GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
THE POWER OFF MAKING LOVE



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Bagaimana kamu bisa dapat alamat mereka dari Angelica? Rizal dan Utoro pasti tak mungkin tidak curiga kalau Angelica minta alamat orang tua mereka.” Eddy yang sejak tadi diam akhirnya penasaran.



“H a ha ha itu  the power off making love Pa. Kalau sudah hampir \*\*\*\*\*\*\* lalu dipending tentu sakit rasanya. Lebih baik dikasih apa yang Angelica minta daripada mereka tidak tuntas kan?” jawab Dinda dengan terkekeh.



“Pada kedua orang tua Rizal dan Utoro aku bilang kalau anak mereka adalah orang kepercayaan papa sejak beberapa tahun sebelum aku, menjabat jadi wakil CEO.”



“Aku ceritakan reputasi Rizal dan Utoro yang baik-baik, lalu aku bilang pada mereka ibu, bapak saat ini ada yang ingin saya jernihkan. Saya tidak tahu apakah ini bagus buat ibu atau bapak tapi saya minta ibu dan bapak hadir ketika saya butuhkan karena masa depan anak ibu dan bapak tergantung bagaimana peran serta aktif ibu dan bapak.”



“Aku minta mereka datang tadi pagi tanpa memberitahu anak-anak mereka. Dan aku minta satpam agar membawa kedua tamu melalui ruangan yang aman dari Rizal dan Utoro.”



“Aku juga minta Shindu mengamankan Rizal dan Utoro sejak pagi,  sehingga tidak melihat saat kedua orang tuanya datang.”



“Kalau Angelica dan Dewi pasti mereka datang. Angelica tidak mau tak datang, karena nasib ibunya ada di tanganku.”



“Itu aja sih, aku sudah bilang kan bahwa aku akan menemukan siapa yang mengirim foto itu, tapi Mas enggak percaya. Mas malah bilang buat apa kita cari dalang dari pengirim foto.”



“Sejak awal aku berpikir pengirim foto itu hanya menyebarkan pada aku dan Papa berarti dia punya maksud agar Papa dan aku benar-benar give up, sehingga mereka bisa menguras lebih banyak lagi.”



“Sebagai amatiran mereka bukan amatir lagi, mereka sangat pakar! Pekerjaan mereka enggak akan terlihat oleh orang umum. Pekerjaan mereka enggak terlihat seperti korupsi, enggak terlihat seperti mark up, itu yang aku salut.”



“Aku hampir tak percaya ketika mendengar dari Angelica bahwa Utoro dan Rizal sering main bersama dengannya bertiga. Padahal Angelica sudah bilang Dewi bisa menemani mereka, jadi masing-masing dengan satu pasangan. Tapi Utoro tak mau, dia lebih senang main bertiga itu yang aku tahu sebelum tadi pagi.”




“Enggak perlu minta maaf, karena memang itu keharusan kita membasmi tikus berdasi dalam kantor.”



“Papa malah mikir kasihan istrinya Rizal. Dengan dua anak batita, suami harus dipenjara.”



“Itulah laki-laki kalau istrinya gendut dan enggak punya waktu karena ngurusin anak-anaknya, dia bukannya ngebantu bukannya mensupport istri malah dia mengeluh dan mencari pelampiasan dari orang lain.” Ungkap Dinda.



“Tapi dia enggak pelampiasan kok Bu. Kan kata Angelica mereka berhubungan dari sebelum Rizal menikah. Artinya selama ini dia juga enggak tulus dan enggak jujur ke istrinya,” kata Shindu.



“Namanya perempuan rumahan pasti bodoh dalam hal permainan ranjang. Bisanya ya itu itu aja gayanya. Paling belajar ya ada satu atau dua teknik yang dia pelajari secara tak sengaja atau dia cari info. Tentu tidak sepakar penjaja kue serabi.”



“Penjaja kue serambi kan memang harus mempunyai menu andalan, dia juga harus punya banyak menu sehingga banyak konsumen yang bisa menikmati menu yang dia hidangkan,” kata Dinda memberi analog tentang kemahiran istri di ranjang dibanding perempuan penghibur yang memang cari makan dengan bergoyang.



“Saya yakin itu yang membuat Rizal tidak bisa berpaling dari Angelica, karena menu yang Angelica tawarkan itu sangat beragam sedang dari istrinya paling hanya sayur sop atau bening bayam,” jelas Dinda.



“Dan Utoro lebih gila lagi, dia yang belum punya istri dan belum berpengalaman dengan koki rumahan, langsung dapat Angelica jadinya dia juga ikut terseret arus dengan Rizal. Tak mau main dengan Dewi.”



“Papa enggak perlu khawatir soal istri Rizal. Aku akan bantu. Tidak kerja kantoran karena dia punya dua anak batita. Aku akan buat dia jadi agen penjualan pakaian anak aja. Cukup dia pegang ponsel sambil nyusui, posting dagangan, nanti pembeli akan dihandle anak buahku di Bekasi. Dari penerimaan pesanan, packing sampai pengiriman.”



“Kalau aku bantu buka warung sembako, dia harus pergi kulakan minimal satu minggu satu kali. Apalagi bila buka usaha kue dan lauk. Tiap hari dia harus kerja keras sedang dia punya batita.” dinda mencoba meringankan beban istri Rizal. Semata karena tak tega pada dua anak kecil bukan karena kasihan pada istri Rizal. Kalau belum ada anak dia tak mau membantu keluarga dari orang yang telah jahat terhadap pernikahannya.



Keren ya sikap Dinda. Walau keluarganya pernah dua kali dihancurin Rizal dia masih kasihan terhada dua anak Rizal yang enggak bersalah. Eyank tunggu kopi manisnya sambil nemani Dinda yang kembali ngunyah lagi. Ada yang tahu kenapa Dinda ngunyah terus?


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REGRETS yok.