit bingung.
“Kalau mereka enggak mau datang mereka akan dipenjara 2 tahun lamanya, jadi mereka wajib datang,” kata Dinda.
Wow keren kan Dinda? Ayo kasih komen manis dong buat Eyank biar Eyank semangat nulisnya jangan pelit-pelit sama cangkir kopi untuk novel ini juga untuk kasih bintang 5 yaaaa.
eyank akan buat novel baru, langsung cuss ke sana kalau sudah rilis yaa. Judulnya REGRETS
Ceritanya tentang penyesalan seorang suami yang menyia-nyiakan istri sah nya karena selalu memuja mantan calon istrinya yang telah meninggal!
Langsung kasih bintang 5 kalau sudah rilis yaa
Enggak boleh lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar biar eyank semangat nulis kelanjutan ceritanya
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta.