GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN

GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN
GREEN HOUSE ALKAVTA



Tak butuh waktu lama untuk membangun green house yang Dinda rencanakan. Hari kedua semua lahan sudah tertutup oleh kawat dengan rangka yang kuat karena dibuat dari baja aluminium. Bagian depan yang tak termasuk dengan bangunan yaitu 15m X 5m  sudah terpasang paving block dengan rapi, untuk area parkir. Karena Dinda tak mau di tutup rapat dengan semen atau aspal agar penyerapan air ke dalam bumi masih bisa berlangsung. Tidak seperti bila ditutup rapat dengan semen atau dengan aspal.


Sekarang tinggal membereskan bagian dalamnya. Pintu dibuat dua lapis lapis pertama yang dari luar adalah pintu biasa dengan kawat kasa lalu ada space  berbentuk kotak untuk masuk ke pintu kedua yang ditutupi oleh kawat lagi. Memang sengaja dibuat dua lapis agar saat masuk ke lapis kedua bila ada hewan yang menerobos pelapis pertama tentu aman. Tidak bisa keluar dari green house.


Itu sudah diantisipasi oleh Bagas karena kadang hewan ikut lari menyambut kita saat kita buka pintu pertama.


Sekarang tinggal membangun bagian rumah kacanya. Bagian belakang semua atapnya tertutup oleh mika fiber sehingga tetap terkena cahaya matahari tapi tidak kena hujan di sanalah letak dapur, toilet, rak penyimpanan pakan hewan, serta green house.


Green house tidak boleh kena hujan karena banyak peralatan mahal di sana seperti mikroskop untuk anak-anak dan lain-lain.


Di bagian yang tak kena hujan juga tempat lemari penyimpanan aneka pupuk serta makanan hewan makanan hewan ada lokasi di dekat dapur di rak tersendiri harus di tempat yang tidak kena hujan sehingga memang sepertiga bagian belakang itu tertutup oleh fiber tahan hujan.


Hari keempat green house selesai karena green house juga terbuat dari baja aluminium dan kaca tidak dibuat dari bangunan bata dan segala macamnya yang membuat lama pemasangannya. Yang lama hanya toilet karena membuat septic tank baru serta tertutup dengan bata tapi atapnya tetap terbuka. Tanpa atap sama sekali karena kan sudah ada atau fiber di 3 meter di atas. Pembuatan toilet butuh waktu lima hari kerja sedang pembuatan meja dapur butuh dua hari kerja.


“Bu, besok lahan bisa di cek kurang apa. Agar tukang bisa segera pindah ke lokasi lain. Karena pengejaan di secret project sudah rampung,” Hari kelima Bagas laporan semuanya sudah selesai, bisa dicek oleh Adit dan Dinda.


“Oke, besok kita berangkat dari kantor dengan mobilmu saja,” balas Dinda. Mereka sengaja janjian saat anak-anak sekolah. Mereka berangkat dari kantor menggunakan mobil Bagas sehingga tidak ketahuan kalau Adit dan Dinda ada di sana. Takut pas ada orang dari rumah yang melihat mereka di lokasi proyek rahasia itu


“Tinggal alat dapurnya saja nih Bu. Kompor gas dan beberapa panci. Dispensernya kan kemarin sudah Ibu bawakan hari pertama untuk digunakan tukang-tukang saat bekerja. Mereka sangat tertolong karena ada air dingin dan panas. Saat mau bikin minuman dingin atau kopi mereka tinggal tuang dari sachet saja bubuk minuman selera mereka,” kata Bagas.


“Iya kemarin saya sudah beli cuma belum diantar saja. Walaupun sedikit memang saya minta mereka antar panci kompor gas dan wajan setelah beberapa barang dapur. Kalau tak di antar bisa ketahuan proyek ini,” ucap Dinda.


“Kamu lupa tempat pembuangan sampah di setiap sudut,” kata Adit saat berjalan berkeliling.


“Ah iya aku lupa tambahkan itu juga. Berarti kita butuh lima tempat sampah agar semuanya tidak bingung cari tempat sampah. Hari ini datang kursi-kursi kayu berbahan dari potongan kayu sehingga sangat cocok dengan area ini,” kata Dinda. Dia sudah menugaskan satu orang tukang menerima bila siang nanti kursi datang.


“Jadi besok tinggal urus pemasangan conblock bawahnya saja?”


“Iya Bu. Beberapa kita pasang conblock tapi yang lainnya saya biarkan pakai rumput bagaimana atau Ibu mau isi conblock semua?”


“Sebenarnya bagus sih pakai rumput bisa buat makan ayam nantinya tetapi saat kelinci akan beranak dia akan gali sarang dan dia bikin lubang yang sangat dalam sehingga kita susah memantau anak-anak kelincinya,” kata Dinda.


Karena dia sudah lihat list keinginan anak-anak yaitu ayam burung kelinci marmut berbulu panjang mereka minta hamster entah mau ditaruh di mana kalau hamster karena tidak bisa dibiarkan liar dan Adit minta tupai.


Tadinya Dinda ingin burung hantu tentu tak bisa burung hantu dicampur dengan kelinci dan marmut habis nanti hewan itu dimakan oleh burung hantu jadi Dinda menuliskan burung-burung liar yang berisik juga termasuk burung sawah agar terlihat asri bahkan burung tekukur pun tidak masukkan jadi tidak hanya burung berkicau saja.


Dinda belum tahu apa kemauan Eddy karena dia belum memberitahu Eddy pasti Eddy juga mau burung perkutut dan lain-lainnya kalau untuk masalah perkutut biar Eddy memilih sendiri. Kalau tekukur Dinda asal beli saja beda dengan burung perkutut, lain penilaiannya jadi dia tidak mau memilihkan untuk Eddy.


“Selain pilihan anak-anak besok hewan sudah akan masuk. Sehingga saat anak-anak di beritahu mereka sudah lihat ada isi di GREEN HOUSE ALKAVTA,” ucap Dinda.