
Gultom masih tak percaya atas omongan Icha tadi di teras. Sekarang dia berdiri terpaku mendengar Tarida bicara seperti itu pada opungnya. Padahal niatnya dia mau berjalan ke meja makan untuk makan siang bersama.
Gultom benar-benar terpuruk mengingat memang sejak 3 tahun mengenal Pricilla dia mulai membagi sedikit perhatian anak-anak dilimpahkan menjadi perhatian ke Priscilla, lalu kenalan dengan Niken sehingga perhatian dan uangnya juga beralih untuk Priscilla dan Niken.
Gultom yakin Sondang itu punya feeling sejak lama, tapi tidak mengungkapkannya karena tak ada bukti atau mungkin Sondang bertahan demi anak-anak.
Sejak anak-anak berusia satu tahun Sondang selalu mengingatkan jauh sebelum ulang tahun anak-anak, meminta agar Gultom membeli hadiah untuk anak-anak atas nama dirinya. Karena hadiah dari Sondang pasti beda. Tapi sejak 2 tahun lalu memang Sondang tak mengingatkan Gultom untuk membeli hadiah. Sehingga selalu saja tanggal ulang tahun anak-anaknya terlewat.
Kalau sudah terlewat, tentu mereka tak mau diberi kado. Karena artinya dia tidak perhatian pada putrinya. Kado itu bukan harganya, yang penting tapi adalah niatnya, perhatiannya. Jadi kalau memberi sesudah lewat itu berarti bukan karena perhatian. tapi karena keterpaksaan.
Gultom sadar kesalahannya, karena dua wanita tersebut maka hatinya untuk anak-anak tertutup. Bahkan soal sekecil apa pun dia tidak ingat. Seperti tentang anak-anak yang sudah beberapa kali menggunakan taksi online sendiri. Dia benar-benar lupa karena perhatiannya hanya pada kedua istrinya. Bukan pada Marry anaknya Priscilla. Sama sekali tidak. Tapi pada kedua perempuan tersebut. Sekarang Gultom menyesal tapi entahlah apakah dia bisa kembali pada Tarida dan Theresia.
Makan siang itu benar-benar kaku. Opung sedang dalam taraf bingung mendapati ternyata kedua cucunya sudah sangat sakit hati terhadap anak kandungnya. Dan dia tak bisa menyalahkan cucunya itu karena yang salah memang Gultom.
Sekarang memang dia harus bisa dekat dengan Gultom dan setiap hari harus selalu memberi input pada Gultom. Pagi, siang dan malam dia harus mengingatkan Gultom agar tak pernah satu kali pun melirik perempuan lain bila tak ingin 100% kehilangan putri-putrinya. Kecuali Gultom memang mau memilih Priscilla dan Marry atau mungkin Niken dan anaknya yang belum lahir. Jadi tugas opung memang harus selalu di samping Gultom.
Saat mereka sedang makan, datang kembali tukang ojek online membawa dua kardus besar kiriman dari Sondang. Kemarin sudah satu kardus padahal saat pulang dari rumah sakit sudah tiga kardus. Berarti sebentar lagi semua barang opung sudah pindah ke rumahnya Gultom. Dalam artian memang Sondang ingin lepas dari opung. Bukan Sondang mengusir, tapi memang lebih baik opung bersama Gultom.
Waktu itu opung tidak langsung pergi bersama, karena Gultom kan belum punya rumah. Kalau sekarang sudah ada rumah, sehingga otomatis lah ibu lebih baik dekat dengan anaknya. Opung tidak sakit hati terhadap kelakuan Sondang, karena memang sudah seharusnya seperti itu.