GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
MEMENUHI PERMINTAAN MELIANA



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



 Edi bermain bersama si kembar sampai habis magrib.



“Sudah nginep sini aja lah Pa. Kan besok hari Minggu di sini juga ada kamar kok,” tawar Dinda pada Eddy



“Lah kalau Papa di sini nanti Pak Pujo tidur di mana?” kata Eddy. Sebenarnya dia juga tidak ingin menolak menginap tapi memikirkan sopirnya.



“Pak Pujo bisa gelaran di ruang tengah toko karena pegawai tidur di kamar. Mereka enggak akan keganggu,” kata Dinda.



“Di ruang belakang, di toko ada tempat tidur kok di luar kamar. Tapi kalau mau gelaran di tengah toko bisa juga. Karena kalau malam mobil juga dimasukkan ke toko,” jelas Dinda



“Oh gitu,” kata Eddy senang.



“Ya sudah nanti biar Pak Pujo juga bantu tutup toko,” jawab Eddy. Dia senang walau tak bawa baju itu bukan masalah buat Eddy karena ada bajunya Adit.



Akhirnya malam itu Eddy dan Adit bisa tidur bersama si kembar sedang Dinda yang tidur di kamar. Tentu saja Eddy bahagia.



“Sarapan makan havermut ya Pa, kita lagi sarapannya quaker oats sejak kemarin.” Dinda memang menyiapkan  havermut atau quaker oats tapi pakai su5u dan buah. Dinda memberikan su5u anak-anak di campuran quaker oats -nya Ghibran dan Ghifari. Sedang untuk Eddy dan Adit serta dirinya menggunakan susu full cream.



Dinda tidak menambahkan madu karena menggunakan buah naga yang manis sebagai campuran quaker oats.



“Papa apa aja kalau makan mah kayak enggak tahu aja,” jawab Eddy tak menolak sarapan yang disiapkan Dinda.



Sehabis sarapan pagi Eddy dan Adit jalan-jalan di sekitaran ruko melihat kemungkinan ada yang bisa mereka beli atau ada ide lain.



Makan siang hari Minggu, Dinda sengaja bikin ayam penyet kesukaannya Eddy. Ayam penyet kecap tapi ada sambal yang tidak terlalu pedas. Eddy  suka itu dan Dinda sengaja tambah lele penyet dengan sambal pedas untuk dirinya dan Adit serta lalapan.



Untuk anak-anak Dinda mau menyuapinnya dengan ikan lele. Tentu ditambah sayuran tumis semua sayuran yang ada. Dinda asal nyemplung aja yang penting di buat masakan dan anak-anak suka sayuran.




“Bun lihat deh ada pesan begini dari Meliana,” Adit memberikan ponsel nomor kantornya pada Dinda. Pesan itu dikirim oleh Meliana sejak hari Jumat malam tapi kan ponselnya sudah dimatikan oleh Adit. Sabtu malam pesan dikirim lagi.



\*‘Halo apa kabar? Aku masih ingin bertemu kamu. Aku ingin kita bicara tuntas tidak ada istrimu mau pun Bagas.’ \*Itu bunyi pesan yang Meliana kirim hari Jumat.



‘*Tadi aku ingin menyapa kamu di supermarket, tapi kamu nggak lihat jadi aku batalkan*,’ itu pesan yang Meliana kirim hari Sabtu.



“Suruh bertemu besok ya. Besok kan anak-anak enggak sekolah jadi kamu bebas,” Dinda santai menjawab setelah membaca pesan itu.



“Loh kok gitu Bun?” tanya Adit heran sambil menutup pintu mobil. Pagi ini jadwal mereka mengantar Alkav kecil sekolah.



“Ya udah jawab gitu aja. Minta ketemu besok jam 09.00 di ruang kantormu mumpung anak-anakku tidak sekolah gitu bunyinya,” Dina mengarahkan Adit membalas pesan Meliana.



“Ya sudah Bunda aja yang tulis lah,” tolak Adit, dia malas meladeni Meliana.



Dinda pun membalaskan pesan dari Meliana, walau ahak ribet karena si kembar ingin mengambil ponsel itu.



‘*Oke kita bicara tuntas jam 09.00 tepat di ruang kerjamu. Kebetulan kalau hari Selasa kan anak-anakku tidak sekolah. Jadi aku leluasa ke ruanganmu*,’ tulis Dinda menggunakan handphonenya Adit buat menjawab itu semua.



“Besok Ayah harus ngikutin semua yang aku kasih tahu ya,” pesan Dinda



“Ya,” jawab Adit. Adit tak tahu apa yang akan Dinda lakukan untuk Meliana tapi dia akan mengikuti semua skenario yang diatur Dinda. Sama seperti ketika dia menurut waktu menjebak Tasih di rumahnya.



Sekarang Adit pasrah bongkokan kalau orang Jawa bilang dia hanya pasrah diatur oleh dalangnya. Dia akan menjadi wayangnya Dinda.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang beda thema dari novel yang biasa eyank tulis. Kita masuk thema HOROR dan ini berdasar kisah nyata yang di kembangkan.


Cuzz ke novel dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok