
Di luar kamarnya, Kai melihat hamparan laut yang begitu luas. Ketika dia menatap kebawah, ia melihat ada beberapa ikan yang sedang berputar-putar di satu titik.
"Huu... Huu..."
Melihat Xiao Hu di pundaknya yang terus berbicara, Zhukai menjadi bingung.
"Kenapa dia terus berbicara dari tadi? mungkinkah dia lapar!.."
Kai berhenti berbicara, dia bertanya pada Yi tentang apa yang di makan Qi Lin untuk mereka tumbuh.
[Makanan utama bagi Qi Lin suci adalah batu spiritual Kai Gege.. Ada banyak di toko System batu seperti itu] Ucap Yi.
Kai mengangguk, dia membuka toko System dan mencari batu spiritual berkualitas tinggi untuk diberikan pada Xiao Hu sebagai nutrisinya.
Benar saja, ketika ia mendekatkan batu spiritual itu pada mulut mungil Xiao Hu. Dia secara tiba-tiba membuka mulut mungilnya dan melahap batu spiritual itu dalam sekali telan.
"Oh, dia benar-benar menyukai batu spiritual.." Kai tertawa melihat seberapa lama Xiao Hu mengolah batu spiritual kecil yang baru saja Kai berikan.
"Huu~.." Xiao Hu bersendawa kencang setelah batu spiritual telah sepenuhnya dimurnikan dalam tubuhnya.
"Oh, apakah kau masih mau lagi?" Zhukai memberikan pecahan kecil batu spiritual tetapi Xiao Hu menolaknya mentah-mentah.
Kerutan muncul keningnya, Zhukai menatap Xiao Hu dan sedikit mencubit telinganya.
"Huuu.. Huu..."
Kai duduk di depan sebuah meja dengan banyak makanan yang telah ia pesan. Tepat ketika dia mengambil sesuap nasi, kapal yang dia naiki tiba-tiba bergoyang dengan tekanan yang mengintimidasi datang dari jarak satu mil dari kapal itu.
"Tch, ada saja pengganggu yang datang. Padahal aku hanya ingin perjalanan ku berjalan dengan tenang tanpa ada gangguan."
Kai menggerutu dengan kesal, dari gambaran yang Persepsi Ilahi nya tangkap, Ada total 12 kapal berukuran sedang mengepung setiap sisi dari kapal yang ia naiki.
Para Kultivator yang menaiki kapal segera bermunculan dan dengan cepat membentuk pelindung untuk melindungi kru kapal dan juga penduduk biasa.
"Cih, para bandit laut datang dengan jumlah yang banyak. Aku takut kita tidak bisa mempertahankan kapal ini."
Seorang wanita setengah baya yang terlihat paling kuat diantara penumpang lain berkata dengan khawatir.
Sementara itu, seorang pria misterius dengan topi bambu bersandar di sebuah tiang kapal sambil menatap bandit laut dengan tatapan tajam.
Dia berdiri dengan pedang tipis panjang di tangannya, ketika sarung pedang itu terlepas. Sebuah pedang yang terbuat dari besi mengkilap dengan mata pedangnya yang terlihat begitu tajam.
Pria itu mengalirkan Qi miliknya kedalam gagang pedang dan menebas secara horizontal pada kapal bandit laut.
Tebasan besar melengkung melesat lurus kearah salah satu kapal bandit laut hingga membuat ledakan yang memekakkan telinga.
"Satu hancur." Gumam pria itu.
Kai sendiri cukup terkejut melihat serangan pria barusan, "Hmm, dia pria yang hebat. Sampai bisa mengontrol Qi di tingkat seperti itu, jelas dia adalah seorang jenius."
Kai sendiri tidak membantu melainkan hanya melihat orang itu terus menghancurkan kapal para bandit laut satu persatu hingga kedua belas kapal bandit laut hancur sepenuhnya.
"Hmm, bandit lemah! Buang-buang waktu saja.." Pria itu mengambil kembali sarung pedangnya dan memasukkan kembali pedang di tangannya ke sarung pedang.
Sesaat sebelum dia kembali ke ruangannya, dia menatap Bai Mun yang menghampiri Zhukai.
Bai Mun yang mendapat tatapan itu menunduk dengan cepat, dia ketakutan sambil bergumam sesuatu dari mulutnya.
"Kakak~.."
Kai sendiri yang sibuk makan mendengar suara itu dengan jelas di telinganya, tetapi ia memutuskan untuk diam.
"Oh, Halo teman sekamar.." Seolah kesedihan yang tadi hilang, Bai Mun menyapa Zhukai dengan senyum di wajahnya.
"Kau sudah makan? Kenapa tidak makan bersama saja."
"Ah, Terimakasih..."
Mereka berdua menghabiskan makanan, Kai kembali ke ruangannya bersama dengan Bai Mun di sampingnya.
"Yui'er, analisis..."
Ding
(Status)
Ras : Manusia.
Umur : 4.500 tahun
Kultivasi : (True God), Chaos God tahap Kaisar.
Kesukaan : 5
"Eh, dia perempuan!! T–Tetapi dari struktur tubuhnya.. Bukankah dia laki-laki!?" Kai tidak mau percaya bahwa dia tidak menyadari bahwa Bai Mun adalah seorang perempuan.
[Hmm, tidak usah pedulikan hal kecilseperti itu, yang lebih penting dia memiliki bakat untuk menjadi penguasa Alam Dewa selanjutnya]
"Begitukah? Tapi apa hubungannya denganku?"
[Haahhh, Apakah Kai Gege benar-benar bodoh atau berpura-pura bodoh! Jika dia memiliki bakat untuk menjadi penguasa, dia memiliki barang yang Kai Gege cari]
Kai terdiam, dia benar-benar lupa dengan hal itu.
"Benar juga, jika bakat alaminya bangkit, segel jiwa di tubuhnya juga akan ikut bangkit dan aku bisa menggunakan itu untuk meningkatkan kekuatan jiwaku ke tingkat kelima."
Kai mengepalkan tangannya bersemangat dan menepuk kepala Bai Mun dengan lembut.
"Pria tadi, bukankah dia orang yang kakakmu dan juga aku tahu rahasiamu. Kau perempuan bukan?"
Bai Mun dengan reflek tiba-tiba menjauh mengambil jarak, meski begitu, Kai sudah berada di belakangnya terlebih dulu.
"B–Bagaimana kau tahu!?"
"Heh, penyamaran payah seperti itu sangat mudah bagiku untuk mengetahuinya." Ucap Zhukai dengan bangga.
[......]
Bai Mun menghela nafas sambil menurunkan kewaspadaan, "Benar, aku adalah seorang wanita dan nama asliku adalah Bai Ling. Maaf telah membohongimu, aku punya alasan tersendiri untuk itu."
Kai tersenyum, dia dengan melas melambaikan tangannya, "Tidak usah memperdulikan itu, tetapi dia adalah kakakmu bukan? Apakah hubungan kalian buruk?"
Bai Ling menggertakkan giginya, ia menjawab pertanyaan Zhukai dengan suara serak.
"S–Sebenarnya dia bukan kakakku, kami tidak memiliki hubungan darah. Dia selalu bermain dan melindungiku sejak kecil dan aku menganggapnya sebagai kakakku."
"Tepat kenapa aku melihat hubungan kalian tidak begitu dekat?"
Kai terus menanyakan pertama padanya dan membuat hubungan diantara mereka semakin dekat.
Setelah ia membantu Bai Ling menyelesaikan masalahnya, dia akan membantunya membangkitkan bakat alaminya agar ia bisa mempelajari segel jiwa miliknya.
"A–Aku sebenarnya menyukainya, tetapi setelah insiden itu terjadi hubungan kita semakin menjauh hingga aku tidak berani lagi untuk menatap matanya."
Mendengar itu semua, Kai menghela nafas sambil berkata dalam hatinya.
"Hahhh, kupikir itu apa ternyata hanya masalah sepele seperti ini."
Kai menepuk pundak Bai Ling dan berkata padanya, "Kau bisa tenang, aku akan membantumu memperbaiki hubungan dengan pria tadi."
Meski Kai saat ini berniat untuk pergi ke Dunia Ilahi setelah dia bertemu dengan penguasa Alam Dewa, tetapi kesempatan langka seperti ini tidak mungkin ia lewatkan.
Mata Bai Ling berbinar-binar, seolah melihat Zhukai sebagai harapan baginya.
"Terimakasih teman sekamar.."
Kai dan Bai Ling kemudian keluar dari ruangan dan menghampiri pria tadi di kamarnya.
"Tok! Tok! Tok!..."
Pintu ruangan itu berbunyi tiga kali hingga sosok pria berambut coklat pendek membuka pintu.
Tatapannya masih tajam seperti tadi, seolah tidak mengenal Bai Ling dia berkata. "Apa yang kalian inginkan."
***
Bersambung..