
“Jadi saya harus bagaimana Dokter?” tanya Ajat pada dokter yang dulu pernah melakukan operasi vasektomi pada dirinya.
“Seperti yang saya bilang, setelah operasi vasektomi 3 bulan pertama itu masih mungkin membuat hamil karena ****** yang berada di luar belum tuntas. Tapi setelah itu ****** yang ada sudah hilang tinggal yang dikunci yang dikunci itu sebenarnya tidak apa-apa karena spermanya tetap diproduksi oleh testis tapi ****** tersebut tidak langsung masuk ke vesikula karena kan tadi salurannya udah diputus kan Pak. Sperma dihasilkan itu diserap oleh tubuh jadi kalau berhubungan badan tetap bisa ereksi tapi nggak ada ******. Yang keluar hanya air mani atau semennya saja.”
“Sekarang Bapak itu sudah lebih dari satu tahun, ini tahun ke-4 ya Bapak melakukan vasektomi.”
“Benar Dokter saya sudah 4 tahun vasektomi. Dulu saya melakukannya karena saya marah dijebak oleh seorang perempuan sehingga terpaksa menikahi dia. Tapi ketika anak kami berumur 10 bulan dia kabur dengan orang lain. Jadi saya benci perempuan tak ingin di jebak lagi.”
“Sekarang saya dapat perempuan yang sangat soleh seperti bidadari dan saya ingin dia bahagia bisa punya anak walau buat dia tidak harus ada anak. Dia sangat menyayangi anak saya dari kedua istri sebelumnya. Tapi saya ingin memberi dia kebahagiaan.”
“Ada dua alternatif sih Pak sebenarnya. Cuma sebelum kita lakukan itu Bapak harus tahu bahwa alternatif ini sangat sulit.”
“Perbedaannya apa Dokter?” tanya Ajat yang saat konsultasi kali ini dia datang sendirian tanpa Santi.
“Kalau suntik ****** istri Anda harus datang dan ikut serta karena kan yang disuntikkan istri Anda. Kalau vasektomi reversal tidak perlu ada istri karena anda akan dioperasi ulang. Hanya seperti yang tadi saya bilang kegagalan vasektomi reversal juga cukup besar dan operasinya lebih rumit daripada vasektomi cuma tetap bisa berhasil yang penting adanya siap. Jadi Anda pikir dulu yang mana yang akan Anda ambil,” dokter memberi Ajat waktu berpikir baik buruknya dulu sebelum mengambil pilihan.
“Saya langsung putuskan saya ikut vasektomi reversal aja Dokter,” kata Ajat.
“Baik, kita jadwalkan ulang ya Pak. Kita periksa dari awal lagi kesehatan Bapak juga semuanya. Karena sekali lagi saya bilang ini butuh penelitian yang lebih dalam daripada saat membuat vasektomi.”
“Siap Dokter, saya siap. Saya ikut vasektomi reversal saja.”