GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
AKU TAK MAU MENYERAH



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Apa maksudmu menyuruh perempuan tersebut datang ke sini?” tanya Eddy.



“Aku enggak pernah nyuruh siapa pun datang ke sini Kok dan aku enggak pernah kasih info apa pun.”



“Oh gitu ya Tante?” tanya Dinda.



“Iya beneran, ngapain sih aku comel ngasih tahu info tentang anaknya juga cucunya?” jawab Lilis taanpa filter.



“Loh kita belum ngomong apa-apa. Koq Tante sudah tahu bahwa ada yang memberitahu tentang anak perempuan tersebut dan cucunya? Berarti memang benar tante kan pelakunya,” tembak Adit skak mat. Lilis memilih diam karena dia ternyata salah ucap.



“Kalau saya punya bukti bahwa Tante yang kasih tahu itu dan saya bisa nyuruh pengacara bahwa sebenarnya niat tante adalah ingin memeras keluarga saya atau ingin merusak rumah tangga saya Tante bisa dipenjara 10 tahun atau lebih loh Tante,” ucap Dinda.



“Bukti apa? Saya enggak pernah ngapa-ngapain kok,” bantah Lilis.



“Masa sih Tante, saya punya pengacara lho dan suami saya serta mertua saya juga punya pengacara masing-masing lho. Anda enggak takut Tante? Enggak ingat kasusnya tante Tasih?”



“Tante Tasih benci sama Mas Adit lalu yang dijadiin korban untuk dibunuh adalah saya. Tante enggak ingat saya berhasil menjebak dan berhasil membuat dia di penjara sampai saat ini. Tante mau berteman dengan Tante Tasih di penjara?”



“Apa sih maksud Anda ngasih tahu ke perempuan tersebut tentang Mas Adit hidup bersama dengan Shalimah?” tanya Dinda penuh dendam. Kalau menyebut nama Shalimah dia pasti emosi.



Adit mengusap lengan istrinya dan memeluk bahunya, dia tahu istrinya sudah sangat emosi.



“Sabar Yank, sabar,” bisik Adit. Dia tak mau istrinya sampai tambah naik emosinya, berbahaya buat kandungannya.




“Tante bisa bersikeras seperti itu, tapi saya punya bukti kalau Tante yang nyuruh dia,” kata Dinda lalu dia pun masuk ke dalam.



Dinda tak ingin lebih lama di depan Lilis. Dia ingin minum dulu air putih dulu. Adit mengikuti Dinda. Tentu saja dia takut Dinda terjatuh karena emosinya sudah sangat meluap-luap.



“Sudah kalau enggak kuat, kamu jangan terusin,” kata Adit.



“Aku enggak apa apa kok. Aku cuma ingin minum air putih. Karena aku enggak ingin minum teh madu itu. Koq bikin aku mual. Aku cuma butuh air putih aja. Tenang aja enggak apa apa.” jawab Dinda. Tadi dia yang minta teh madu, sekarang membayangkan minum itu dia mual.



“Mau air putih dingin atau air putih biasa?” tanya Adit.



“Air putih hangat aja Mas,” kata Dinda. Dia duduk di kursi meja makan. Adit mengambilkan satu gelas air hangat dan Dinda langsung habiskan.



“Kalau enggak kuat, enggak usah ya.”



“Aku kuat Mas dan aku enggak mau nyerah. Aku pengin tahu apa motivasi dia. Kenapa dia nyuruh-nyuruh perempuan itu. Aku yakin Tante Lilis punya motivasi untuk menghancurkan rumah tanggaku. Dia pasti lagi cari Shalimah supaya bisa datang kembali. Dia enggak tahu kalau Shalimah itu sudah punya suami.



“Info tentang Shalimah tentu tak akan terdeteksi oleh orang umum karena dia kan ganti identitas. Kalau dia masih pakai identitas lama pasti interpol sudah tahu. Aku yakin dia ganti identitas sehingga bisa kabur ke luar negeri,” jawab Adit dengan yakin.



“Ayo Mas, kita keluar lagi. Jangan lupa bawakan aku satu gelas air hangat lagi penuh jadi nanti aku enggak perlu ke belakang,” ajak Dinda. Dia sudah sangat geram dan ingin segera menguleg Lilis.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE yok.