GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
TAK SANGGUP MELAWAN HAL TAK REAL



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Kamu cerita sama Papa sekarang juga. Jangan kamu pendam sendiri seperti itu. Tak baik bagi kesehatanmu juga membuat Papa khawatir,” pinta Eddy saat mereka sudah duduk di sofa kamar Eddy.



“Papa ingatkan aku sudah pasang semua ruangan itu pakai CCTV portable sehingga aku bisa pasang sendiri tanpa butuh teknisi dan tak ada siapa pun yang tahu dimana aku taruh?” Dinda memastikan kalau papa mertuanya ingat sepak terjangnya selama ini.



Eddy mengangguk sebagai jawaban tanpa suara pada putri kesayangannya itu. Eddy sudah menganggap Dinda anak sejak masih ada istrinya dan Adit belum bekerja di kantor miliknya.



“Aku menangkap pergerakan seseorang yang tergila-gila pada mas Adit. Dia melakukan suatu hal yang di luar nalar. Aku sendiri sebenarnya enggak percaya tapi semua itu nyata apa dan aku sudah tidak sanggup lagi bertahan Pa.”



“Sudah aku bilang kan niatmu mendekati Pak Radit itu tak masuk akal,” tegur seorang perempuan di video yang Eddy lihat saat Dinda mempertunjukan sesuatu di ponselnya.



“Aku teramat mencintainya sejak aku melihat dia pertama kali,” jawab seorang perempuan muda cukup cantik dan terlihat terpelajar. Bukan gadis biasa-biasa saja dari desa yang polos dan langsung jatuh cinta tanpa logika pada seorang bapak dua anak.



“Apa motifasimu ingin menjeratnya?” suara perempuan tua itu meninggi.



“Sudah aku beritahu dia hanya punya gaji, begitu dia ketahuan selingkuh dia pasti akan dipecat dan dia akan kere tanpa penghasilan. Apa itu yang akan kamu andalkan buat hidupmu? Menghidupi lelaki dengan penuh cinta? Aku kuliahin kamu jungkir balik bukan buat jadi semakin bodoh!” si ibu makin kesal.



“Tapi aku mencintainya. Aku memuja. Aku tak butuh hartanya. Tak apa dia hanya di rumah atau hanya jadi office boy sekali pun yang penting aku jadi istrinya,” bantah perempuan muda sambil memandang ponselnya.



“Papa lihat, aku zoom apa yang ada di ponselnya,” Dinda memperlihatkan, perempuan itu sedang memandang foto Adit dalam berbagai pose di kantor bahkan ada yang sedang memeluk pinggang Dinda dengan wajah Dinda dia tutup dengan emotikon agar tak tampak.




“Aku sudah peringatkan, dia tak punya harta lalu kamu memujanya kamu mencintainya tapi dia tidak mencintaimu. Kalaupun kamu akan bisa menariknya melalui ilmu hitam, kamu hanya punya tubuhnya karena hatinya tak akan pernah kamu miliki. Walau mungkin di depanmu dia seperti terlihat menjawab cintamu karena pengaruh peletnya.  Tapi tidak hatinya.  Hatinya hanya milik istri dan anak-anaknya.”



“Aku tahu itu sejak dulu karena sejak SMA ada di kantor ini. Aku tahu sejak ibunya masih ada dia hanya mencintai ibunya dan kemudian perempuan yang sekarang jadi istrinya. Tak pernah ada cinta buat perempuan lain dihatinya. Dia dan papanya sama. Setia hingga akhir hayat.”



“Apa pun kondisinya aku harus memiliki dia, aku harus memiliki Radite Alkav,” tekad perempuan itu sambil mengangkat wajah penuh percaya diri.



Selanjutnya Dinda memperlihatkan bagaimana perempuan muda itu menabur sesuatu di pintu masuk ruangan Radite juga di kursi kerja Adit.



“Astaghfirullah,” kata Eddy melihat video tersebut. Dia tak percaya adit kembali menjadi sasaran perempuan tidak benar.



“Dosa apa anakku sehingga dikejar-kejar perempuan-perempuan enggak benar seperti ini?” keluh Eddy dengan rasa putus asa.



“Itu kenapa aku bilang Papa dan Mas Adit harus makan dan minum bawa sendiri. Ingat kan sejak kemarin aku selalu bawain Papa makanan. Tapi aku enggak tahu kalau Papa pesan minum dari luar atau dibikinkan orang dari luar. Aku enggak ingin Papa dan Mas Adit kena.”



“Selama ini Mas Adit selalu aku dampingi tapi nanti saat aku hamil semakin besar, aku enggak tahu lagi. Itu sebabnya Aku tadi bilang itu peringatan terakhirku buat mas Adit. Kesabaranku enggak akan pernah lagi untuk berupaya memiliki Mas Adit. Aku nyerah Pa. Aku enggak akan berjuang lagi karena yang aku lawan bukan hal real. Aku tak mau anak-anak jadi korban. Dan aku yakin Papa juga akan jadi sasaran agar Papa menyetujui bila mas Adit ingin menikahi perempuan itu.”



Nah lho siapa hayo ulet bulu baru ini? Mana nih timnya Mbak Dinda yang mau belain dia buat ngadepin ulet keket baru.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX HUSBAND yok.