
“Hallo Pak Tobing. Ada yang bisa saya bantu?” kata suara lelaki di ujung sana.
“Di lingkungan memang Gultom dipanggil Pak Tobing. Karena nama lengkapnya adalah Gultom Washington Tobing. ”
“Maaf Pak mengganggu di jam kerja Bapak. Saya cuma mau lapor, satu minggu ini saya tidak ada di rumah karena sakit. Saya dirawat di rumah sakit Prima Husada dan pagi ini saya baru saja kembali bersama ibu kandung saya. Tapi barusan saya mendapat gangguan dari ibu Neni tetangga depan rumah saya.” ucap Gultom to the poin karena takut pak RT tak punya banyak waktu untuk meladeni obrolannya.
“Saya tahu banyak bisik-bisik yang menyebar kalau saya dekat dengan ibu Neni. Sudah berkali-kali saya menolak setiap dia ikut ke mobil tiap saya berangkat kerja. Barusan dia bicara yang tidak benar bahwa kami cukup lama berhubungan dan akan mempunyai hubungan istimewa yang sangat dekat. Ibu saya mendengar itu dan tentunya saja marah. Saya tidak mau ada omongan kalau saya dekat dengan janda yang kebetulan rumahnya di depan saya. Saya tidak tahu dia cerai mati atau cerai hidup dengan suaminya. Yang pasti saya lapor Bapak saya tidak nyaman dengan kelakuan dia yang setiap hari datang ke rumah.”
“Setiap malam saya pulang kerja saya tidak mau membukakan pintu buat dia Pak. Saya takut omongan orang atau saya digerebek ditangkap karena dituduh berbuat tidak senonoh padahal saya tidak tertarik dengannya.”
“Karena dia tidak saya bukakan pintu, dia selalu menunggu setiap saya pulang kantor agar bisa masuk rumah saya bareng saya masuk rumah. Mohon maaf Pak. Tolong dikondisikan. Saya sangat terganggu Pak. Sampai saya sering pulang tengah malam agar dia tidak ikut masuk ke rumah saya. Bayangkan saya lelah pulang kerja, harus nongkrong dulu di luar menunggu tengah malam. Saya sering nongkrong di pos satpam hanya untuk membuat saya bisa masuk aman ke rumah saya. Bahkan beberapa kali saya minta satpam antar saya sampai masuk rumah. Bapak tolong cek ke satpam apakah benar yang saya katakan.”
“Baik Pak Tobing terima kasih laporannya. Tidak mengganggu kok, saya kebetulan sedang ada di luar jadi sedang tidak banyak pekerjaan. Memang beberapa kali saya mendengar laporan dari ibu-ibu bahwa Bu Neni itu selalu menemani Bapak kerja. Saya tidak tahu kalau dia hanya ikut sampai pasar. Laporan ibu-ibu selalu seperti itu. Tapi soal dia datang malam-malam itu tidak ada yang lihat. Mungkin karena malam para ibu sudah tidak di luar sehingga tidak melihat saat Bu Neni masuk rumah Bapak. Nanti saya akan kroscek ke satpam apakah laporan Bapak itu betul atau tidak. Kalau memang betul saya akan tindak lanjuti Pak. Ini sangat meresahkan warga tentunya. Dan nanti juga nama Bapak tidak baik terkait dengan rumorr seperti itu,” kata Pak RT menimpali laporan Gultom.
“Terima kasih Pak. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf karena saya mengganggu.”
“Iya Pak Tobing. Dan mohon maaf kami warga perumahan tidak tahu kalau Bapak dirawat. Semoga Bapak cepat sembuh,” kata pak RT.
“Iya Pak, saya dirawat lima hari di rumah sakit dan ini baru pulang. Karena saya baru pulang dari rumah sakit maka ibu saya yang menemani saya di rumah,” jawab Gultom lagi.
“Baik nanti saya akan beritahu warga kalau Bapak tinggal bersama ibunya selama Bapak belum sehat.”