GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
TAMU SESUDAH PESTA USAI



Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Pak ada tamu,” mbok Marmi memberi tahu



“Siapa?” Tanya Eddy malas.  Dia baru saja minum lemon tea hangat yang disiapkan Dinda dengan madu sebelum menantunya tidur. Eddy masih terbayang bagaimana tawa anak-anak tadi. Eddy sangat senang melihat atau mendengar anak-anak yang bebas lepas tertawa tanpa beban.



“Entah Pak, katanya dia dulu istri mantan sopirnya Bapak yang sudah meninggal,” jawab mbok Marni.



“Aduh siapa lagi,” kata Eddy. Dinda dan Adit sedang tidur sore. memang Dinda tadi terlalu lelah dan sekarang tidur. Adit tentu menemaninya. Anak-anak juga tidur terlalu lelah bebas bermain dengan teman-teman sebayanya.



\*‘Mau apa pela-cur itu ke sini?’ \*pikir Eddy melihat siapa tamunya di teras. Rupanya oleh Mbok Marni tidak dibiarkan masuk ke ruang tamu.



“Mbok bilang saya tidak ada aja lah. Saya malas menemuinya,” kata Eddy pada Mbok Marni.



“Enggak bisa Pak. Dia katanya sudah lihat dari tadi nungguin pesta selesai. Dia tahu hari ada acara di sini. Jadi dia nungguin. Dia lihat Bapak tidak keluar kok. Tadi saya sudah mengatakan Bapak tidak ada,” kata Mbok Marni.



“Kalau begitu panggilkan Mas Adit pelan-pelan,” pinta Eddy.



“Injih Pak, saya panggilkan,” sahut Mbok Marni  sambil menuju kamar Adit.



Pelan Mbok Marni mengetuk pintu kamar Dinda. Dia tak ingin Dinda terganggu sedang istirahat. Mbok Marni hanya memberi isyarat 3 ketukan saja.



“Kenapa Mbok?” tanya Adit. Adit mendengar dan tidak menjawab hanya langsung bangkit pelan-pelan takut mengganggu Ghaidan dan Dinda yang tertidur kelelahan.



“Dipanggil Bapak, Mas, ada tamu,” jawab mbok Marni lirih karena masih di depan kamar Dinda.



“Siapa? Ngapain? Kok Papa minta temani saya?”



“Saya belum pernah tahu, tapi mendengar ceritanya sepertinya dia ibunya Shalimah.” jelas mbok Marni.



“Mau apa orang itu ke sini? Sudah berapa abad dia tak pernah ke sini sekarang baru mencari anaknya atau bagaimana? ‘Kan anaknya ada di Panti Asuhan bukan di rumah ini. Pasti ada yang bocorin,” kata Adit. Dia cepat berlari ke bawah untuk menemani Eddy. Adit tahu alasan Eddy tak mau menemuinya sendirian bila tamunya memang ibunya Shalimah.




“Itu tikus got ada di depan, jadi Papa minta kamu temani ke depan. Takut mual kalau nemuin dia sendirian,” balas Eddy.



“Ayooo Pa,” ajak Adit. Eddy dan Adit langsung ke depan menemui perempuan yang dibilang tadi tikus got tadi.



“Pak Eddy,” kata perempuan cukup umur itu ingin bersalaman tapi Eddy tak menerimanya. Perempuan itu cukup umur tapi masih tetap terlihat merawat wajahnya dengan riasan super tebal.



 Eddy tak mau menerima uluran tangannya. “Silakan duduk,” padahal perempuan itu sudah berdiri untuk memberi salam pada Eddy.



“Maaf kamu mengganggu waktu tidur saya. Saya baru aja mau tidur sudah ada tamu. Ada perlu apa dan cepat katakan,” kata Eddy malas berbasa basi.



Perempuan itu melihat Adit, dia yakin Adit adalah sosok pria yang diberitahu pernah hidup bersama putrinya.



“Saya mau cari putri saya,” jawab tamu perempuan itu.



“Putri kamu?”



“Ada urusan apa dengan saya bukannya kamu sudah buang dia ke panti asuhan?” tanya Eddy.



“Saya tahu bahwa putri saya diambil oleh Bapak dan ibu,” jawab perempuan tersebut.



“Bagus kalau kamu tahu anak sampah itu memang saya kasih makan dan biarkan hidup di rumah saya yang mewah dan megah ini. Tapi namanya anak sampah tetap aja anak sampah. Dia sama seperti kamu kelakuannya, sama persis. Jualan kue apem sejak SMA!”



“Setelah itu dia menjebak anak saya jadi kamu sekarang mau apa? Yang pasti anak yang dilahirkan bukan cucu saya karena saya punya bukti tes DNA. Kamu tak bisa menekan saya untuk memberi nafkah satu rupiah pun karena saya tidak ada hubungan apa pun dengan buronan seperti anak kamu!”



“Apa maksud Bapak buronan?”



“Anak kamu itu buronan, karena saya sudah laporkan menggelapkan uang perusahaan saya dan dia belum bayar. Jadi kalau kamu ke sini mau bayarin uang dan menjadi penanggung jawab kaburnya anakmu dari tahanan saya, akan kasih tahu polisi biar kamu yang ditahan. Anakmu itu kabur dari tahanan polisi. Saya punya bukti surat pelaporan dan penahanannya. Dia dia harusnya di penjara 3 tahun lamanya, tapi belum satu tahun dia sudah kabur. Jadi anak kamu sampai saat ini statusnya adalah buronan. Saya tidak tahu posisinya dia sekarang ada di mana,” Jawab Eddy geram.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.