Re-system

Re-system
Menyembuhkan Chiyan



"Sial!! Sial!! ..." Kai berseru kesal dan cemas ketika mendapati Energi dingin yang menusuk tulangnya, berarti Tubuh Yin murni milik Chiyan kembali bangkit.


Saat Kai sedang menaiki tangga, tiba-tiba tangga membeku dan dengan cepat membekukan seluruh rumah. Udara dingin yang terus menerus memasuki tubuh Kak dan hampir membuatnya menjadi beku.


Ia dengan gila mulai menyalurkan Qi keseluruh tubuh untuk menekan perasaan dingin ini, seharusnya tingkat kerusakan seperti ini sebanding dengan Pendekar Raja.


Tepat di depan kamar Chiyan, ganggang pintu telah menjadi beku yang tidak memungkinkan Kai untuk membukanya, ia berjalan mundur beberapa langkah dan mengangkat tinjunya yang dipenuhi dengan Qi dan melesatkan kearah Pintu.


Duarr!!


Pintu meledak menjadi beberapa keping kayu yang sudah membeku, dari dalam ruangan terlihat seorang wanita dengan wajah pucat berkata dengan pelan, "Kai.. Maafkan aku!"


Deg


Jantung Kai menjadi sangat sakit ketika mendengarnya, saat ini hidupnya sedang dipertaruhkan tetapi ia masih sempat mengucap namanya.


Ketika merasakan aura yang familiar di sekitarnya, wanita itu dengan sisa tenaga nya mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat sumber aura itu.


Ketika pandangannya dan Kai saling bertemu, jejak kegembiraan terlihat di wajahnya yang pucat tetapi masih terlihat sangat menawan.


Melihat wajah orang yang disayangi nya untuk terakhir kali, ia mengungkapkan senyuman paling manis sedunia dan berkata dengan suara pelan.


"Akhirnya aku bisa mati dengan tenang."


Hati Kai semakin sakit seperti seolah-olah ribuan jarum menusuk kedalam hatinya, tanpa ia sadari air mata mulai menetes dari wajahnya, ini adalah kali pertamanya menangis setelah kembali dari Alam Kultivator.


Ia dengan cepat melesat untuk menangkap tubuh Chiyan, ketika lengannya bersentuhan dengan tubuh Chiyan, rasa dingin yang bahkan ratusan kali lebih kuat dapat Kai rasakan. Bahkan dengan energi Qi miliknya yang berada di ramah pejuang perak tidak dapat menahannya.


Ia segera melepas seluruh bajunya dan pakaian dalamnya, dan juga dengan gerakan cepat melepas seluruh pakaiannya yang saat ini menutupi tubuh Chiyan.


Kai menggertakkan gigi menahan rasa dingin di tubuhnya, setelah dua orang telanjang di dalam kamar, Kai dengan cepat mulai memasukkan adik kecilnya kedalam lubang di depannya.


"Sial sudah tidak ada waktu lagi.."


Ketika adik kecilnya sudah sepenuhnya masuk, dia menggigil kedinginan, dalam hati ia berkata, "Sial bahkan di dalam tubuhnya begitu dingin.."


"Ahhnnn... " Chiyan mendesah, ia masih bisa merasakan sakit dengan sisa sedikit kesadarannya. Ia memandang Kai dan rasa sakit memenuhi hatinya. "Tidak, jangan lakukan ini.. jika kamu melakukannya kamu juga akan ikut membeku."


Chiyan berkata dengan cemas sambil membelai wajah tampan Kai di depan matanya. Bahkan ketika noda darah keluar dari kelamin Chiyan itu langsung berubah menjadi beku.


Kai sudah tidak peduli lagi, ia terus memasukan dan mengeluarkan anunya, Pa! Pa! Pa! Suara tamparan demi tamparan memenuhi ruangan saat itu.


Di dalam situasi saat ini bagaimana Kai masih bisa memikirkan tentang rasa nikmat! hatinya di penuhi dengan kecemasan, Ia merasakan bahwa energi kehidupan dari Chiyan semakin lama semakin menghilang. "Tidakk!!.." Zhukai berteriak sangat keras, mulai mengalirkan sisa energi Qi miliknya untuk mempertahankan sisa kehidupan milik Chiyan.


Setelah beberapa saat energi Qi miliknya benar-benar habis, ia merasakan rasa dingin yang saat itu ditekan sebagian oleh energi Qi kini menghilang dan rasa sakit yang luar biasa mulai menjerat tubuh Tel*njang Kai.


Dimulai dari pergelangan kakinya yang membeku, dan secara perlahan mulai naik ke atas.


Dengan cepat Kai terus fokus untuk terus melakukan hubungan intim dengan Chiyan tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya.


Tubuh Kai mulai merasa panas dan sebuah cairan putih keluar dari adik kecilnya dan memasuki Tubuh Chiyan.


Setelah melakukan itu selama beberapa kali, kesadaran Kai perlahan mulai menghilang dan ketika ia keluar sekali lagi... ia benar benar pingsan.


Saat ini Pembekuan sudah sampai di lututnya dan secara lambat mulai naik terus menerus.


Entah sudah berapa lama waktu berlalu, dua orang yang sedang Tel*njang saling tidur bersama diatas kasur.


Di kasur yang berada di ruangan lantai 2, Chiyan perlahan membuka matanya dan merasakan bahwa perubahan terjadi pada tubuhnya, Ia menengok kesamping dan melihat sebuah tubuh pria yang telanjang, pandangannya terfokus pada wajahnya yang tampan. Ia sangat bahagia ketika mengingat kejadian terakhir tadi malam ketika Kai dengan mempertaruhkan nyawanya mencoba menyelamatkan dirinya.


Tanpa sadar ia mendekatkan wajah cantiknya dan mengunakan bibir nya yang merah ia segera mencium Wajah Kai tepat di pipi kirinya.


Daammm!! Lonjakan energi spiritual terus berputar di Dantian Chiyan, ia segera menyadari bahwa ia akan segera menerobos ke Tingkat Hitam.


Tetapi bagaimana ia bisa meninggalkan Kai yang sedang pingsan dan malah berkultivasi. Ia membiarkan lonjakan energi terus terjadi di dalam Dantian nya, ia merasakan rasa sakit tetapi tidak mengancam nyawanya dan terus memperhatikan wajah Kai dengan senyuman manis.


Setengah jam telah berlalu, Chiyan sudah tidak bisa menahan rasa sakit di dalam tubuhnya dan meludahkan seteguk darah segar.


Sementara itu ada Sebuah gerakan dari tubuh Kai yang sedang berbaring, tak lama setelah itu, ia membuka kedua matanya yang tajam.


Hal pertama yang ia lihat adalah wajah seorang wanita cantik dengan bekas noda darah disekitar bibirnya, Ia segera mendapatkan seluruh kesadarannya dan dengan panik memeriksa tubuh Chiyan.


"Jangan cemas.. Aku tidak apa-apa hanya saja ada beberapa lonjakan energi spiritual di Dantian ku, untuk yang lainnya kurasa sudah sembuh... Terima Kasih.."


Melihat senyuman indah dari wajah Chiyan, kecemasan yang Kai alami segera menghilang, ia segera memeluk Chiyan erat-erat seolah-olah tidak mau berpisah dari dirinya.


Chiyan juga mengeluarkan air mata bahagia dan memeluk tubuh Kai dengan erat, kedua orang itu saling berpelukan untuk waktu yang cukup lama hingga Chiyan mengeluarkan seteguk darah kembali.


"Cepat gunakan ini untuk menembus, jangan sia-siakan itu." Kai berkata dengan ekspresi serius tapi itu tidak menutupi jejak kebahagiaan di hatinya.


"Emm... " Chiyan mengangguk patuh dan segera mengambil sikap Lotus dan mulai mengolah energi spiritual yang bergejolak di dalam Dantian nya.


Melihat Chiyan sudah dalam kondisi meditasi, Kai juga segera mengambil sikap Lotus dan mulai berkultivasi. Ia merasa kali ini ia akan dapat menerobos ke Puncak pendekar perak atau bahkan menembus Ranah Pendekar Raja.


Di dalam kamar ada dua pancaran energi berbeda warna, yang satu berwarna biru dan satunya berwarna merah.


Chiyan merupakan orang pertama yang membuka matanya, energi spiritual dari tubuhnya bertambah kuat, ia ternyata berhasil menerobos ke Ranah Pejuang Emas puncak yang sedikit lagi akan berhasil masuk ke ranah Pendekar Raja.


Setelah menstabilkan fondasinya, ia memandang Kai dengan senyuman paling manis yang pernah ia keluarkan.


Tak lama setelah itu juga Kai Mulai membuka matanya, Bamm!! Ledakan keras menggema di seluruh rumah, ini bahkan berkali-kali lebih kuat dari pada ledakan yang Chiyan picu tadi.


Pejuang Emas Tier 1!!


Kai sangat puas tentang ini, sebentar lagi ia dapat menembus Ranah Pendekar Raja dan menggunakan System kembali.


Ia menyadari Chiyan memandang dengan senyum terukir di wajah cantiknya, Kai membalas nya dengan senyuman juga.


"Sayang, kamu sudah bangun!! Kali begitu aky akan membersihkan badan terlebih dulu."


Sebelum Chiyan dapat berdiri ia ditarik oleh tangan besar dan segera berada dalam pelukannya yang hangat. Wajahnya tersipu malu dan memperhatikan bahwa Kai mempunyai senyuman nafsu di wajahnya.


"Kenapa terburu-buru sayang, kamu masih bisa membersihkan badan nanti."


Kai kemudian mulai meraba-raba dada Chiyan dan mencium mulutnya yang hangat, ada sedikit rasa manis dari bibirnya.


Kai sangat menyukai perasaan ini karena kemarin malam ia sama sekali tidak merasa nikmat melainkan tersiksa, tetapi saat ini sama sekali berbeda dengan tadi malam.


"Sayang Kamu...." Chiyan tersipu dan sangat malu untuk melihat wajah Kai. dan hanya membenamkan kepalanya ke dada Kai yang besar.


Kemudian dua orang itu melakukan Hubungan intim hingga menjelang malam hari.