GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
HANYA DATANG UNTUK INANG



“Halo,” sapa Sondang saat Ajeng menghubunginya.


“Ini sudah selesai pengajiannya. Tinggal acara makan-makan. Kok belum datang juga?” tanya Ajeng seakan-akan dia tidak tahu ada masalah besar pada Sondang. Dia berpura-pura berpikir Sondang tidak datang ke pengajian tapi akan datang ke acara makan-makan aqiqahannya Biru.


“Wah maaf aku lupa kasih tahu. Aku nggak bisa datang,” jawab Sondang.


“Kenapa? Kita nungguin loh. Aku pikir belum datang karena nggak ikut pengajian. Jadi kita tunggu. Sampai selesai pengajian kok belum datang juga,” kata Ajeng.


“Aku lagi ada trouble,” jawab Sondang.


“Trouble apa? Kalau trouble itu nggak boleh sendirian. Harus bagi-bagi sama kita-kita. Kita-kita kan selalu sharing, nggak pernah ngumpet-ngumpet. Kalau tidak seperti itu tentu Puspa juga nggak akan tertolong. Begitu pun waktu Velove mau cerai dengan pak Bagas,” jelas Ajeng.


“Velove mau cerai dengan pak Bagas? Kenapa dan kapan?” kata Sondang. malah dia yang kepo.


“Panjanglah ceritanya. tapi karena kita bantu, bu Dinda terutama membantu. Semuanya clear kok. Itu hanya masalah salah paham saja,” kata Ajeng.


“Sepertinya masalahku tak bisa dibantu Bu Dinda,” keluh Sondang.


“Paling tidak sharing. Kalau sharing kan jadi beban kita berkurang,” kata Ajeng.


“Serius nih nggak mau aku bantu sekarang?” desak Ajeng.


“Nggak. Enggak apa-apa. Tenang saja,” jawab Sondang lagi.


Dia bingung kalau harus menceritakan permusuhan anak-anak dengan Gultom. rasanya sulit untuk dipecahkan oleh siapa pun.


Sondang tahu kisah tentang pertolongan Adit dan Dinda pada Santi kemarin. Ketika kasus menghilangnya Farouq, kedua bosnya itu malah menyewakan detektif tanpa perlu dibayar. Mereka benar-benar terjun langsung. Sondang juga tahu masalah Puspa karena dulu Gultom masih suka cerita tentang Reynaldi dan dari Puspa dia juga tahu bahwa ternyata Reynaldi tukang main perempuan sehingga uangnya habis untuk berfoya-foya seperti itu.


Sondang belum tahu masalah Velove yang akan cerai dengan Bagas tentunya, karena Velove dan Bagas adalah musuhnya Gultom sehingga Gultom tak pernah bercerita tentang mereka. Tentu saja musuhan karena akhirnya Sondang tahu kalau Velove sejak dulu tahu bahwa Gultom selingkuh, tapi tak mau menjadi penyulut keributan rumah tangga. Velove takut dikira iri oleh Sondang sehingga membuat cerita bohong. Bahkan Sondang juga tahu bagaimana pertolongan Adit dan Dinda saat Santi  di rumah sakit tak bisa bekerja. Semua harus memegang cabangnya Santi. Begitu pun ketika anaknya Ajeng sakit semua harus membantu cabangnya Ajeng. Jadi benar-benar perusahaan itu memang saling menunjang.


“Apa aku coba cerita pada bu Dinda ya? Tapi kalau aku cerita apa aku akan dapat solusi?”


“Seperti yang tadi Ajeng bilang, kalau aku cerita pasti paling tidak plong. Yang penting aku tidak cerita pada sahabat lelaki. Karena itu nanti akhirnya akan saling simpati dan bisa terjadi perselingkuhan. Aku tak boleh cerita pada teman lelaki di kantor,” kata Sondang pelan. Saat ini dia sedang mencari makan siang buat inang.


Tadi Sondang tidak bawa makan siang dari rumah. Dia sengaja seharian hanya ngobrol dengan Tarida dan Theresia, mengutak-atik supaya hati anaknya luluh. Tapi ternyata tak ada yang mau luluh bahkan diajak bicara soal kesehatan papanya saja tak ada yang mau peduli.


Sondang membeli dua paket nasi di kantin rumah sakit. Dia belum tahu kondisi mantan suaminya. Dan tidak ingin tahu. Dia hanya ingin mengantarkan kewajibannya pada mertuanya. Itu saja. Dia juga membawa baju bersih inang dan nanti akan membawa pulang baju kotor mertuanya.